Dipublish: 2 Maret 2026
Bau badan bukan cuma dari ketiak. Selangkangan juga termasuk area yang sering tidak disangka bisa bau. Padahal, bagian ini mudah berkeringat, sering tertutup pakaian, dan aktif bergerak seharian. Saat keringat terjebak dan area jadi lembap, bau bisa muncul tanpa disadari. Yuk, baca lebih lanjut agar kamu tahu alasan penyebab bau dan cara menghilangkan bau selangkangan dengan aman di artikel ini.
Selangkangan bau biasanya muncul karena keringat yang berlebih dan kondisi lembap yang berlangsung cukup lama. Area ini sering tertutup pakaian, jarang kena sirkulasi udara, dan aktif bergerak sepanjang hari, jadi wajar kalau lebih rentan bau.
Buat kamu yang sering olahraga, terutama lari, risikonya bisa terasa lebih besar. Gesekan paha dalam plus keringat yang terus keluar bikin area selangkangan makin hangat dan lembap. Kalau tidak segera dibersihkan atau dikeringkan, bau bisa muncul tanpa disadari. Pada kondisi tertentu, kelembapan yang dibiarkan terlalu lama juga bisa memicu selangkangan gatal dan bau secara bersamaan, terutama pada kulit yang sensitif.
Secara umum, bau badan memang sering berkaitan dengan aktivitas bakteri di kulit. Jurnal Microbiota and Malodor—Etiology and Management (2020) menjelaskan bahwa bakteri dapat menghasilkan senyawa berbau, dan aromanya cenderung makin terasa ketika kondisi lembap dibiarkan terlalu lama¹. Karena itu, area seperti selangkangan yang mudah lembap jadi lebih gampang “kena”.
Sebenarnya, ada beberapa hal yang sering jadi pemicu bau selangkangan. Coba kamu cek, deh.
Nah, kalau kondisi lembap seperti ini dibiarkan, bakteri penyebab bau jadi lebih aktif. Inilah yang bikin selangkangan kamu bisa bau dan bikin aktivitas jadi terasa kurang nyaman, meski kamu merasa sudah menjaga kebersihan.
Selangkangan bau bisa diatasi dengan langkah yang tepat, tanpa perlu cara ekstrem atau bikin kulit tidak nyaman, kok. Kuncinya ada di kebiasaan harian yang konsisten dan cara merawat area sensitif dengan aman. Mulai dari langkah paling sederhana, kamu bisa lakukan beberapa cara menghilangkan bau selangkangan berikut dalam rutinitas sehari-hari.
Jangan langsung pakai pakaian saat area selangkangan masih lembap, ya. Coba keringkan perlahan sampai lipatan kulit benar-benar kering, karena sisa air dan keringat bisa jadi pemicu bau tanpa disadari.
Kalau kamu aktif bergerak atau habis lari, ganti pakaian dalam sesegera mungkin. Pakaian lembap yang dikenakan terlalu lama akan memberi ruang bagi bakteri penyebab bau untuk berkembang.
Gunakan pakaian dalam dan celana dengan bahan yang breathable. Hindari bahan terlalu tebal atau ketat saat beraktivitas lama karena bisa membuat selangkangan makin lembap dan tidak nyaman.
Usahakan mandi setelah olahraga atau aktivitas yang bikin banyak keringat. Kalau belum sempat, setidaknya bersihkan area selangkangan agar keringat tidak menumpuk terlalu lama.
Kamu bisa saja membawa tisu basah di dalam tas jika kamu memang sering berolahraga. Pastikan saja kamu mengeringkannya dengan tisu biasa setelah membasuhnya dengan tisu basah. Yang penting, jangan biarkan area ini lembap!
Nah, cara menghilangkan bau selangkangan pas untuk yang memang sering lari atau berjalan dalam waktu lama sehari-hari. Gesekan pada paha dalam adalah hal yang normal, tapi kamu bisa mengurangi dampak dari gesekan ini.
Misalnya, dengan memastikan pakaian yang dipakai cukup lembut untuk mengurangi iritasi dari gesekan kasar yang berulang. Sudah banyak juga pakaian olahraga yang didesain dari bahan khusus yang minim iritasi, seperti nilon atau jersey.
Kamu juga bisa mengurangi gesekan pada paha dalam dengan memilih potongan pakaian yang memberi ruang gerak yang nyaman.
Hal ini akan sangat berpengaruh, terutama untuk kamu yang punya kulit sensitif. Sabun berparfum kuat atau detergen yang tidak cocok bisa banget memicu iritasi. Kondisi ini sering bikin area jadi lebih sensitif dan memicu selangkangan gatal dan bau secara bersamaan.
Kalau aktivitasmu padat atau sering olahraga seperti lari, ada kalanya rutinitas harian saja belum cukup untuk menjaga area selangkangan tetap nyaman. Di kondisi ini, perlindungan tambahan yang memang dirancang aman untuk area sensitif bisa jadi solusi praktis tanpa bikin ribet.
Kamu bisa coba Rexona Whole Body Deo Lotion yang memang diformulasikan untuk membantu mencegah dan menetralisir bau di 15 titik tubuh, termasuk lipatan kulit seperti selangkangan. Teksturnya berupa lotion yang cepat menyerap dan tidak lengket, jadi nyaman banget dipakai sebelum beraktivitas dan tidak mengganggu gerakmu, bahkan saat tubuh mulai berkeringat.
Dengan kandungan Zinc Cool Antibact, produk ini membantu melawan bakteri penyebab bau sekaligus menetralisir bau yang sudah ada, plus sensasi cooling yang bikin tubuh terasa lebih segar saat mulai bergerak.
Pilihan aromanya juga dirancang agar kamu merasa segar sepanjang hari. Untuk kamu para cewek, coba varian Frozen English Pear dan Frozen Bloom, deh. Aromanya cocok buat kamu yang suka aroma fresh yang ringan dan tidak menyengat.
Kalau kamu cowok dan butuh aroma yang lebih bold, pilih varian Lime Frost dan Arctic Sea. Keduanya juga bakal memberi sensasi fresh dan dingin, pas banget untuk aktivitas fisik kamu yang intens.
Deodorant lotion ini juga telah melalui pengujian dan gynecologist tested, serta memiliki formula 0% alcohol yang gentle di kulit. Bisa banget digunakan sebelum, saat, maupun setelah aktivitas. Hasilnya, area selangkangan terasa lebih nyaman dan kamu tetap fokus bergerak tanpa worry!
Apa yang kamu konsumsi juga berpengaruh ke kondisi tubuh, termasuk bau badan. Makan makanan bergizi dan cukup minum air putih membantu menjaga keseimbangan bakteri baik, sekaligus mendukung tubuh tetap terhidrasi. Saat tubuh lebih seimbang dari dalam, risiko bau tidak sedap pun bisa berkurang.
Selangkangan bau sebenarnya bukan hal yang perlu bikin minder, apalagi kalau kamu punya aktivitas padat dan banyak bergerak. Asal kamu memahami penyebabnya dan menerapkan cara menghilangkan bau selangkangan yang tepat, kamu bisa banget menjaga area sensitif tetap nyaman dan fresh sepanjang hari.
Referensi:
1. Izabella Mogilnicka, Pawel Bogucki, Marcin Ufnal. 2020. Microbiota and Malodor—Etiology and Management. Diambil dari International Journal of Molecular Sciences https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7215946/