Skip to content
duduk, keringat berlebih bahkan saat sedang duduk

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Keringat Berlebih Akibat Hiperhidrosis

Keringat berlebih terjadi ketika seseorang berkeringat tanpa ada panas atau aktivitas fisik yang memicunya. Hal ini cukup mengganggu sehingga perlu dicari penyebab dan cara mengatasi keringat berlebih ini. Masalah keringat berlebih sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor medis yang disebut hiperhidrosis. Meski penyebab pasti hiperhidrosis belum diketahui, kondisi ini dipercaya terjadi akibat kelenjar-kelenjar keringat bekerja terlalu aktif. Meski begitu, tidak semua orang yang memiliki masalah keringat berlebih bisa dikatakan menderita hiperhidrosis. Pada faktanya, hanya 1% orang yang mengalami kondisi keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis ini. Penderita hiperhidrosis bisa memproduksi hingga lima kali lebih banyak keringat dibandingkan jumlah yang diperlukan tubuh. Beberapa orang mungkin mengalami keringat berlebih pada sekujur tubuh sebagai akibat kondisi medis atau jenis obat tertentu. Kondisi ini disebut hiperhidrosis sekunder. Di sisi lain, ada pula yang disebut sebagai kondisi hiperhidrosis primer. Untuk mengetahui secara lebih dalam mengenai hiperhidrosis dan cara mengatasi keringat berlebih, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Keringat Berlebih

Hiperhidrosis Primer

Hiperhidrosis primer adalah kondisi keringat berlebih yang umumnya muncul di ketiak, tangan, kaki, dan dahi. Kondisi ini tidak disebabkan oleh penyakit tertentu. Sebagian besar penderita hiperhidrosis primer sudah mendapatkan masalah keringat berlebih sejak usia anak-anak atau remaja. Penyebab hiperhidrosis primer adalah sistem saraf yang mendorong kelenjar keringat untuk bekerja lebih aktif. Penderita hiperhidrosis primer akan berkeringat meskipun cuaca tidak panas dan tidak melakukan aktivitas apapun. Atau dengan kata lain, penderita hiperhidrosis primer memang telah memiliki masalah keringat berlebih sebagai bawaan kondisi tubuh.

Hiperhidrosis Sekunder

Selain hiperhidrosis primer, penyebab keringat berlebih lainnya adalah hiperhidrosis sekunder. Jika hiperhidrosis primer terjadi tanpa adanya latar belakang kondisi medis, hiperhidrosis sekunder justru muncul sebagai akibat dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hiperhidrosis sekunder misalnya diabetes, gagal jantung, gangguan tiroid, dan obesitas. Selain itu, penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat psikiatri, tekanan darah, antibiotik, dan suplemen tertentu juga dapat menjadi faktor penyebab hiperhidrosis sekunder. Untuk mengatasi keringat berlebih akibat hiperhidrosis sekunder, penderitanya harus mencari tahu lebih dulu kondisi medis yang menyebabkan ia mengalami keringat berlebih ini.

Cara Mengatasi Keringat Berlebih Akibat Hiperhidrosis

Jika Kamu termasuk orang yang mengalami masalah keringat berlebih karena kondisi medis hiperhidrosis, tidak perlu terlalu khawatir. Karena merupakan sebuah kondisi medis, hiperhidrosis bisa diatasi dengan medical treatment maupun beberapa cara sederhana. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Kenali Gejala Hiperhidrosis

Tidak semua orang yang mengalami masalah keringat berlebih merupakan penderita hiperhidrosis. Kamu perlu mengenali terlebih dahulu apakah masalah keringat berlebihmu termasuk hiperhidrosis atau bukan. Beberapa tanda masalah keringat berlebih perlu diwaspadai sebagai hiperhidrosis adalah tetap berkeringat banyak meski berada di cuaca sejuk atau tidak berolahraga, keringat terasa lebih lengket khususnya di area telapak kaki dan tangan, dan kulit pecah-pecah. Pada kondisi yang parah, hiperhidrosis bisa menyebabkan rasa sakit di kepala hingga peningkatan suhu badan.

2. Menjalani Serangkaian Tes di Dokter

Apabila masalah keringat berlebih sudah dirasa mengganggu kondisi tubuh, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, dokter akan membantumu memastikan apakah Kamu menderita hiperhidrosis. Ada serangkaian tes yang umumnya dilakukan, meliputi tes fisik, tes urine, dan tes darah. Dokter biasanya juga akan melakukan tes keringat untuk mengetahui tingkat keparahannya. Tes keringat sendiri terdiri dari tes konduksi kulit, thermoregulatory sweat test, dan iodine-starch test. Kamu juga bisa menjalani prosedur medis lain seperti mengonsumsi obat antikolinergik dan antidepresan, atau menjalani metode iontoforesis.

3. Beri Sirkulasi Udara untuk Pori-pori Kulit

Selain dengan penanganan medis, penderita hiperhidrosis juga bisa mengurangi rasa risi akibat keringat berlebih yang keluar dengan melakukan beberapa cara sederhana. Salah satunya adalah menggunakan pakaian yang longgar untuk beraktivitas sehari-hari. Sebab, pakaian yang terlalu ketat akan membuatmu lebih mudah berkeringat.

4. Menggunakan Antiperspirant Secara Rutin

Selain beberapa cara di atas, mengatasi keringat berlebih akibat hiperhidrosis juga bisa dilakukan dengan menggunakan produk deodoran untuk mengurangi keringat berlebih. Dalam hal ini, pilihlah deodoran yang sekaligus mengandung antiperspirant. Sebab, zat antiperspirant memang memiliki kegunaan utama mengurangi produksi keringat dalam tubuh. Semua produk Rexona telah dilengkapi antiperspirant sehingga dapat menjadi pilihan tepat untuk mengatasi masalah keringat berlebih.

Khusus bagi Kamu yang sangat banyak berkeringat, Rexona memiliki rangkaian produk Rexona Antibacterial Defense, yang bisa Kamu pilih dalam bentuk spray maupun roll on. Teknologi Motionsense yang dihadirkan membuat produk ini dapat menjagamu tetap kering sepanjang hari. Tak hanya itu, Rexona Antibacterial Defense juga ampuh menjagamu dari bakteri penyebab bau badan yang mungkin muncul karena keringat berlebih. Segera atasi masalahmu dengan cara mengurangi keringat berlebih, karena jika dibiarkan hal ini juga bisa menyebabkan masalah ketiak basah!


Semua Produk Rexona