Skip to content
5 Fakta Bekas Pemain Bintang Manchester City Paul Dickov

5 Fakta Bekas Pemain Bintang Manchester City Paul Dickov

 

Sebagai penggemar Manchester City, kamu pasti sudah tahu bahwa bulan Oktober lalu kesebelasan favoritmu datang ke Indonesia dengan membawa enam trofi yang mereka menangkan di musim 2018 – 2019 ini. Dalam event bertajuk World Trophy Tour 2019, Man. City memboyong juga salah satu pemain legendaris mereka, yaitu Paul Dickov. Penasaran ingin tahu lebih banyak lagi tentang Dickov? Berikut ini ada lima fakta menarik seputar Dickov yang fans Man. City wajib ketahui!

Kewarganegaraan

Paul Dickov lahir pada tanggal 1 November 1972 di Livingstone, Skotlandia. Pria yang kini berusia 46 tahun ini merupakan Warga Negara Skotlandia dan meniti karirnya sebagai pemain sepakbola sejak tahun 1990 dengan bermain untuk Arsenal. Enam tahun kemudian, barulah ia meniti karir di Manchester City sebagai striker. Pada tahun 2000, dia pun ditunjuk sebagai salah satu pemain Tim Nasional Skotlandia dan tampil pertama kali di tingkat Internasional dalam kualifikasi Piala Dunia melawan San Marino.

Prestasi

Di Manchester City, Dickov dikenal sebagai penyerang gahar yang tak takut siapapun. Saat itu Man. City masih ada di Divisi Satu (Division One). Selama mengabdi di Manchester biru, Dickov berhasil mencetak beberapa prestasi gemilang. Di antaranya menjadi pencetak gol terbanyak di klub dengan 9 gol di musim  1997 – 1998, menyandang pencetak gol terbaik dari Man. City. Dia juga berhasil membawa klub ke divisi utama yang sekarang dikenal dengan sebutan English Premier League (EPL) pada tahun 2005. 

Selain berkarir di Arsenal dan Manchester City, Dickov juga sempat bermain untuk Leicester City dan Blackburn Rovers sebelum akhirnya kembali ke tim yang membesarkan namanya. Berkat penampilan gemilangnya di klub tersebut, ia berhasil menarik perhatian Craig Brown, pelatih Timnas Skotlandia kala itu dan dipilih untuk menjadi bagian dari timnas pada tahun 2000.

Di dunia sepakbola, Dickov dikenal dengan kelincahan dan kegaharannya di lapangan hijau. Bahkan Rio Ferdinand, salah satu pemain legenda dari Manchester United yang  merupakan klub satu kota Manchester City, mengatakan bahwa Dickov memiliki kemampuan untuk menyulitkan lawannya di lapangan hijau. Kegesitan dan kegaharan mantan striker Man. City ini juga membuat sang pelatih klub saat itu, Joe Royle, menjulukinya ‘The Wasp’. Dickov juga dijuluki sebagai ‘The Pest’ saat membela Leicester karena kemampuannya yang seringkali membuat lawan kewalahan.

Karir

Karir sepakbola Paul Dickov dimulai di tahun 1990 dengan membela Arsenal dan berhasil memboyong gelar UEFA Cup Winners 1994 bersama timnya. Meskipun begitu, dia memiliki kesulitan untuk mempertahankan posisinya di tim utama Arsenal dan berakhir sebagai pemain pinjaman di Luton Town dan Brighton sebelum akhirnya diboyong Manchester City pada tahun 1996. Dickov menghabiskan enam musim bersama tim tersebut dan akhirnya hengkang ke Leicester City pada tahun 2002.

Dickov hanya mampu bertahan dua musim di Leicester dan akhirnya pindah ke Blackburn Rovers tahun 2004. Setelah kontraknya habis dengan kesebelasan tersebut, dia kembali bergabung dengan Manchester City untuk beberapa musim sebelum meninggalkan klub untuk bermain di klub lainnya, seperti Crystal Palace, Blackpool, Leicester City, Derby County, dan Leeds United.

Kedatangan ke Indonesia

Dickov mengunjungi Indonesia untuk kedua kalinya. Kali ini, kunjungan Dickov dalam rangka Manchester City World Trophy Tour 2019. Pria berusia 46 tahun ini menyambangi fans setia Man. City sembari memamerkan piala yang berhasil diraih klub tersebut di musim 2018-2019.

Kegiatan Selama di Indonesia

Dickov melakukan berbagai macam aktivitas menarik selain menyambangi fans Manchester City di Indonesia. Di antaranya mengunjungi Museum Tekstil yang berlokasi di Jakarta. Bukan hanya mengunjungi museum saja, Dickov juga terlibat dalam proses pembuatan batik menggunakan canting.

Paul Dickov bersama Manchester City World Trophy Tour 2019 yang disponsori oleh Rexona ingin menunjukan pada siapapun bahwa bergerak secara aktif dapat membantu mencapai cita-citamu. Untuk mendukung upaya tersebut, Rexona menghadirkan Rexona Men agar kamu tidak perlu takut lagi bergerak aktif demi meraih cita-citamu seperti para pemain Man. City.