Skip to content
Deodorant for men, deodoran pria, men's deodorant

Bau Badan Bisa Disebabkan Karena Faktor Keturunan

Makanan yang dikonsumsi dan kebersihan yang kurang terjaga adalah beberapa penyebab bau badan tidak sedap. Biasanya, kaum prialah yang paling sering memiliki masalah serius dengan bau badan. Untuk membantu mengatasi bau badan yang mengganggu tersebut tentunya selalu disarankan untuk menggunakan deodoran pria.

Tapi kalau masalah bau badan yang kamu alami terus muncul meski sudah menjaga kebersihan badan dan mengonsumsi makanan sehat, bisa jadi masalah ini terjadi karena mutasi gen yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Teratur menggunakan deodoran pria sehabis mandi bisa membantu mengurangi aroma tidak sedap akibat produksi keringat berlebih.

Hanya saja, deodoran tidak dapat bekerja sendiri. Kamu tetap harus melengkapinya dengan langkah antisipasi agar setiap potensi penyebab bau badan bisa dieliminasi. Agar bisa menemukan solusi yang lebih utuh, kamu juga perlu tahu kenapa masalah bau badan yang tidak kunjung teratasi bisa terjadi.

 

Masalah Bau Badan dan Faktor Genetika

Masalah bau badan bisa sangat mengganggu bagi orang yang mengalaminya. Ingin bersosialisasi jadi tidak percaya diri. Jangankan bersosialisasi, beraktivitas fisik saja mungkin terasa penuh kekangan. Mengingat korelasi antara produksi keringat berlebih dan aroma tubuh yang tidak sedap, tidak mengherankan jika ada beberapa orang yang memilih untuk membatasi aktivitas fisiknya.

Kondisi seperti di atas memang lazim terjadi. Membatasi aktivitas fisik juga bukan solusi yang ideal. Tapi kalau bau badan masih saja mengganggu meski kamu sudah menjaga kebersihan tubuh, hampir bisa dipastikan masalahnya ada pada genetik. Pertanyaannya sekarang, bagaimana gen bisa mempengaruhi bau badan?

Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 353 orang yang berobat ke Monell Chemical Senses Center, Philadelphia, Amerika Serikat, ditemukan bahwa ada korelasi antara bau badan dengan genetik. Dalam studi tersebut, dari total 353 orang, sebanyak 118 orang atau sepertiga dari jumlah total orang yang mengalami masalah bau badan tanpa sebab yang jelas ternyata mengidap Trimethylaminuria (TMAU).

Trimethylaminuria (TMAU) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan tubuh dalam memproses senyawa kimia trimethylamine. Senyawa triethylamine sendiri dapat ditemukan pada makanan yang mengandung unsur kolin, seperti telur, terigu, ikan laut dan kacang-kacangan. Senyawa ini memiliki karakter berbau amis. Saat tubuh tidak mampu memproses senyawa triethylamine dengan baik, bau keringat, urin bahkan bau nafas hampir bisa dipastikan jadi lebih menyengat.

Trimethylaminuria (TMAU) bisa terjadi akibat mutasi gen FMO3. Mutasi ini bisa diwariskan dari generasi sebelumnya dan membuat penderitanya memiliki masalah bau badan serius. Hingga saat ini, kelainan tersebut cenderung sulit diobati. Meski demikian, trimethylaminuria terbilang sangat jarang terjadi.

 

Segera Atasi masalah Bau Badan!

Bagi kamu yang memiliki masalah bau badan, sebenarnya ada banyak jalan untuk mengatasinya, terlebih bagi kaum pria yang aktif. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur dan melengkapinya dengan menggunakan men's deodorant. Di samping itu, masih ada banyak cara lain yang bisa kamu aplikasikan untuk mengatasi masalah bau badan.

 

●  Jaga Kebersihan Tubuh

Masalah utama bau badan sebenarnya terletak pada keringat yang bercampur dengan kuman dan bakteri. Saat tubuh berkeringat, kotoran dan bakteri akan lebih mudah menempel. Jika tidak segera dibersihkan, bakteri akan berkembang. Inilah yang kemudian menyebabkan bau badan.

Jika kamu memiliki masalah bau badan, kamu bisa mulai dari sini. Mulailah menjaga kebersihan tubuh, setidaknya mandi dengan lebih teratur. Mandi minimal dua kali sehari akan membantu mengurangi kotoran dan bakteri yang menempel. Saat mandi, sebaiknya gunakan sabun antibakteri.

Sabun seperti ini mampu menghilangkan bakteri penyebab bau badan secara efektif. Jika kamu rutin membersihkan tubuh dengan sabun antibakteri, bau badan dipastikan akan berkurang. Setelah selesai mandi, jangan lupa keringkan tubuh dengan benar.

Perlu diingat, tubuh yang tidak dikeringkan dengan benar bisa membuat bakteri penyebab bau badan lebih mudah menempel dan berkembang biak. Karena itu, pastikan kamu mengeringkan badan dengan benar, terlebih pada area-area yang sering menghasilkan keringat, seperti area ketiak. Keringkan bagian ketiak dengan mengusapnya secara lembut. Setelah itu, kamu bisa menggunakan parfum agar ketiak lebih wangi.

 

●  Gunakan Pakaian yang Bersih dan Menyerap Keringat

Menjaga kebersihan tubuh tentunya harus dilakukan secara menyeluruh. Setelah mandi secara teratur, pakaian yang dikenakan juga harus rutin diganti. Ingat, kotoran dan bakteri yang menempel di pakaian bisa saja kembali menempel di kulit jika kamu tetap mengenakannya.

Karena itu, pastikan untuk selalu berganti pakaian bersih setelah mandi. Saat memilih pakaian, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan. Selain mempertimbangkan kenyamanan dan penampilan, pastikan juga untuk menyesuaikannya dengan aktivitas yang hendak dilakukan.

Jika kamu termasuk aktif bergerak, sebaiknya pilih pakaian yang menyerap keringat. Pilihlah pakaian berbahan katun. Pakaian berbahan katun tidak hanya terasa sejuk saat dikenakan. Saat digunakan untuk beraktivitas, pakaian berbahan katun juga terasa nyaman. Bahan pakaian yang terasa sejuk membuat tubuh tidak mudah berkeringat.

Karakter bahan yang menyerap keringat juga membuat keringat yang keluar lebih cepat diserap. Akibatnya, lebih sedikit keringat yang menempel di tubuh. Kotoran dan bakteri yang menempel juga jadi lebih sedikit. Keringat yang tidak banyak keluar berarti dua hal. Kotoran tidak akan mudah menempel dan bakteri tidak akan mudah berkembang biak.

Kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan bau badan tidak akan tercapai. Jadi meski kamu aktif bergerak, bau badan tidak akan terlalu menyengat. Sama halnya dengan pakaian berbahan katun yang dapat menyerap keringat dan membantu mengurangi aroma tubuh yang menyengat, ada juga bahan pakaian yang berpotensi memberi efek sebaliknya.

Salah satunya adalah kain sintetis seperti polyester. Bahan polyester cenderung tidak mudah menyerap keringat. Bahan polyester juga terasa gerah saat dikenakan. Itulah kenapa menghindari pakaian berbahan polyester lebih dianjurkan. Meski demikian, kamu tetap bisa mengenakannya secara terbatas dalam situasi-situasi di mana aktivitas fisik tidak terlalu banyak.

 

●  Perhatikan Asupan Makanan

Makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kondisi tubuh dalam banyak cara. Selain mempengaruhi kondisi kesehatan, makanan kamu makan juga berpengaruh pada aroma tubuh. Beberapa jenis makanan terbukti mampu meningkatkan produksi keringat. Misalnya saja makanan pedas.

Mengkonsumsi makanan pedas bisa membuat tubuh terasa gerah dan memicu produksi keringat lebih banyak. Jika produksi keringat terlalu banyak, bakteri akan lebih mudah berkembang biak hingga memicu masalah bau badan. Makanan berbau tajam dan konsumsi protein yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko bau badan.

Jika makanan yang kamu konsumsi lebih banyak berasal dari bahan-bahan segar dan bervariasi, aroma tubuh tidak akan terlalu menyengat. Namun jika kamu terlalu sering makan makanan berbau tajam, aroma tubuh juga akan mengikuti. Ada beberapa makanan yang perlu dibatasi, terlebih bagi kamu yang memiliki masalah bau badan serius.

Makanan-makanan tersebut diantaranya adalah makanan berbau amis seperti ikan asin, telur, daging merah dan jeroan. Beberapa jenis kacang-kacangan juga dapat memicu bau badan. Konsumsi kopi, bawang putih, jinten dan bawang bombay sebaiknya juga dikontrol. Selain makanan-makanan yang telah disebutkan di atas, beberapa jenis sayuran juga berpotensi membuat aroma tubuh jadi tidak sedap. Misalnya saja seperti asparagus, kubis, brokoli, kembang kol, kangkung, sawi hijau, lobak dan selada air.

Sayuran di atas termasuk ke dalam genus brassia yang tinggi sulfur. Karena kandungan sulfurnya yang tinggi, mengkonsumsinya secara berlebihan bisa membuat tubuh beraroma layaknya telur busuk. Jika ada makanan yang dapat memperparah masalah bau badan, tentunya ada juga makanan yang dapat membantu mengatasinya.

Buah-buahan dan sayur tinggi air sangat bagus untuk membantu mengatasi masalah bau badan. Makanan tinggi kalsium juga demikian. Selain itu, kamu bisa mengkonsumsi minyak zaitun, oat, pisang dan teh hijau untuk membantu mengurangi produksi keringat berlebih. Setelah melihat daftar makanan yang perlu dibatasi, terlihat jelas kalau ada begitu banyak makanan yang berpotensi memicu masalah bau badan.

Padahal, makanan-makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh. Menghindari sepenuhnya jelas mustahil. Karena itu, langkah terbaik untuk mengatasi masalah bau badan tanpa harus kehilangan kesempatan untuk memperoleh nutrisi yang berharga bagi tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi.

 

●  Gunakan Deodoran

Pada dasarnya bakteri adalah penyebab utama masalah bau badan. Saat bakteri berkembang semakin banyak, pada saat itulah bau badan menjadi tidak sedap. Karenanya, salah satu cara untuk mengatasi masalah bau badan adalah dengan menghambat perkembangan bakteri penyebab bau badan.

Salah satu cara untuk menghambat perkembangan bakteri penyebab bau badan adalah dengan menggunakan deodoran. Pastikan untuk selalu menggunakannya setiap sehabis mandi. Deodoran umumnya mengandung alkohol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Saat diaplikasikan ke area ketiak, bakteri di area ini akan sulit berkembang biak dan bau badan pun tidak lagi menyengat.

Masalah bau badan juga bisa disebabkan karena produksi keringat berlebih. Keringat yang terlalu banyak bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri penyebab bau badan untuk berkembang biak. Karena itu, mengurangi produksi keringat, khususnya di area ketiak bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasi masalah bau badan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan antiperspiran.

Antiperspirant mengandung senyawa aluminium yang dapat membantu mengurangi produksi keringat berlebih. Keringat yang keluar akan tertahan dan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang dapat dihindari.

Saat ini juga sudah ada produk yang mengkombinasikan keunggulan deodoran dan antiperspiran. Dengan produk ini, produksi keringat berlebih dapat ditekan. Bakteri penyebab bau badan juga tidak mudah berkembang biak. Hasilnya, kamu bisa terhindar dari masalah bau badan yang menyengat.

Kini kamu tidak perlu lagi khawatir dengan masalah bau badan. Rexona Invisible Dry Roll On akan membantumu mengatasi masalah bau badan dan mengembalikan kepercayaan dirimu.

Rexona Invisible Dry Roll On adalah deodorant for men tanpa pewarna yang dirancang untuk membantu mengatasi masalah bau badan tanpa meninggalkan noda di baju. Teknologi MotionSense dalam deodoran Rexona juga akan membantumu agar tetap segar sepanjang hari.

Butiran-butiran mikro MotionSense yang menempel di kulit akan pecah dan menyebarkan kesegaran serta keharuman aroma kayu setiap kali kamu bergerak. Jadi meski aktif bergerak, kamu tidak perlu lagi merasa khawatir dengan bau badan yang menyengat.

Rexona Invisible Dry Roll On memberikan perlindungan dari bau badan hingga 48 jam. Perlindungan dari pagi hingga malam bisa kamu dapatkan cukup dengan 4-6 kali olesan di area ketiak setelah mandi. Jadi meski sedang sibuk, kamu tidak perlu berhenti.