Keringat karena stres

Tubuh kita bereaksi ketika kita mengalami emosi jiwa yang kuat semisal stres. Hal ini bisa terjadi pada momen-momen yang menegangkan, misalnya ketika menghadapi wawancara kerja atau presentasi di depan orang banyak. Dalam situasi yang menuntut kepercayaan diri dan ketenangan seperti ini, keringat di wajah, keringat di kepala, dan bahkan ketiak basah justru muncul sebagai gejala depresi atau stres.

Bagaimana stres bisa menyebabkan keringat?

Manusia memiliki dua tipe kelenjar keringat: apokrin dan ekrin. Salah satu dampak stres adalah terpicunya kelenjar-kelenjar apokrin—berada di ketiak dan selangkangan—untuk memproduksi keringat yang menyebabkan ketiak basah dan bau. 

Situasi yang membuat stres juga menyebabkan jantung kita berdetak lebih kencang, mendorong hormon-hormon dan adrenalin bekerja di seluruh bagian tubuh, sehingga memicu produksi lebih banyak keringat oleh kelenjar-kelenjar ekrin. Selain ketiak basah, keringat berlebihan di kepala semakin memperburuk situasi.

Apakah keringat akibat stres berbau?

Keringat apokrin mengandung lebih banyak nutrisi daripada keringat ekrin. Nutrisi membuat keringat apokrin lebih menarik bagi bakteri penyebab bau badan yang hidup di kulit dan memakan keringat kita. Oleh karena itu, ketiak bau dan basah kadang-kadang hadir ketika kita sedang stres.

Keringat berlebih akibat stres

Berkeringat secara berlebihan  ketika kamu sedang gugup bisa jadi memalukan. Beberapa orang bahkan menghindari kesempatan bersosialisasi karena mereka khawatir akan tiba-tiba dilanda stres, panik, dan gugup kemudian berkeringat banyak. Ada beberapa cara mengatasi stres pemicu keringat pada saat-saat yang menegangkan dan mengendalikan produksi keringat itu sendiri:

  • Tetaplah tenang. Banyak orang mengatasi stres dengan cara menghirup napas panjang, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan. Temukan cara yang cocok untukmu.
  • Pada siang hari atau sebelum momen-momen penting, segarkan tubuhmu dengan antiperspirant semprot yang mudah dibawa dan dipakai.
  • Kenakan pakaian yang memungkinkan kulitmu bernapas. Bahan alami semisal katun merupakan pilihan yang tepat.
  • Bawa tisu untuk mengeringkan keringat berlebihan di wajah.
  • Banyak-banyaklah minum air. Kalau kamu dehidrasi, tubuhmu akan berkeringat lebih banyak untuk menurunkan suhunya.
  • Hindari bahan-bahan pemicu keringat seperti makanan pedas, nikotin, dan alkohol. Kafein juga meningkatkan level adrenalin sehingga kamu menjadi lebih rentan berkeringat.
  • Pertimbangkan menggunakan produk antiperspirant yang lebih kuat dan mampu memberikan perlindungan ganda dibandingkan antiperspirant biasa. Jika kondisi berlanjut dan berkepanjangan, kunjungi dokter atau psikolog untuk menemukan cara mengatasi depresi berat.


Semua Produk Rexona