Skip to content
Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Tingkatkan Dirimu Menjadi Pribadi yang Lebih Baik: Tidak Sulit, kok!

Bagai ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Peribahasa tersebut sering dimaknai sebagai level tertinggi dalam kehidupan, saat kualitas diri seseorang sampai pada tingkat kebijaksanaan. Sebuah tingkatan yang hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran hidup demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Istilah pribadi yang lebih baik sendiri sangat erat kaitannya dengan perkembangan kepribadian seorang individu. Jika sebelumnya ia memiliki temperamen tinggi dan mudah marah, orang yang berhasil melalui jalan panjang pengembangan diri akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih cakap dalam mengelola emosi. Kualitas dirinya meningkat. Perlahan namun pasti, ia pun semakin dekat dengan kebijaksanaan.

 

Pentingnya Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari kepribadian yang dimiliki. Mereka yang memiliki pribadi yang baik cenderung lebih disukai orang lain. Mereka dipandang sebagai panutan sekaligus pribadi yang menyenangkan. Mungkin karena alasan ini jugalah, menjadi pribadi yang lebih baik juga kerap diasosiasikan dengan menjadi pribadi yang menyenangkan.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi pribadi yang lebih baik. Selain memiliki hubungan baik dengan orang lain, mereka yang secara konsisten memperbaiki diri juga cenderung lebih mengenal diri sendiri, lebih sehat secara mental, mampu mengambil keputusan dengan baik dan lebih mencintai diri sendiri. Di samping itu, kepribadian yang lebih baik juga membuka kemungkinan untuk mengatasi kelemahan dan meningkatkan kekuatan dalam diri.

 

Hal-Hal yang Menghambat Usaha Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Setiap orang atau setidaknya sebagian besar dari kamu tentu ingin menjadi pribadi yang menarik dalam pergaulan. Namun saat keinginan sudah ada, usaha yang dilakukan seakan tidak membawa kemajuan. Muncul satu pertanyaan besar. Apa yang membuat setiap usaha yang dilakukan tidak membawa hasil seperti yang diharapkan?

Sebelum memutuskan untuk berhenti berusaha, ada baiknya kamu istirahat sejenak. Siapa tahu hal-hal berikut ini masih ada dalam dirimu.

●      Sifat Apatis

Tidak akan pernah ada kata menjadi pribadi yang lebih baik jika di dalam dirimu masih ada pikiran-pikiran negatif, khususnya apatis. Pikiran seperti ini seperti racun yang akan menggerogoti mental hingga menjauhkanmu dari cita-cita yang ingin diraih. Sifat apatis akan mengikis motivasi. Usaha yang dilakukan seakan tidak berarti dan tanpa gairah.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan tanpa solusi, kamu akan semakin terjerumus pada sifat malas. Perspektif negatif juga akan menyusul hingga membuatnya menjadi hal pertama yang selalu mendapat perhatian lebih. Jadi coba pikirkan kembali. Apa mungkin kamu menjadi pribadi yang lebih baik jika kamu sendiri tidak memiliki motivasi dan tidak peduli?

●      Suka Menyepelekan

Kalau ingin hidup tenang dan bahagia, hidup sebaiknya dibawa santai. Statement seperti ini memang tidak sepenuhnya salah. Namun kamu juga harus hati-hati. Kalau sampai kebablasan, kamu bisa terjerumus pada kecenderungan suka menyepelekan. Sifat suka menyepelekan bisa membuat usahamu untuk menjadi pribadi yang lebih menyenangkan kandas di tengah jalan.

Semua hal dianggap enteng, hingga puncaknya, semua hal yang disepelekan tidak ditindaklanjuti dan dianggap selesai begitu saja. Kalau usaha yang dilakukan seakan tidak membawa hasil, coba introspeksi. Mungkin saja selama ini kamu masih memiliki sifat suka menyepelekan.

●      Suka Menunda

Menjadi pribadi yang lebih baik tidak bisa terwujud tanpa usaha. Selama belum ada tindakan nyata, kamu tidak akan sampai ke mana-mana. Keinginan tersebut hanya akan menjadi mimpi yang tidak jelas kapan terwujudnya. Entah karena malas atau alasan lainnya, orang terkadang memilih untuk menunda. Alih-alih melakukan apa yang bisa dilakukan pada saat itu juga, banyak dari mereka yang justru diam dan memilih waktu lain untuk mengambil langkah nyata. Semakin lama menunda, hasil yang diharapkan juga akan ikut tertunda. Jadi jika kamu masih memiliki kebiasaan seperti ini, pastikan untuk segera mengakhirinya.

●      Foya-foya

Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengendalikan keinginan, termasuk dorongan untuk berfoya-foya. Kesenangan sementara seperti foya-foya pada dasarnya tidak membangun, terlebih mendekatkan dirimu pada pengembangan diri. Kebiasaan suka berfoya-foya juga memiliki dampak serius pada kondisi keuangan.

Kesulitan dalam membedakan antara kebutuhan dengan keinginan bisa menguras isi dompet. Jika dilihat dari sisi pengembangan diri, foya-foya justru akan menciptakan pribadi yang lebih didorong oleh keinginan. Hal tersebut jelas bertolak belakang dengan tujuan dari pribadi yang lebih baik.

●      Menyia-nyiakan Waktu

Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Jika sudah hilang, tidak ada kesempatan untuk mengulang. Inilah yang gagal dipahami oleh mereka yang memiliki kebiasaan menyia-nyiakan waktu. Padahal, kecenderungan untuk membuang waktu demi bersenang-senang justru menjauhkan diri dari pengembangan pribadi.

Waktu yang ada seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan berarti tidak boleh bersenang-senang. Hanya saja, kamu harus bisa mengendalikan diri dan tahu batasan. Setidaknya, waktu yang dimiliki harus didominasi untuk mengembangkan diri.

●      Lingkungan yang Tidak Mendukung

Jika kelima penghambat yang telah disebutkan diatas terlahir dari dalam diri, beda halnya dengan yang satu ini. Lingkungan merupakan faktor eksternal yang berada di luar kendali. Meski demikian, perannya begitu besar dalam usaha mengembangkan diri. Kamu mungkin tidak apatis, tidak suka menyepelekan dan juga menghargai waktu.

Namun jika berada di lingkungan yang kurang kondusif, menjadi pribadi yang lebih baik jelas akan terasa sulit. Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya kamu memperbarui lingkaran pertemanan dan mengelilingi diri dengan orang-orang yang positif. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang. Dengan demikian, motivasi mereka akan menular dan menjaga semangatmu untuk terus berusaha.

 

Cara Tepat untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Upaya memperbaiki diri dapat dimulai dari memahami penyebab gagalnya usaha yang telah dilakukan selama ini. Namun tidak cukup sampai disitu saja, kamu juga harus melengkapinya dengan implementasi cara menjadi pribadi yang menarik yang aplikatif. Untuk lebih jelasnya, berikut tips menjadi pribadi yang menarik yang bisa mulai kamu terapkan.

●      Introspeksi Diri

Untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah dengan introspeksi diri. Kenali diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Kelebihan yang ada bisa dijadikan sebagai aset untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut. Di sisi lain, kekurangan yang ada dapat dijadikan acuan perihal apa saja yang perlu diperbaiki.

Saat introspeksi diri, tidak ada salahnya meminta pendapat dan penilaian dari orang yang dapat dipercaya. Penilaian mereka mungkin tidak selalu objektif. Namun satu hal yang pasti, penilaian tersebut bisa memberimu perspektif baru.

●      Bentuk Karakter yang Baik

Apa yang baik harus ditingkatkan dan semua yang buruk harus diperbaiki atau setidaknya lebih dikendalikan. Inilah inti dari pengembangan diri. Kamu juga harus tahu karakter seperti apa yang ingin kamu bangun. Dengan mengetahui karakter apa yang diinginkan, kamu akan lebih mudah dalam mengambil tindakan.

Selanjutnya bentuk karakter yang lebih baik melalui tindakan dan usaha yang berkesinambungan. Mulailah dengan melakukan hal-hal baik dan sederhana. Ubah hal tersebut menjadi kebiasaan. Dengan konsistensi, karakter baik yang kamu inginkan akan terbentuk secara alami.

●      Terus Belajar

Jangan menganggap bahwa belajar adalah pekerjaan seorang pelajar. Selama nafas masih berhembus, selama itu juga proses belajar harus terus dilakukan. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah perjalanan seumur hidup. Karena itulah, kamu harus terus belajar. Proses belajar dapat dilakukan dengan banyak cara. Selain membaca buku pengembangan diri, kamu juga bisa ikut seminar atau berdiskusi dengan orang lain. Dengan cara ini, proses belajar akan terasa lebih hidup dan menyenangkan.

●      Berpikiran Positif dan Terbuka

Jika ada satu kesamaan di antara orang-orang sukses dan berkepribadian menarik, hal tersebut pastilah kecenderungan mereka dalam berpikir positif. Orang-orang seperti ini memahami bahwa pikiran positif akan menarik hal-hal positif lain ke dalam dirinya. Untuk menjadi pribadi yang lebih menarik, kamu juga harus memiliki pikiran yang terbuka.

Pikiran seperti inilah yang akan membantu menyerap hal-hal baru yang baik untuk dirimu. Tanpa pikiran yang terbuka, kamu akan terjebak pada kondisi saat ini. Mengembangkan diri akan terasa sangat sulit, bahkan mustahil.

●      Selalu Ramah

Bersikap ramah bisa mengubah banyak hal. Bukan hanya untuk memberi impresi positif kepada orang lain, keramahtamahan juga menunjukkan kualitasmu sebagai seorang individu. Jika dilakukan secara berkelanjutan, impresi tersebut akan tumbuh menjadi karakter dan berkembang menjadi kepribadian.

Sikap ramah bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana. Dimulai dari senyum dan bertutur kata dengan cara yang santun, hal-hal sederhana seperti ini akan membentuk pribadi yang lebih baik. Tentu saja, kamu juga harus konsisten dalam mengaplikasikannya.

●      Berpikir ke Depan dan Memiliki Tujuan

Menjadi pribadi yang lebih baik adalah perjalanan panjang yang butuh waktu seumur hidup untuk menjalaninya. Hal tersebut bisa diraih hanya dengan terus melangkah. Namun agar tidak sampai salah langkah, kamu juga harus berpikir ke depan. Disisi lain, kamu juga harus tahu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan inilah yang menggerakkanmu untuk terus berusaha. Di samping itu, tujuan yang kamu miliki juga bisa menjadi acuan tentang pencapaianmu.

●      Selalu Bersyukur

Tidak cepat berpuas diri adalah kunci untuk mengembangkan diri. Meski demikian, hal tersebut juga harus diimbangi dengan bersyukur. Rasa syukur inilah yang akan menjadi pemberhentian untuk mengistirahatkan diri. Bersyukur bisa mengingatkanmu bahwa setiap usaha yang dilakukan sejatinya tidak ada yang sia-sia. Semua ada manfaat dan hasilnya. Tanpa rasa syukur, hidup akan terasa melelahkan. Di samping itu, bersyukur juga membantu melihat setiap pencapaian kecil yang sudah dicapai.

 

Menjadi pribadi yang lebih baik juga harus dibarengi dengan keyakinan kuat untuk berubah. Bukan sekedar keyakinan tak berdasar, kamu juga harus memiliki alasan yang mendasari kenapa ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Alasan tersebut harus terus diperbaharui seiring dengan pencapaian yang berhasil kamu raih.

Perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selama prosesnya, tantangan akan datang silih berganti. Pada satu waktu, ada kalanya kamu dituntut untuk mengerahkan segala daya upaya. Untuk itulah, tips menjadi pribadi yang menarik juga harus didukung dengan kesabaran.