7 Penyebab Pusar Bau yang Bikin Tidak Nyaman, Wajib Tahu!
Dipublish: 15 April 2026
Area pusar termasuk lipatan tubuh yang mudah lembap dan “terlewat” saat dibersihkan. Dalam kondisi ini, keringat, sel kulit mati, dan kotoran bisa menumpuk dan memicu bau tidak sedap. Karena itu, penting untuk tahu apa saja penyebab pusar bau supaya kamu bisa mencegahnya sejak awal dan tetap nyaman beraktivitas. Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!
Kenapa Pusar Bisa Bau? Ini Penyebab yang Perlu Kamu Tahu
Bentuk pusar yang berupa cekungan kecil bisa membuat keringat, minyak, dan kotoran lebih mudah terperangkap. Saat area ini lembap dan tertutup, bakteri serta jamur bisa berkembang lebih cepat dan memicu bau tidak sedap.
Menurut penelitian dari Yano dkk. dalam jurnal Microbes and Environments (2023), bau pada pusar umumnya berasal dari aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri anaerob yang tumbuh di area lembap dengan minim oksigen. Bakteri ini memecah kotoran yang menumpuk dan menghasilkan senyawa berbau¹.
Selain faktor alami tersebut, ada beberapa penyebab pusar bau yang sering terjadi tanpa kamu sadari:
1. Penumpukan kotoran dan sel kulit mati
Pusar yang berbentuk cekung membuat kotoran mudah “terjebak” tanpa disadari. Debu, sisa sabun, hingga sel kulit mati bisa menumpuk seiring waktu. Saat bercampur dengan minyak alami kulit dan keringat, kondisi ini jadi lingkungan yang pas untuk bakteri berkembang dan menghasilkan bau tidak sedap.
2. Lembap karena berkeringat
Saat tubuh aktif atau cuaca panas, produksi keringat meningkat, termasuk di area dada dan perut. Nah, cekungan pusar yang tertutup membuat kelembapan lebih lama bertahan. Kondisi hangat dan lembap ini mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur yang memicu bau.
3. Tidak dikeringkan setelah mandi
Kebiasaan ini kelihatannya sepele, tapi sering terjadi. Sisa air di pusar bisa bikin bakteri lebih cepat berkembang dan menimbulkan bau tidak sedap. Tak jarang, rasa gatal juga kerap muncul karena jamur.
4. Infeksi bakteri atau jamur
Jika bau disertai gejala seperti gatal, kemerahan, atau nyeri ringan, bisa jadi ada infeksi di area pusar. Kondisi ini biasanya muncul karena kebersihan yang kurang terjaga atau kelembapan berlebih yang dibiarkan terlalu lama, sehingga bakteri atau jamur berkembang lebih agresif.
5. Penumpukan sebum di area pusar
Selain kotoran dan keringat, tubuh juga secara alami memproduksi minyak yang disebut sebum. Fungsi sebum sebenarnya untuk menjaga kulit tetap lembap dan sehat. Namun, di area tertutup seperti pusar, sebum bisa menumpuk dan bercampur dengan keringat serta sel kulit mati.
Biasanya, hal ini lebih sering terjadi pada orang yang kulitnya cenderung berminyak atau setelah melakukan aktivitas fisik yang bikin keringat berlebih.
6. Tindik pusar
Tindik di area pusar membuat kulit lebih rentan terhadap paparan bakteri. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kotoran bisa menumpuk di sekitar perhiasan dan menjadi penyebab pusar bau. Kalau kamu tidak merawatnya dengan baik, hal ini bahkan bisa memicu iritasi kulit dan infeksi.
7. Gesekan dari pakaian yang terlalu ketat
Nah, ternyata gesekan berlebihan juga bisa jadi penyebab pusar bau, lho! Memakai baju atau korset yang terlalu ketat, terutama di area perut, bisa menahan keringat, mengurangi sirkulasi udara dan membuat area pusar makin lembap. Akhirnya, kondisi seperti ini mempercepat munculnya bau di pusar.
Apakah Pusar Bau Berbahaya?
Dalam kebanyakan kasus, pusar bau sebenarnya tidak berbahaya, kok. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penumpukan kotoran dan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri.
Namun, tetap aware jika muncul tanda-tanda tertentu.
- Muncul bau yang sangat menyengat dan tidak hilang meskipun sudah dibersihkan
- Ada cairan berwarna kekuningan seperti nanah
- Timbul bengkak di area pusar
- Area pusar terasa nyeri atau gatal terus-menerus
Kalau gejala ini mulai terasa, sebaiknya jangan diabaikan. Ada kemungkinan terjadi infeksi yang perlu ditangani dengan tepat. Jadi, konsultasi ke tenaga medis bisa jadi langkah yang lebih aman.
Bagaimana Cara Mengatasi dan Mencegah Pusar Bau?
Masalah pusar bau sebenarnya bisa diatasi dengan langkah yang cukup simpel, tidak perlu ribet atau mahal. Kuncinya ada di kebiasaan kecil yang perlu dilakukan dengan konsisten. Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa menjaga area pusar tetap bersih, kering, dan bebas bau sepanjang hari.
1. Bersihkan pusar dengan cara yang tepat
Membersihkan pusar itu penting, tapi tetap harus dilakukan dengan lembut.
Saat mandi, cukup gunakan sabun yang gentle dan bantu dengan cotton bud untuk menjangkau bagian dalamnya. Tujuannya bukan cuma untuk mengangkat kotoran yang terlihat, tapi juga yang tersembunyi di lipatan.
2. Hindari mengorek pusar terlalu dalam
Kadang karena merasa agak kotor, kita jadi gemas ingin membersihkan pusar secara berlebihan. Padahal, hal ini bisa menyebabkan iritasi. Kulit jadi lebih sensitif, risiko infeksi semakin meningkat, dan bisa memicu bau yang lebih parah.
Jadi ingat, bersih itu penting, tapi tetap harus dilakukan dengan gentle.
3. Pastikan area pusar selalu kering
Cara mengatasi pusar bau ini termasuk salah satu langkah yang paling sering terlewatkan oleh banyak orang. Setelah mandi atau berkeringat, pastikan tidak ada sisa air yang tertinggal di pusar. Hal ini penting karena kondisi lembap adalah tempat favorit bakteri dan jamur untuk berkembang dengan cepat.
Supaya lebih maksimal, kamu bisa mengikuti cara berikut:
- Keringkan dengan handuk bersih
- Tepuk-tepuk perlahan area pusar. Hindari menggesek atau mengorek terlalu kasar
- Pastikan bagian dalam pusar tidak lagi lembap
4. Kenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat
Pakaian juga berpengaruh ke kesehatan area pusar, lho. Memakai pakaian yang terlalu ketat atau bahan kain yang panas bisa bikin area perut jadi lembap lebih lama. Inilah yang bikin pusar jadi semakin bau.
Coba pilih pakaian yang nyaman dengan bahan katun yang breathable dan tidak menekan area perut. Biasakan juga untuk mengganti baju setelah berkeringat supaya tubuh jadi lebih fresh. Dengan sirkulasi udara yang baik, area pusar jadi lebih sehat dan minim bau.
5. Hindari menggunakan pewangi untuk menyamarkan bau
Saat bau mulai terasa, banyak orang langsung memilih cara instan dengan menyemprotkan parfum atau pewangi. Padahal, cara ini hanya menutupi bau sementara tanpa mengatasi penyebab utamanya.
Padahal, penggunaan pewangi di area pusar juga berisiko memicu iritasi, apalagi kalau kulitmu sensitif. Kandungan tertentu bisa membuat kulit jadi lebih reaktif, terutama di area yang cenderung lembap dan tertutup.
Kalau ingin menggunakan produk di area pusar, pastikan formulanya memang gentle dan dirancang untuk area tubuh yang sensitif. Dengan begitu, kamu bisa menjaga area pusar tetap nyaman tanpa menambah risiko iritasi atau infeksi.
6. Jangan sembarangan pakai pelembap atau minyak di area pusar
Beberapa orang mengira penggunaan pelembap atau minyak bisa membantu mengatasi bau di area pusar. Padahal, tidak semua produk dirancang untuk digunakan di area lipatan tubuh yang cenderung lembap.
Tekstur yang terlalu berat justru bisa “mengunci” kelembapan dan membuat area pusar semakin lembap. Akibatnya, bakteri penyebab bau bisa berkembang lebih cepat dan memicu aroma tidak sedap.
Karena itu, penting memilih produk yang memang diformulasikan untuk membantu menjaga area tubuh tetap fresh dan bebas bau. Kamu bisa mencoba deodorant terbaru yang unik dari Rexona. Beda dengan deodorant biasa, Rexona Whole Body Deo ini bisa dipakai di 15 titik tubuh, termasuk area perut dan pusar.
Dengan kandungan Zinc Cool Antibact, deodorant ini membantu membunuh bakteri penyebab bau sekaligus menetralisir bau yang sudah ada. Formulanya juga 0% alcohol, gentle banget di kulit, dan sudah dermatologically tested, sehingga nyaman digunakan sehari-hari di area sensitif.
Untuk pilihan aroma, kamu bisa sesuaikan dengan mood dan aktivitas:
- Rexona Whole Body Deo Lotion Frozen English Pear
Aroma pear, freesia, dan musk yang fresh dengan sentuhan manis yang ringan. Vibe-nya clean dan effortless, cocok untuk aktivitas sehari-hari yang dinamis. - Rexona Whole Body Deo Lotion Frozen Bloom
Perpaduan peach, rose, dan cedarwood yang terasa lebih kalem dan sedikit manis. Wanginya memberi kesan yang lebih ringan dan bikin semangat, cocok untuk kamu yang ingin tetap aktif tanpa aroma yang terlalu bold. - Rexona Men Whole Body Deo Lotion Arctic Sea
Kombinasi citrus, sage, dan musk akan terasa ringan, tapi tetap segar. Deodorant lotion ini memberi kesan bersih dan modern, pas untuk aktivitas harian karena aromanya yang maskulin dan kalem. - Rexona Men Whole Body Deo Lotion Lime Frost
Perpaduan lime, lavender, dan sandalwood dengan sensasi segar yang langsung terasa. Aromanya clean dengan sedikit karakter bold, cocok dipakai saat aktivitas outdoor atau di cuaca panas.
Teksturnya berbentuk lotion yang ringan dan cepat menyerap, jadi tidak terasa lengket atau berat di kulit, terutama di area lipatan seperti pusar. Sensasi cooling-nya juga membantu menjaga tubuh tetap segar saat banyak bergerak. Selain itu, ada formula anti-stain yang membantu menjaga pakaian tetap nyaman dipakai tanpa meninggalkan noda.
7. Rawat tindik pusar dengan benar
Kalau kamu punya tindikan, pastikan area tersebut selalu bersih dan kering. Gunakan pembersih yang sesuai dan hindari menyentuhnya dengan tangan kotor.
Pusar mungkin area yang kecil dan sering tidak terlihat, tapi justru di situlah masalah seperti bau sering muncul tanpa disadari. Dengan perawatan yang tepat, penyebab pusar bau bisa dikontrol tanpa langkah yang rumit. Yang penting, bersihkan dengan lembut dan lakukan secara konsisten, ya.
Referensi:
1. Takehisa Yano, Takao Okajima, Shigeki Tsuchiya, dkk. 2023. Microbiota in Umbilical Dirt and Its Relationship with Odor. Diambil dari Jurnal Microbes and Environments https://doi.org/10.1264/jsme2.ME23007