Skip to content
Cara menghilangkan bau ketiak secara alami, menghilangkan bau ketiak, cara alami menghilangkan bau ketiak

Memahami Kondisi Orang yang Tidak Memiliki Bau Badan

Bau badan bukan hanya sebatas masalah bau tidak sedap. Mereka yang memiliki masalah bau badan umumnya sering merasa kurang percaya diri saat harus bersosialisasi. Tak mengherankan, solusi cara menghilangkan bau ketiak secara alami begitu banyak dicari.

Namun, meski ada banyak orang yang bergelut dengan masalah bau badan, ternyata ada sebagian kecil orang yang justru tidak memiliki bau badan sama sekali. Kondisi tidak memiliki bau badan merupakan kasus langka yang hanya terjadi pada sebagian kecil populasi. Secara total, persentasenya hanya sebesar 2% dari total populasi manusia di seluruh dunia.

Hal ini tentu menarik, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah bau badan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan apa penyebabnya, jawaban dari pertanyaan ini tentu menjadi bahasan yang menarik bagi banyak orang yang bergelut dengan cara alami menghilangkan bau ketiak.

 

Apa Penyebab Orang Bisa Tidak Memiliki Bau Badan?

Bau badan tidak sedap pada dasarnya disebabkan oleh kombinasi antara keringat dan bakteri. Semakin banyak keringat yang keluar, semakin mudah bagi bakteri untuk berkembang. Itulah kenapa bau badan cenderung lebih menyengat pada mereka yang aktif bergerak.

Meski demikian, makanan yang dikonsumsi dan gen juga turut mempengaruhi aroma tubuh. Peran gen dalam mempengaruhi aroma tubuh telah banyak dibuktikan melalui beberapa jurnal ilmiah.

Begitu juga dengan fenomena orang yang tidak memiliki bau badan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti University of Bristol di Inggris dan dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology pada tahun 2013 silam, ditemukan bahwa sekitar 2% orang cenderung tidak memiliki bau badan.

Kondisi seperti ini dipicu oleh gen langka, yakni ABCC11. Gen inilah yang membuat ketiak tidak mengeluarkan bau badan yang menyengat. Temuan tersebut melibatkan sedikitnya 6.495 ibu yang sudah terlibat dalam penelitian jangka panjang sejak melahirkan di tahun 1991-1992.

Dari total subjek yang diteliti, sebanyak 117 orang atau sekitar 2% diantaranya memiliki gen ABCC11. Keberadaan gen ABCC11 sebenarnya sudah lama ditemukan oleh tim peneliti. Hanya saja, pada saat itu para peneliti lebih fokus pada penelitian kotoran telinga. Pada orang-orang yang memiliki gen langka tersebut, kotoran telinganya cenderung lebih kering. Kondisi ini sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya yang kotoran telinganya justru basah dan lengket. Berdasarkan temuan ini jugalah, para peneliti menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki kotoran telinga kering kemungkinan besar tidak memiliki bau badan yang menyengat. Korelasi spesifik antara gen, kotoran telinga yang kering dan bau badan menyengat memang belum sepenuhnya bisa dipastikan.

Akan tetapi, para peneliti meyakini bahwa hal tersebut ada hubungannya dengan asam amino dalam tubuh. Sebagai informasi, bakteri penyebab bau badan cenderung lebih mudah berkembang biak pada lingkungan yang lembab, seperti di area ketiak maupun selangkangan.

Saat bakteri memecah protein dalam keringat, pada saat itulah bau badan menyengat dihasilkan. Pada orang-orang yang tingkat asam aminonya rendah, kondisi seperti ini cenderung sulit untuk terpenuhi. Bakteri menjadi lebih sulit untuk berkembang biak.

Karena itulah, orang-orang dengan gen ABCC11 cenderung tidak memiliki bau badan yang tajam. Gen ABCC11 lebih banyak ditemukan pada orang-orang Asia, khususnya Asia Timur, seperti Jepang dan Korea. Bahkan di Korea sendiri, hampir semua penduduknya memiliki gen ini.

Itulah kenapa orang-orang Korea umumnya tidak memiliki masalah serius dengan bau badan. Sebaliknya, gen ABCC11 lebih jarang ditemukan pada orang-orang Eropa. Kurang lebih hanya sebanyak 2% dari total populasi masyarakat Eropa saja yang memilikinya.

 

Fungsi Bau Badan Bagi Manusia

Mereka yang tidak memiliki bau badan mungkin terlihat seperti diberi “kelebihan” jika dibandingkan dengan mayoritas orang. Namun perlu diketahui, bau badan ternyata juga ada fungsinya. Salah satunya bahkan terkait dengan urusan memilih pasangan. Di samping itu, masih ada beberapa fungsi lain yang juga berkaitan dengan bau badan.

 

●  Menunjukkan Kondisi Kesehatan Seseorang

Kondisi kesehatan seseorang pada dasarnya dapat dilihat dari beberapa aspek. Salah satunya adalah dari bau badannya. Pada beberapa orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, bau badan yang dihasilkan cenderung lebih berbau. Beberapa penyakit yang menyebabkan bau badan diantaranya adalah trimethylaminuria, isovaleric acidemia dan hypermethioninemia.

Trimethylaminuria adalah sebuah kelainan yang menyebabkan penderitanya memiliki bau seperti ikan busuk. Di sisi lain, karena ketidakmampuan tubuh memecah asam amino, aroma tubuh penderita isovaleric asidemia dan hypermethioninemia juga tidak sedap.

Bau badan juga mampu menunjukkan kerentanan seseorang terhadap suatu jenis penyakit. Saat terkena kuman, bau badan akan berubah. Itulah kenapa kerentanan terhadap penyakit juga dapat diidentifikasi dari bau badan.

 

●  Bau Badan Menunjukkan Diet yang Sedang Dilakukan

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, makanan yang dikonsumsi turut mempengaruhi aroma tubuh yang dikeluarkan. Bau badan cenderung menjadi kurang sedap saat kamu mengonsumsi daging merah atau jeroan.

Beberapa jenis sayur dan kacang-kacangan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap. Hanya saja, pengaruhnya tidak sebesar kalau kamu makan daging. Selain itu, konsumsi kafein dan alkohol berlebih juga dapat menyebabkan bau badan jadi tidak sedap.

Di sisi lain, orang yang lebih sering mengonsumsi sayur dan buah cenderung memiliki aroma tubuh yang tidak terlalu menyengat. Begitu juga dengan mereka yang menerapkan diet sehat. Bau badan cenderung tidak terlalu tajam.

 

●  Menarik Lawan Jenis

Indera penciuman wanita cenderung lebih tajam jika dibandingkan dengan kaum pria. Mereka cenderung lebih sensitif terhadap bau. Karena itulah, kebanyakan wanita suka dengan wewangian seperti parfum.

Pria yang tidak memiliki masalah bau badan atau memiliki aroma tubuh yang wangi cenderung lebih menarik bagi kaum wanita. Bahkan tidak sedikit wanita yang lebih memilih pria yang wangi dibandingkan ganteng tapi memiliki masalah bau badan serius.

Saat bau badan tidak menyengat, orang juga cenderung lebih percaya diri. Mereka mampu menunjukkan daya tariknya dengan lebih baik saat berada di depan lawan jenis. Secara tidak langsung, hal tersebut juga akan meningkatkan daya tarik yang dimiliki.

 

Tips Mengatasi Masalah Bau Badan

Fenomena orang yang tidak memiliki bau badan telah menarik perhatian beberapa peneliti untuk menemukan solusi mengatasi masalah bau badan melalui genetika. Hasil dari penelitian tersebut mungkin masih cukup lama. Produk yang mampu mengatasi masalah bau badan secara genetik mungkin juga belum akan ditemukan dalam waktu dekat. Akan tetapi, Anda sebenarnya masih bisa menghilangkan bau ketiak dengan tips berikut ini.

 

●  Menjaga Kebersihan Badan

Badan yang bersih adalah tempat yang buruk bagi bakteri untuk berkembang biak. Karena bakteri sulit berkembang, masalah bau badan bisa dihindari. Itulah kenapa menjaga kebersihan tubuh menjadi salah satu cara ampuh untuk membantu mengatasi masalah bau badan yang menyengat.

Bersihkan tubuh secara rutin atau minimal dua kali sehari. Selain itu, pastikan juga untuk mandi dengan sabun anti bakteri. Sabun anti bakteri dapat membantu mengurangi bakteri yang menempel. Bau badan pun bisa diatasi.

 

●  Rutin Mengganti Pakaian dengan yang Bersih

Mandi teratur akan terasa percuma jika kamu jarang mengganti pakaian dengan yang bersih. Pakaian kotor dan mengandung bakteri bisa saja membuat tubuh bau kembali. Bahkan meski sudah mandi, bau badan masih akan tetap tercium. Mengganti pakaian idealnya dilakukan setiap hari, terlebih jika kamu sering keluar rumah dan beraktivitas.

Selain itu, keringat yang menempel pada pakaian juga harus segera dibersihkan. Pakaian kotor sebaiknya jangan dibiarkan menggantung terlalu lama di gantungan baju. Sebisa mungkin, langsung pisahkan pakaian kotor dan masukkan ke ember cucian.

 

●  Hindari Makanan yang Menyebabkan Bau Badan

Daging merah dan jeroan, dua makanan tersebut sebaiknya dibatasi secara ketat, terlebih jika Anda memiliki masalah bau badan yang serius. Kedua makanan tersebut juga bisa menyebabkan masalah bau badan. Beberapa jenis sayuran dan kacang-kacangan juga berpotensi memicu masalah bau badan.

Sebut saja seperti kobis, kol, bunga kol, kangkung dan brokoli. Meski efeknya tidak sebesar daging merah dan jeroan, sebaiknya kamu juga mengontrol konsumsi sayur-sayuran tersebut. Akan lebih baik jika kamu mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi dan sehat seimbang.

 

●  Konsumsi Makanan Sehat

Selain menghindari makanan yang dapat memicu masalah bau badan, kamu juga perlu mengimbangi dengan mengkonsumsi makanan sehat seimbang. Konsumsi lebih banyak serat. Makanan tinggi serat bisa kamu jumpai pada nasi merah, sayuran dan buah.

Tentu saja, perhatikan juga jenis sayuran yang dikonsumsi. Pilihlah sayuran berdaun hijau. Klorofil yang terkandung dalam sayuran atau tanaman herbal berdaun hijau terbukti mampu menangkal bau badan tidak sedap.

Beberapa jenis tanaman herbal yang bagus untuk membantu mengurangi bau badan diantaranya adalah daun mint, daun ketumbar, kemangi dan peterseli. Selain mengonsumsi sayuran, kamu juga bisa mengkonsumsi buah-buahan, khususnya buah berjenis sitrus, seperti lemon dan jeruk. Selain tinggi antioksidan dan serat, buah-buahan sitrus juga mengandung asam yang mampu menghilangkan senyawa penyebab bau badan tidak sedap.

 

●  Gunakan Deodoran Antibakteri

Deodoran dapat membantu mengatasi masalah bau badan yang mengganggu, selain itu, dapat membantu membunuh bakteri yang menempel. Bakteri pun sulit berkembang dan menyebabkan bau badan. Untuk memperoleh hasil terbaik, kamu bisa menggunakan deodoran antiperspiran.

 

Selain membunuh bakteri penyebab bau badan, produk yang satu ini juga mampu mengurangi produksi keringat berlebih. Bahkan beberapa deodoran juga dapat menciptakan sensasi segar saat pemakaian.

Nah, dalam memilih deodoran yang tepat, kamu bisa gunakan Rexona Antibacterial Defense Roll On yang memberikan 10 kali perlindungan anti bakteri penyebab bau badan dibandingkan produk serupa lainnya! Rexona Antibacterial Defense Roll On memiliki teknologi butiran-butiran mikro MotionSense yang akan pecah karena gerakan dan melepaskan wangi yang menyegarkan.

Kamu akan mendapatkan perlindungan terhadap keringat dan bau badan hingga 48 jam, sehingga kamu tetap segar dan percaya diri dalam setiap momen. Tunggu apalagi? Buat tubuhmu segar dalam setiap aktivitas bersama Rexona!