Skip to content

Mengenal 5 Atlet Disabilitas Berprestasi di Indonesia

Terletas dari kekurangan mereka, atlet disabilitas berhasil mencetak prestasi gemilang untuk Indonesia. Siapa saja mereka? 

Pernahkah kamu mendengar olimpiade Asian Para Games? Ya, olimpiade ini merupakan perlombaan olahraga yang dikhususkan untuk para penyandang disabilitas. Banyak sekali atlet disabilitas asal Indonesia yang menyandang gelar juara dalam olimpiade tersebut. Bahkan beberapa dari mereka mampu mengharumkan tanah air di kancah Internasional. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak akan menghalangi seseorang untuk berprestasi. Oleh sebab itu, yuk kenali 5 atlet disabilitas yang mampu mengharumkan Indonesia biar kamu termotivasi untuk berprestasi juga!

 

1. Muhammad Bejita

Sejak kecil, Muhammad Bejita memiliki hobi berenang sama seperti ayahnya yang ternyata seorang mantan atlet renang. Maka tak heran jika Bejita mampu menjuarai setiap lomba renang. Namanya mulai dikenal pada ajang Asian Para Games di Malaysia 2018 lalu. Dari olimpiade tersebut, ia mendapatkan 2 medali emas untuk kategori renang 100 meter gaya punggung dalam waktu 1 menit 3,6 detik dan renang 50 meter gaya bebas dalam waktu 25,98 detik.

 

2. Jendi Panggabean

Atlet difabel yang satu ini memiliki kisah hidup yang memilukan. Awalnya, ia terlahir dengan kondisi fisik sempurna, tetapi pada usia 12 tahun ia mengalami kecelakaan dan mengharuskan salah satu kakinya diamputasi. Hingga saat ini, ia pun menjalani hidupnya dengan menggunakan satu kaki. Namun hal tersebut tidak membatasinya untuk berprestasi, ia mampu meraih gelar juara dalam berbagai olimpiade olahraga nasional bahkan internasional. Salah satunya ia memperoleh medali emas pada perlombaan renang 200 meter dalam waktu 2 menit 33,37 detik dalam ASEAN Para Games yang dilaksanakan tahun 2017 silam. 

 

3. Ni Nengah Widiasih

Atlet difabel selanjutnya adalah Ni Nengah Widiasih. Perempuan asal Bali ini merupakan atlet angkat berat. Meskipun menggunakan kursi roda, tapi ia mampu mengikuti berbagai perlombaan angkat berat yang diselenggarakan dalam berbagai kejuaraan. Sejumlah medali perunggu, perak, hingga emas pernah ia dapatkan dalam perlombaan tersebut. Dengan keterbatasan yang dimilikinya, ia bisa mengharumkan Indonesia hingga kancah internasional.

 

4. Dimas Prasetyo

Selanjutnya ada Dimas Prasetyo yang merupakan atlet difabel untuk cabang olahraga bulu tangkis. Ia mengidap tunagrahita dimana orang tersebut mengalami keterbelakangan mental dengan kemampuan kognitif di bawah rata-rata dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya. Keterbatasan yang dimilikinya ternyata mampu membawa nama Indonesia ke  internasional dengan memperoleh 3 medali emas dalam ajang Special Olympics World Summer Games 2015 di Los Angeles untuk cabang olahraga bulu tangkis.

 

5. Stephanie Handojo

Nama Stephanie Handojo mulai ramai dibicarakan sejak mengikuti ajang Special Olympics World Summer Games tahun 2011 yang berlangsung di Athena, Yunani pada cabang olahraga renang. Ia merupakan atlet difabel di bidang bowling dan renang yang mampu mengharumkan Indonesia di olimpiade tingkat internasional. Down Syndrome yang dialaminya sejak lahir tidak menghalangi ia untuk berprestasi. Dalam Special Olympics World Summer Games 2011 lalu, ia memperoleh medali emas. Perjalannya untuk menjadi atlet tidaklah mudah, ia harus menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Tapi ia tidak menyerah begitu saja, ia terus berlatih hingga mampu menjadi seorang atlet disabilitas berprestasi.

 

Menyandang disabilitas bukan berarti kamu tidak bisa bebas bergerak dan berprestasi. Contohnya Stephanie Handojo yang bergerak bebas hingga #GerakTakTerbatas bersama Rexona. 

#GerakTakTerbatas merupakan kampanye teranyar dari Rexona untuk mengajak semua orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk aktif bergerak. Kampanye ini pun didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan MRT Jakarta. Jadi, ingat ya #GerakTakTerbatas karena dengan lebih banyak bergerak akan membuat hari-harimu terasa hidup.