Skip to content
Yuk, Cek dan Ketahui Protokol Kesehatan Menuju New Normal!

Yuk, Cek dan Ketahui Protokol Kesehatan Menuju New Normal!

Seluruh dunia kini tengah beradaptasi dengan penerapan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi COVID-19 yang masih mengancam kesehatan masyarakat. Terlepas masih mewabahnya virus tersebut, setiap negara sudah mempersiapkan berbagai protokol kesehatan dengan aturan yang ketat. Protokol tersebut perlu diterapkan agar penyebaran wabah COVID-19 dapat diminimalisir meski masyarakat menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Sebenarnya seperti apa sih new normal itu? Bagaimana protokol kesehatan yang diberlakukan di Indonesia agar kamu tetap terhindar dari COVID_19 meskipun beraktivitas seperti biasa di luar rumah? Apa saja peraturan yang diterapkan masing-masing sektor di Indonesia agar tatanan hidup baru ini dapat dijalankan dan memberikan rasa aman pada masyarakat di tengah pandemi virus corona yang belum berakhir?

 

Apa Itu New Normal?

New normal merupakan bagian dari usaha untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 dalam segala aspek, khususnya aspek kesehatan dan sosial–ekonomi. Pemerintah Indonesia telah menyusun berbagai aturan dan protokol kesehatan agar new normal ini bisa diterapkan dengan mempertimbangkan kesiapan regional dan studi epidemiologis. New normal bisa diterapkan pada suatu wilayah dengan jumlah reproduksi virus (Rt – effective reproduction number) kurang dari 1.

Kesiapan sektor publik di masing-masing daerah pun perlu diperhatikan sebelum kenormalan baru ini pun bisa diterapkan dengan didukung oleh protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah. Selain itu, setiap negara pun perlu memperhatikan indikator sistem kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO (World Health Organization) agar dapat menerapkan tatanan kehidupan baru.

 

Protokol Kesehatan di Berbagai Sektor dalam Penerapan New Normal

Umumnya protokol kesehatan yang perlu diberlakukan selama masa pandemi COVID-19 meliputi menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak atau physical distancing, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga. Selain protokol kesehatan yang mendasar, peraturan lain pun ditambahkan dan disesuaikan dengan sektor atau kegiatan yang dilangsungkan di luar rumah.

Misalnya aturan ketika berkumpul di luar rumah, bekerja di kantor, belajar di sekolah, berbelanja di pasar, makan di restoran, aturan saat naik kendaraan umum, dan sebagainya. Nah, untuk informasi lebih jelasnya, berikut ini protokol kesehatan yang perlu diterapkan berbagai sektor yang berbeda dalam implementasi new normal atau tatanan hidup baru.

 

New Normal di Tempat Kerja

Pada tanggal 25 Mei 2020, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Peraturan tersebut berisi protokol kesehatan di tempat kerja yang menjelaskan bahwa:

●      Perusahaan wajib membentuk Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas Kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja.

●      Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai COVID-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

●      Tidak memperlakukan kasus positif sebagai suatu stigma.

●      Pengaturan bekerja dari rumah (work from home) dengan menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

●      Di pintu masuk tempat kerja lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogun, dan sebelum masuk kerja terapkan Self Assessment risiko COVID-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19.

●      Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

●      Jika memungkinkan tiadakan shift 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari). Bagi pekerja shift 3 atur agar yang bekerja, terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

●      Mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja.

●      Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C.

●      Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

●      Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.

●      Menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dan lainnya).

●      Menyediakan sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir). Kemudian memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan. Lalu memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

●      Physical distancing dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar-pekerja minimal 1 meter pada setiap aktivitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dan lainnya).

●      Mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui Pola Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja seperti makanan seimbang dan olahraga teratur.

●      Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi.

●      Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat shalat, alat makan, dan lain lain.

Buat kamu para pekerja kantoran, pastikan kamu juga selalu menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Jika merasa sedang sakit dengan keluhan demam, batuk, atau pilek, lebih baik istirahat di rumah dan jangan memaksakan diri untuk datang ke kantor. Selain itu, sebisa mungkin gunakan kendaraan pribadi. Namun, jika kamu hanya bisa menggunakan kendaraan umum, pastikan untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter, bawa helm sendiri, gunakan pembayaran dengan sistem cashless atau non-tunai, dan jangan menyentuh fasilitas umum.

 

New Normal di Sektor Pendidikan

Hingga saat ini masih belum ada protokol kesehatan new normal dalam sektor pendidikan. Namun, tahun ajaran baru akan tetap dimulai pada pertengahan Juli. Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 masih memerlukan kajian dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing.

Bila tatanan hidup baru diterapkan di sekolah, penerapannya perlu disiapkan secara matang dan disosialisasikan dengan baik. Epidemiologi dari Global Health Security CEPH Griffith University, dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand), mengatakan bila ingin menerapkan new normal di sekolah, screening sangatlah dianjurkan untuk terhindar dari penularan COVID-19 pada usia muda yang berakibat fatal dan bisa menyebabkan kematian. Screening tersebut meliputi:

●      Pengecekan kesehatan bagi pihak-pihak terkait

●      Screening zona tempat tinggal

●      Melakukan tes COVID-19 bila diperlukan

●      Penetapan waktu kegiatan belajar mengajar perlu disesuaikan

●      Pengaturan tempat duduk agar tidak berdempetan

Selain hal-hal di atas, tentunya protokol kesehatan yang mendasar dan penting seperti menjaga kebersihan, mengenakan masker, dan menjaga jarak perlu diterapkan.

 

New Normal di Mall

Protokol kesehatan telah dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Berikut ini yang harus diberlakukan dalam penerapan tatanan hidup baru di mall:

●      Karyawan yang bekerja di mall harus sehat.

●      Tidak adanya pengunjung yang berdesakan.

●      Mengutamakan pembayaran dengan sistem cashless atau non-tunai.

●      Wajib menggunakan masker di area mall.

●      Melakukan pemeriksaan suhu tubuh.

●      Tetap menjaga jarak.

●      Lakukan sterilisasi sesering mungkin pada fasilitas umum seperti toilet, lift, pegangan eskalator, dan benda-benda lain yang sering disentuh pengunjung guna menghindari penularan COVID-19.

 

New Normal di Pasar

Berdasarkan Surat Edaran dari Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020, berikut ini protokol kesehatan yang perlu diterapkan di pasar dalam masa new normal:

●      Semua pedagang, pengelola pasar dan organ pendukungnya wajib bebas COVID-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/Rapid Test yang difasilitasi pemerintah daerah.

●      Pedagang yang berdagang di pasar rakyat diatur bergiliran dengan jarak antar pedagang minimal 1,5 meter.

●      Sebelum pasar dibuka pada pukul 06.00-10.00, dilakukan screening awal untuk memastikan suhu tubuh seluruh pedagang, pengelola pasar, dan organ pendukungnya kurang dari 37,5 derajat celcius.

●      Melarang masuk orang dengan gejala pernapasan seperti batuk, flu, dan sesak napas.

●      Mewajibkan pengunjung menggunakan masker dan menjaga jarak antrian 1,5 meter serta kontrol suhu tubuh pengunjung kurang dari 37,3 derajat celcius.

●      Di area pasar disediakan area cuci tangan, sabun dan hand sanitizer, serta melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan atau lokasi setiap dua hari sekali.

●      Menjaga kebersihan lokasi berjualan termasuk lapak, los dan kios sebelum dan sesudah aktivitas kegiatan perdagangan.

●      Memelihara bersama kebersihan sarana umum seperti toilet umum, tempat pembuangan sampah, tempat parkir, lantai atau selokan, serta tempat makan sebelum dan sesudah aktivitas kegiatan perdagangan.

●      Menetapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 30% dari jumlah kunjungan pada saat kondisi normal dengan menerapkan kontrol yang ketat pada pintu masuk dan pintu keluar yang diatur untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai protokol kesehatan.

●      Pemasok mengatur waktu pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke pasar rakyat.

●      Mengoptimalkan ruang terbuka outdoor, misal tempat parkir, untuk berjualan dalam rangka physical distancing dengan mengatur jarak antar pedagang dalam rentang minimal 2 meter.

 

New Normal untuk Ojek Online

Menurut Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 tahun 2020, berikut merupakan protokol kesehatan di masa new normal bagi sektor transportasi online, khususnya ojek online atau ojol:

●      Driver wajib menggunakan masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan menyediakan alat cuci tangan.

●      Transaksi disarankan secara non-tunai atau cashless.

●      Perusahaan aplikasi sebaiknya menyediakan alat sekat untuk penumpang dan pengemudi.

●      Membentuk pos kesehatan yang di dalamnya disediakan alat disinfektan, alat cuci tangan, dan pengukur suhu tubuh.

●      Perusahaan wajib menyediakan hair cap untuk penumpang yang bisa digunakan jika mengenakan helm milik driver.

●      Penumpang sebaiknya membawa helm sendiri.

 

New Normal di KRL

Melalui situs resminya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengeluarkan protokol kesehatan dalam masa tatanan hidup baru, seperti:

●      Wajib menggunakan masker selama di KRL dan stasiun.

●      Penumpang wajib jaga jarak sesuai marka yang tertera. Jika kondisinya padat, petugas akan menerapkan sistem buka tutup di luar stasiun.

●      Setiap penumpang disarankan melakukan transaksi nontunai.

●      Anak berusia kurang dari lima tahun atau balita dilarang naik KRL untuk sementara waktu.

●      Untuk penumpang lanjut usia atau lansia, hanya diizinkan naik KRL di luar jam sibuk pada pukul 10.00-14.00 WIB.

●      Balita dan lansia yang harus memakai KRL karena keperluan mendesak, misal perawatan rutin ke rumah sakit, harus melapor ke petugas stasiun.

●      Para pedagang dengan barang bawaan yang banyak tidak boleh naik KRL di saat jam sibuk.

●      Setiap penumpang tidak berbicara secara langsung atau melalui telepon seluler selama di dalam kereta.

 

New Normal di Tempat Ibadah

Tempat ibadah pun memiliki protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Di antaranya:

●      Tempat ibadah hanya boleh diisi maksimal 50% dari kapasitasnya.

●      Menerapkan physical distancing minimal 1 meter antar peserta ibadah.

●      Lakukan sterilisasi sebelum dan sesudah kegiatan ibadah.

●      Setelah selesai dengan kegiatan rutin, tempat ibadah ditutup kembali.

●      Bagi masjid atau musholla hindari penggunaan permadani atau karpet dan setiap jema’ah harus membawa alat sholat sendiri. Selain itu, tidak ada penitipan alas kaki sehingga Jemaah perlu membawa sendiri wadah untuk menyimpan alas kaki.

 

Memasuki tatanan hidup baru atau new normal, masyarakat perlu memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut tentunya dapat mencegah penularan COVID-19 meskipun setiap orang telah kembali melakukan aktivitas di luar rumah. Protokol kenormalan baru juga setidaknya dapat memberikan rasa aman ketika beraktivitas di luar ruangan. Selama mematuhinya, kamu dapat terhindar dari infeksi virus berbahaya seperti COVID-19. Jadi apakah kamu siap memasuki kenormalan baru?