Skip to content
keringat dingin

Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

Setiap orang pasti mengalami yang namanya berkeringat, sehingga berkeringat pada dasarnya adalah hal yang wajar. Namun, tidak halnya kalau itu adalah keringat dingin. Keringat dingin tidak disebabkan oleh cuaca dingin, panas, atau kelelahan. Lalu apa penyebab keringat dingin (diaphoresis)?

Kondisi ini disebabkan oleh respons psikologis tubuh secara tiba-tiba untuk melindungi kita pada saat sedang dalam situasi bahaya. Keringat dingin pada umumnya terjadi ketika tubuh kita bereaksi terhadap rasa takut, rasa sakit, rasa kaget, napas pendek, dan kadar gula darah rendah.

Keringat dingin merupakan keringat yang keluar saat kulit dalam kondisi dingin, dan terjadi di beberapa area seperti ketiak, telapak tangan atau telapak kaki. Beberapa orang mengalami keringat dingin saat tidur karena demam atau yang menyertai flu. Keringat dingin berlebihan juga mungkin terjadi setelah mengonsumsi terlalu banyak alkohol.

 

Gejala dan Penyebab Keringat Dingin

Kalau kamu mengalami keringat dingin setiap hari atau keringat malam, periksakan ke dokter atau paramedis untuk diperiksa lebih lanjut sehingga penyebabnya bisa dideteksi. Namun, secara umum gejala keringat dingin meliputi:

-          Kulit menjadi pucat

-          Tubuh terasa tidak enak bahkan sakit

-          Napas lebih pendek dan cepat

-          Detak jantung lebih cepat

-          Perut mual hingga muntah

-          Mulut terasa kering

-          Kepala pusing dan tegang

-          Stres

 

Keringat dingin juga memiliki beragam penyebab. Penyebab-penyebab keringat dingin tersebut bisa mengarah pada kondisi-kondisi tubuh atau penyakit yang berbahaya. Untuk itu, sangat penting buat kamu untuk bisa mengetahui apa saja penyebab keringat dingin agar kamu bisa segera mengantisipasi kondisi-kondisi berbahaya dari tubuh kamu. Berikut adalah beberapa penyebab dan kaitan keringat dingin terhadap penyakit-penyakit yang bisa berbahaya:

-          Hipoksia atau berkurangnya pasokan oksigen ke organ-organ tubuh karena kekurangan oksigen.

-          Hipoglikemia atau gula darah rendah dimana kadar gula darah berada di bawah batas normal.

-          Syok atau gangguan medis yang menyebabkan aliran darah ke otak atau organ vital lainnya terhenti akibat cedera atau luka tertentu yang biasanya akibat kecelakaan.

-          Sepsis atau kondisi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap infeksi bakteri atau virus.

-          Rasa sakit yang tidak tertahankan akibat penyakit atau kondisi tertentu yang terjadi pada tubuh, dimana keringat dingin merupakan cara tubuh dalam merespon dan meringankan rasa sakit tersebut.

-          Hipotensi atau tekanan darah yang rendah secara drastis yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan gangguan serius karena otak dan organ vital lainnya tidak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang cukup.

-          Stres berlebih yang tidak dikelola dengan baik hingga menyebabkan tekanan psikologis. Stres ini bisa menyebabkan gangguan-gangguan hingga penyakit yang berbahaya untuk tubuh.

-          Serangan jantung juga merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya keringat dingin yang kemudian diikuti oleh nyeri dada, sesak, pusing hingga ingin pingsan sebagai.

 

Cara Mengatasi Keringat Dingin

Karena keringat dingin bisa menjadi salah satu pertanda awal dari kondisi atau penyakit yang berbahaya, maka cara mengatasi keringat dingin adalah dengan mengenali kondisi yang kamu alami, karena penangannya akan disesuaikan dengan kondisi atau penyakit tertentu yang kamu alami. Untuk itu, berkonsultasi ke dokter adalah cara yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Namun, bila kamu tidak memiliki kondisi atau penyakit tertentu, maka penanganan keringat dingin pada dasarnya adalah dengan mencegah risiko-risiko kondisi atau penyakit yang serius, yaitu dengan:

-          Menerapkan pola hidup yang sehat

-          Rajin berolahraga

-          Menjaga kebersihan diri

 

Keringat dingin memang tidak disebabkan oleh hal yang sama dengan keringat biasa. Namun, efeknya tetap sama, yaitu bila berlebihan bisa menyebabkan bau badan. Hal ini akan jadi lebih parah kalau kamu tidak menjaga kebersihan diri. Oleh karena itu, untuk membantu mengatasi bau badan dan risikonya akibat dari keringat, kamu bisa menggunakan Rexona Ice Cool Deodorant Spray yang akan memberikan kamu kesegaran dan perlindungan 48 jam, sehingga kamu bisa melakukan semua aktivitas dengan nyaman.


Semua Produk Rexona