Skip to content
Hiperhidrosis bisa sebabkan dehidrasi saat puasa

Waspada, Hiperhidrosis Juga Bisa Sebabkan Dehidrasi Saat Puasa

Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh menjadi permasalahan yang rentan dialami saat bulan puasa. Risiko dehidrasi saat puasa akan semakin bertambah, jika Kamu juga mengalami kondisi keringat berlebih atau hiperhidrosis. Sebab, setiap keringat yang Kamu keluarkan akan membuat tubuh semakin kehilangan cairan yang dibutuhkan. Walaupun berkeringat merupakan proses normal untuk menjaga suhu tubuh tetap seimbang, kondisi puasa menyebabkan asupan cairan ke dalam tubuhmu menjadi terbatas. Apabila hal ini diperparah dengan hiperhidrosis atau keringat yang terus-terusan keluar, bukan tidak mungkin dehidrasi akan terjadi. Untuk mencegah masalah dehidrasi saat bulan puasa, Kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Penuhi Asupan Cairan Harian

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, Kamu harus tetap memenuhi asupan cairan yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Jangan lupa untuk tetap minum minimal 8 gelas sehari. Caranya, minum empat gelas air saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan dua gelas lagi sebelum Kamu tidur. Dengan menerapkan pola tersebut, tubuh akan terhindar dari risiko dehidrasi dan tetap fit sepanjang hari.

2. Hindari Aktivitas Terlalu Berat

Selama bulan puasa, sebaiknya Kamu menghindari aktivitas yang terlalu berat dan dapat memicu keluarnya keringat berlebih. Sebab, hal itu bisa membuat energimu terkuras dan mudah merasa haus. Aktivitas yang memerlukan banyak tenaga bisa Kamu lakukan setelah berbuka atau pada malam hari. Dengan membatasi aktivitas berat, Kamu secara tidak langsung juga menjaga tubuhmu agar tidak mengalami kondisi keringat berlebih atau hiperhidrosis yang juga bisa memicu terjadinya dehidrasi.

3. Hindari Makanan Terlalu Asin Saat Sahur

Kandungan garam dari makanan yang Kamu konsumsi juga dapat memengaruhi kondisi cairan tubuh. Jika kadar garam yang Kamu terima saat sahur terlalu tinggi, maka kinerja pengaturan cairan tubuh akan terganggu. Hasilnya, Kamu akan mudah merasa haus dan merasa lemas saat siang hari. Oleh sebab itu, ada baiknya hindari mengonsumsi menu-menu masakan yang terlalu asin saat sahur.

4. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Tubuh akan terhidrasi dengan baik saat bulan puasa jika Kamu mengonsumsi menu sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi sayur dan buah dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh hingga sebesar 20%. Kandungan air dan serat yang tinggi pada buah dan sayur juga dapat membantumu terhindar dari rasa lapar di siang hari serta memenuhi asupan cairan tubuh. Risiko dehidrasi pun dapat dikurangi.

5. Kurangi Konsumsi Kafein

Sifat diuretik yang dimiliki kafein dapat memengaruhi persediaan cairan dalam tubuh sehingga membuatmu mudah merasa haus. Sebaiknya, kurangi atau hindari minuman yang mengandung kafein selama bulan Ramadan, misalnya kopi atau teh. Tak hanya itu, Kamu juga perlu menghindari konsumsi jenis minuman berenergi dan bersoda terlebih dahulu selama bulan puasa ini.

Selain melakukan hal-hal tersebut, Kamu juga bisa mengurangi risiko dehidrasi saat puasa dengan selalu membiasakan diri untuk menggunakan deodoran yang mengandung antiperspirant sebelum beraktivitas. Dengan begitu, produksi keringat yang dikeluarkan tubuh akan lebih terkontrol. Alhasil, Kamu tak perlu khawatir akan masalah hiperhidrosis yang bisa menyebabkan berkurangnya cairan tubuh. Semua produk Rexona, baik itu untuk pria maupun wanita, dirancang efektif melawan bau badan sekaligus keringat berlebih sehingga bisa menjadi solusi tepat untuk menemanimu beraktivitas di bulan Ramadan ini. Masalah hiperhidrosis teratasi, risiko dehidrasi pun dapat dihindari!

Referensi:

peachskinsheets.com/blogs/peach/the-link-between-sweating-dehydration-and-night-sweats

prevention.com/health/a20472468/dehydration-and-your-body/

honestdocs.id/kondisi-dehidrasi

doktersehat.com/atasi-dehidrasi-saat-puasa/

halodoc.com/biar-enggak-batal-ini-4-cara-atasi-dehidrasi-saat-puasa


Semua Produk Rexona