Skip to content
Tahapan Psikologis Memasuki New Normal: Apa Saja?

Tahapan Psikologis Memasuki New Normal: Apa Saja?

Meskipun pandemi COVID-19 belum usai, tidak selamanya masyarakat harus melakukan aktivitas di dalam rumah. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru pun diterapkan dengan menggunakan protokol kesehatan yang berlaku di berbagai tempat. Dilihat dari sisi psikologis, adaptasi kebiasaan baru ini bukan sesuatu yang mudah diterima oleh setiap orang. Terdapat tahapan yang perlu dilewati sebelum akhirnya penerapan kebiasaan baru ini dapat diterima. Kira-kira apa saja tahapan tersebut dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi psikis seseorang? Berikut ini penjelasan tahapan new normal dari segi psikologis yang perlu kamu ketahui.

 

Ketidakpastian

Melalui ulasan Has Lockdown Become Your New Normal, Dr. Carole Pemberton, ahli resiliensi psikologis dan Visiting Professor dari University of Ulster memaparkan bahwa masyarakat mulai merasakan ketidakpastian ketika COVID-19 mewabah dan adanya kebijakan karantina. Kebanyakan merasa kegelisahan dan mulai bertanya-tanya kapan pandemi akan berakhir dan bagaimana jika wabah tersebut menghancurkan rutinitas mereka. Fase ini biasanya ditandai oleh kebingungan, kecemasan, peningkatan emosi, dan rasa terganggu yang berlebihan.

 

Disrupsi

Leonardi Gunawan, ahli kesehatan jiwa, mengungkap bahwa orang akan mengalami perubahan drastis, dari perubahan rutinitas sampai hilangnya kebebasan untuk beraktivitas. Ditambah dengan beredarnya informasi yang bisa membuat semakin panik, orang juga akan mengalami kecemasan karena takut tertular, kehilangan konsentrasi, dan adanya perubahan pola tidur dan makan. Di dalam tahapan new normal ini, biasanya penyakit yang pernah diderita akan muncul kembali dan gangguan psikis yang belum pernah diderita akan muncul.

 

Adaptasi

Selepas melewati tahapan new normal disrupsi, masyarakat mulai berpikir tidak ada jalan lain selain menerima keadaan. Meski pandemi masih mewabah, para ahli kesehatan mulai mencari solusi untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru yang akan diterapkan pada berbagai aspek kehidupan. Di perusahaan dan lembaga pendidikan, protokol kesehatan akan diterapkan jika ingin kembali beraktivitas. Di antaranya melakukan physical distancing, menjaga kebersihan tangan, dan mengenakan masker saat keluar rumah.

 

Kelaziman Baru atau New Normal

Pada tahapan ini, masyarakat mulai menerapkan norma-norma baru dalam beraktivitas, belajar, bekerja, dan bersosialisasi dengan media yang tersedia. Dalam fase ini juga Internet berperan penting untuk menunjang norma-norma baru tersebut. Hal-hal yang terasa aneh pun mulai diterima dan menjadi bagian dari kebiasaan mereka. Bahkan bila ada yang melanggar norma baru tersebut, maka sanksi sosial di masyarakat akan diberikan.

 

Itulah empat tahapan new normal yang akan dialami seseorang dilihat dari sisi psikologis. Apakah kamu mengalami tahapan tersebut? COVID-19 memang masih mewabah, namun adaptasi kebiasaan baru menjadi upaya untuk kembali beraktivitas dengan protokol kesehatan yang diterapkan. Taati protokol tersebut agar kamu dapat meminimalisir penyebaran sekaligus melindungi dari serangan virus ketika beraktivitas di luar rumah. Jangan lupa juga untuk selalu aktif bergerak dengan cara berolahraga agar daya tahan tubuh tetap terjaga.