Penyebab Telapak Kaki Berkeringat dan 7 Cara Ampuh Mengatasinya
Dipublish: 30 Maret 2026
Telapak kaki berkeringat pastinya akan terasa mengganggu banget, apalagi di momen yang tidak terduga. Misalnya, saat kamu mesti melepas sepatu di tempat umum, atau ketika kaki mulai terasa lembap di tengah aktivitas padat. Awalnya mungkin sepele, tapi kalau dibiarkan, kondisi ini bisa memicu bau tidak sedap dan bikin kamu jadi kurang nyaman bergerak. Sebenarnya, telapak kaki berkeringat adalah hal yang cukup umum dan bisa dikontrol. Bagaimana caranya dan apa penyebab kaki berkeringat? Simak artikel ini selengkapnya!
Kenapa Telapak Kaki Bisa Berkeringat?
Sama seperti bagian tubuh lainnya, telapak kaki juga memiliki kelenjar keringat dalam jumlah yang cukup banyak. Area ini terus bekerja untuk menopang tubuh dan mendukung pergerakan, jadi wajar kalau produksi keringatnya lebih aktif. Namun, dalam kondisi tertentu, keringat bisa keluar lebih banyak dan membuat telapak kaki terasa lebih lembap dari biasanya.
Beberapa hal berikut sering jadi penyebab telapak kaki berkeringat, nih:
1. Aktivitas fisik yang padat
Saat kamu banyak bergerak, tubuh akan memproduksi keringat untuk menjaga suhu tetap stabil. Ini bisa terjadi saat berjalan jauh, olahraga, atau berdiri dalam waktu lama. Telapak kaki ikut bekerja, apalagi jika berada di dalam sepatu tertutup sepanjang hari. Keringat pun lebih mudah menumpuk dan membuat kaki terasa gerah.
2. Pemilihan sepatu yang kurang tepat
Jenis sepatu juga bisa memengaruhi kondisi kaki, lho! Bahan yang terlalu tebal atau minim ventilasi (alias sangat tertutup rapat) bisa membuat suhu di dalam sepatu meningkat. Ketika sirkulasi udara terbatas, keringat sulit menguap dan akhirnya tertahan di dalam sepatu. Inilah salah satu penyebab kaki berkeringat yang bisa membuat telapak kaki terasa kurang nyaman.
3. Kaus kaki yang tidak menyerap keringat dengan baik
Kaus kaki seharusnya membantu menyerap keringat dari telapak kaki. Namun, jika bahannya licin dan kurang adem, kelembapan justru akan bertahan di permukaan kulit. Akibatnya, kaki terasa lebih basah dan mudah memicu bau jika dibiarkan terlalu lama.
4. Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang lembap
Lingkungan juga bisa memengaruhi produksi keringat berlebihan. Di daerah dengan cuaca panas atau lembap, tubuh cenderung lebih mudah berkeringat, termasuk di area telapak kaki. Apalagi kalau aktivitas dilakukan di luar ruangan atau di tempat dengan sirkulasi udara yang terbatas.
5. Kebiasaan pakai sepatu terlalu lama
Banyak orang memakai sepatu dari pagi hingga malam tanpa memberi kesempatan kaki ‘bernapas’. Padahal, kondisi tertutup dalam waktu lama bisa membuat kaki menjadi lembap.
Semakin lama kaki berada di dalam sepatu, semakin besar kemungkinan keringat menumpuk di area telapak kaki. Hal ini juga bikin bakteri berkembang biak sehingga bercampur dengan keringat yang menyebabkan bau.
6. Stres atau sedang cemas
Cemas karena bus langganan atau kereta yang biasa kamu naiki telat datang? Atau, gugup karena hari ini ada meeting di kantor atau presentasi di depan kelas?
Keringat juga bisa dipicu oleh kondisi emosional, lho. Saat kamu merasa stres atau cemas, tubuh tetap merespons dengan meningkatkan produksi keringat, termasuk di telapak kaki. Itulah sebabnya, dalam situasi tertentu, kaki bisa terasa lebih basah meski aktivitas fisik tidak terlalu tinggi.
Apakah Telapak Kaki Berkeringat Itu Normal?
Telapak kaki berkeringat sebenarnya merupakan hal yang normal. Tubuh secara alami memproduksi keringat untuk menjaga suhu tetap stabil, termasuk di area kaki. Jadi, saat telapak kaki terasa lembap setelah berjalan jauh, berolahraga, atau berada di cuaca panas, itu adalah respons alami tubuh.
Yang perlu diperhatikan adalah intensitas dan frekuensinya. Jika telapak kaki berkeringat hanya sesekali saat aktivitas padat, kondisi ini umumnya tidak menjadi masalah. Namun, ketika keringat muncul berlebihan bahkan saat aktivitas ringan, kondisi ini bisa mengarah pada plantar hyperhidrosis.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Clinics in Podiatric Medicine and Surgery (Vlahovic, 2016), plantar hyperhidrosis tidak hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada rasa percaya diri seseorang, terutama dalam situasi sosial atau saat menggunakan sepatu dalam waktu lama¹.
Tapi tenang, kondisi ini tetap bisa dikontrol, kok. Dengan kebiasaan yang tepat dan perawatan yang konsisten, telapak kaki berkeringat bisa dikelola dengan lebih baik tanpa mengganggu aktivitas harianmu!
Bagaimana Cara Mengatasi Telapak Kaki Berkeringat?
Kalau telapak kaki berkeringat dan terasa lembap sepanjang hari, kuncinya bukan cuma mengeringkan kaki. Kamu juga perlu mengontrol kelembapan secara menyeluruh agar bakteri penyebab bau tidak berkembang. Dengan kombinasi kebiasaan yang tepat, kaki bisa tetap nyaman meski aktivitasmu sedang padat-padatnya.
Kamu bisa mencoba beberapa cara berikut untuk mengatasi telapak kaki berkeringat:
1. Menjaga kebersihan kaki setiap hari
Hal pertama yang paling utama adalah menjaga kebersihan kaki. Cuci kaki secara rutin menggunakan sabun, terutama setelah beraktivitas seharian. Area sela-sela jari kaki juga perlu diperhatikan karena sering menjadi titik yang paling mudah lembap.
Setelah mencuci kaki, pastikan kaki benar-benar kering, termasuk di sela jari. Kelembapan yang tertinggal bisa menjadi lingkungan ideal bagi bakteri penyebab bau, apalagi kalau kamu langsung pakai kaus kaki atau sepatu ketika kaki masih basah.
2. Pilih kaus kaki dengan bahan yang menyerap keringat
Sering kali, perhatian lebih banyak tertuju pada sepatu, padahal kaus kaki punya peran yang tidak kalah penting dalam menjaga kenyamanan kaki.
Kaus kaki berfungsi sebagai lapisan pertama yang menyerap keringat dari telapak kaki. Pilih bahan yang breathable seperti katun atau material khusus yang sengaja dirancang untuk kamu yang aktivitasnya padat dan geraknya tinggi.
Jika aktivitasmu cukup padat, membawa kaus kaki cadangan bisa banget membantu menjaga kondisi kaki tetap kering sepanjang hari.
3. Pilih sepatu yang tepat
Sering kali sepatu dipilih dari model atau tampilan, padahal materialnya juga berpengaruh besar terhadap kenyamanan kaki. Sepatu dengan sirkulasi udara yang baik biasanya menggunakan bahan seperti mesh, kanvas, atau material ringan yang memungkinkan udara keluar masuk dengan lebih leluasa.
Sebaliknya, sepatu berbahan tebal atau tertutup rapat cenderung menahan panas dan membuat kaki lebih cepat berkeringat. Ukuran sepatu yang terlalu sempit juga bisa meningkatkan suhu di dalam sepatu karena ruang gerak kaki menjadi terbatas.
Selain memilih bahan yang tepat, penting juga untuk memberi waktu sepatu agar benar-benar kering. Hindari memakai sepatu yang sama setiap hari. Rotasi sepatu membantu bagian dalam sepatu mengering dengan optimal, sehingga tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau.
4. Rutin merotasi sepatu
Memakai sepatu yang sama setiap hari bisa membuat bagian dalam sepatu menjadi lembap. Kalau memungkinkan, rotasi penggunaan sepatu secara bergantian setiap harinya. Hal ini penting, supaya sepatu yang digunakan memiliki waktu untuk kering dengan baik. Sepatu yang kering juga membantu mengurangi bau kaki tidak sedap.
5. Pakai deodorant untuk kaki
Yes, deodorant tidak cuma untuk ketiak saja! Ada juga deodorant yang bisa digunakan di seluruh tubuh, termasuk area seperti telapak kaki yang mudah berkeringat dan memicu bau.
Kamu bisa coba Rexona Men Whole Body Deo Spray Arctic Sea yang dirancang untuk digunakan di 15 titik tubuh, termasuk kaki. Deodorant ini bisa jadi solusi praktis buat kamu yang sering merasa telapak kaki lembap, terutama saat harus memakai sepatu dalam waktu lama atau beraktivitas seharian.
Berbeda dari deodorant pada umumnya, Rexona Whole Body Deo ini tidak mengandung antiperspirant. Artinya, keringat tetap bisa keluar sebagai bagian dari fungsi alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Namun, dengan kandungan Zinc Cool Antibact, produk ini membantu membunuh bakteri penyebab bau sekaligus menetralisir bau yang sudah ada.
Formulanya juga sudah dermatologically tested dan mengandung 0% alcohol, sehingga nyaman digunakan di berbagai area tubuh tanpa rasa perih atau kering berlebihan.
Dengan begitu, kamu tetap bisa bergerak aktif tanpa harus khawatir dengan bau yang muncul dari area kaki. Sensasi cooling-nya juga memberikan rasa segar saat kaki mulai terasa gerah, sehingga lebih nyaman dipakai sebelum, saat, maupun setelah beraktivitas. Karena bentuknya spray, produk ini juga praktis dibawa ke mana saja. Tinggal semprot, kaki langsung segar seketika!
6. Beri waktu kaki untuk “bernapas” di sela aktivitas
Kalau memungkinkan, lepaskan sepatu sejenak saat sedang beristirahat dari aktivitasmu. Hal ini membantu kaki mendapatkan udara segar dan mengurangi kelembapan yang menumpuk. Kebiasaan kecil ini sering terasa sepele, tapi cukup efektif untuk menjaga kaki tetap nyaman sepanjang hari.
7. Coba foot spa
Sesekali, kamu juga bisa melakukan foot spa untuk membersihkan kaki secara lebih menyeluruh. Perawatan ini membantu mengangkat kotoran dan menjaga kondisi kulit kaki tetap sehat, terutama di area yang sering tertutup seperti telapak dan sela jari.
Setelah perawatan, kamu bisa kembali menggunakan deodorant spray dari Rexona di sela jari dan telapak kaki untuk menjaga kesegaran lebih lama. Ini penting supaya kaki tetap terasa nyaman, bahkan setelah beraktivitas seharian.
Kamu bisa coba Rexona Whole Body Deo Spray English Pear. Sama seperti varian Arctic Sea untuk cowok, deodorant untuk seluruh tubuh ini juga punya cooling sensation yang menyegarkan. Dengan kombinasi aroma Pear, Floral, dan Musk yang kalem, spray ini akan bikin kakimu terasa segar dan bebas bau hingga 72 jam. Kulit kamu sensitif? Nggak perlu khawatir karena deodorant ini punya formula gentle yang 0% alcohol sehingga lebih nyaman digunakan pada kulit sensitif.
So, jangan biarkan masalah telapak kaki berkeringat ini mengganggu rasa percaya diri. Dengan perawatan yang tepat, kamu tetap bisa menjalani aktivitas dengan lebih nyaman, segar, dan percaya diri sepanjang hari!
Referensi:
1. Tracey C. Vlahovic. 2016. Plantar Hyperhidrosis: An Overview. Diambil dari Clinics in Podiatric Medicine and Surgery https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0891842216300222?via%3Dihub