Skip to content
Keringat Berlebih

Masalah Keringat Berlebih, Berbahayakah?

Setiap orang pasti pernah berkeringat, entah saat cuaca sedang panas atau ketika tubuh sangat aktif bergerak. Pada dasarnya, berkeringat memang merupakan hal yang normal dialami manusia, justru Kamu harus waspada jika tidak berkeringat sama sekali. Namun, proses berkeringat tersebut tentu akan mengganggu jika keluar secara berlebihan. Bagaimana tidak, keringat berlebih dapat membuat risi dan bahkan memicu munculnya bau badan. Tak hanya itu, masalah keringat berlebih yang berkelanjutan ternyata juga patut diwaspadai, karena bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan tertentu. Jadi, apakah berkeringat terlalu banyak sebenarnya merupakan hal yang normal?

Keringat Berlebih, Normal atau Tidak? 

Keringat diproduksi untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Ketika suhu tubuh naik, tubuh akan memproduksi keringat lebih banyak sebagai usaha untuk menurunkan suhunya. Produksi keringat juga menjadi lebih banyak dalam beberapa kondisi, seperti ketika mengonsumsi makanan pedas, berolahraga, cuaca panas, dsb. Apabila Kamu sedang berada dalam kondisi-kondisi tersebut dan mengeluarkan keringat berlebih, maka tak perlu terlalu khawatir. Karena itu berarti tubuhmu sedang melakukan mekanisme kinerja yang seharusnya.

Namun, keringat berlebih patut menjadi hal yang dikhawatirkan apabila terjadi secara berkelanjutan di luar kondisi-kondisi normalnya. Sebagai contoh, Kamu berada di ruangan dengan udara yang sejuk dan dilengkapi air conditioner, tapi keringatmu terus keluar dalam jumlah banyak. Jika hal itu terjadi, maka bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda adanya masalah kesehatan tertentu dalam tubuhmu. Jadi, normal atau tidaknya keringat berlebih sebenarnya dapat dikatakan bersifat relatif, tergantung bagaimana dan sesering apa masalah tersebut muncul. 

Keringat Berlebih Bisa Jadi Pertanda Penyakit-penyakit Ini

Kamu patut waspada apabila mengalami masalah keringat berlebih secara terus-menerus, karena hal tersebut bisa jadi merupakan pertanda adanya masalah kesehatan lain yang lebih serius di dalam tubuhmu. Sebab, ada beberapa penyakit yang memang menyebabkan penderitanya mudah mengeluarkan keringat dalam jumlah berlebihan. Berikut sejumlah penyakit yang dapat menyebabkan seseorang berkeringat terlalu banyak meskipun tidak melakukan aktivitas apapun atau berada di ruangan sejuk:

1. Demam Tinggi

Ketika Kamu demam, suhu tubuh pasti meningkat secara drastis. Peningkatan suhu tersebut akan membuat tubuh memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Oleh karena itu, keringat berlebih saat demam sering diklaim sebagai tanda bahwa si penderita akan sembuh. Pasalnya, keringat sering dinilai sebagai usaha alami tubuh untuk menurunkan suhunya yang sedang meningkat.

2. Gula Darah Rendah

Gula darah dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi tubuh. Orang yang memiliki kadar gula darah rendah umumnya secara otomatis juga akan mengeluarkan keringat lebih banyak. Hal ini karena tubuh harus bekerja lebih keras tanpa dukungan energi yang cukup. Jika Kamu terus-terusan mengalami keringat berlebih, bukan tidak mungkin penyebabnya adalah rendahnya gula darah yang Kamu miliki. 

3. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan. Lantas, bagaimana bisa tuberkulosis ditandai dengan keringat berlebih? Keringat yang keluar dari tubuh penderita tuberkulosis adalah respon dari tumor nekrosis alfa, yang diproduksi oleh sistem imun manusia saat melawan bakteri penyebab TBC. Jadi, jangan heran jika melihat penderita tuberkulosis selalu berkeringat meskipun dirawat dalam ruangan sejuk.

4. Penyakit Jantung

Satu lagi alasan mengapa Kamu sebaiknya tak mengabaikan masalah keringat berlebih yang terjadi secara berkelanjutan. Sebab, keringat berlebih ternyata juga bisa menjadi indikator penyakit paling mematikan di dunia, yakni penyakit jantung. Sudah menjadi rahasia umum jika penderita penyakit jantung akan mengeluarkan keringat lebih banyak, terutama pada bagian telapak tangan. Kondisi yang lebih parah bahkan akan membuat penderitanya juga mudah mengeluarkan keringat dari bagian-bagian tubuh lain seperti leher, dada, lengan, sampai rahang.

5. Hipertiroid

Tubuh yang memiliki hormon tiroid lebih banyak akan mengeluarkan keringat yang juga lebih banyak. Tiroid sendiri adalah hormon yang mengatur metabolisme tubuh manusia. Saat tubuh manusia memiliki kadar tiroid yang terlalu tinggi, produksi sekresi keringat yang dihasilkan oleh juga akan menjadi lebih banyak daripada mereka yang memiliki kadar tiroid normal. 

Apabila Kamu merasa terlalu sering mengeluarkan keringat berlebih bahkan dalam kondisi yang tak seharusnya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan. Hal ini penting dilakukan untuk mendeteksi lebih dini kemungkinan adanya berbagai masalah kesehatan atau penyakit tersebut. Namun, apabila kondisi keringat berlebihmu memang terjadi di kondisi-kondisi normal, bukan berarti Kamu tidak memiliki cara untuk menguranginya. Untuk menghindari rasa risi dan risiko bau badan akibat keringat berlebih, Kamu disarankan selalu menggunakan deodoran dengan kandungan antiperspirant setelah mandi dan sebelum beraktivitas.

Dalam hal ini, Kamu bisa mengandalkan produk-produk deodoran antiperspirant dari Rexona. Sebab, semua produk Rexona dirancang dengan efektivitas melawan bau badan sekaligus mengatasi keringat berlebih. Baik itu pria maupun wanita, bisa menemukan produk deodoran yang sesuai dengan kebutuhan. Yuk, jangan remehkan masalah keringat berlebih!

 

Referensi:

webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/how-much-sweating-is-too-much#1

time.com/3947804/sweating-healthy/

halosehat.com/penyakit/gejala/bahaya-keluar-keringat-berlebihan

merdeka.com/sehat/4-penyakit-yang-diawali-dengan-keringat-berlebih.html


Semua Produk Rexona