Skip to content
Raih Pekerjaan Idaman Kamu dengan Tips Interview Berikut

Raih Pekerjaan Idaman Kamu dengan Tips Interview Berikut

Setiap tahunnya, ada jutaan lulusan pendidikan yang saling berkompetisi demi mendapatkan pekerjaan idaman atau posisi sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Persaingan yang begitu ketat sering membuat lulusan baru sulit untuk bersaing. Meski dipanggil interview, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pekerjaan idaman. Namun dengan menerapkan tips interview, kesempatan untuk diterima perusahaan besar akan meningkat tajam.

Keputusan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan baru tidak hanya ditentukan dari jawaban yang diberikan selama proses interview. Mengingat banyaknya lulusan pendidikan yang melamar posisi yang sama, kamu harus tahu cara interview yang baik agar diterima. Bukan hanya tentang cara menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, persiapan menjelang interview juga harus dilakukan.

 

Persiapan Sebelum Interview

Sukses atau tidaknya sebuah interview semua sudah ditentukan sejak masa persiapan. Apakah kamu cukup siap untuk mengikuti interview? Semua itu hanya bisa dijawab jika kamu sudah melakukan tips wawancara kerja berikut.

 

●      Pelajari Perusahaan

Pada dasarnya, tujuan rekrutmen adalah untuk mendapatkan talenta baru yang dapat membantu menjalankan dan mengembangkan perusahaan. Karena itu, sangat wajar jika pihak pemberi pekerjaan menginginkan pelamar yang tidak hanya memiliki kompetensi yang dibutuhkan namun juga mengenal baik perusahaan.

Untuk memenuhi ekspektasi perusahaan, kamu harus tahu bisnis yang dijalankan. Setidaknya, kamu harus tahu produk apa yang ditawarkan perusahaan. Pengetahuanmu akan membantu menyamakan konteks pembicaraan selama interview. Di samping itu, wawasan akan perusahaan tersebut akan membantumu lebih dekat dengan pekerjaan yang kamu inginkan.

 

●      Persiapkan CV dan Resume

Saat mengajukan lamaran pekerjaan, tentunya kamu sudah mengirimkan CV dan resume sesuai dengan alamat email yang diminta perusahaan. Meski demikian, ada baiknya untuk mempersiapkan keduanya bersama dengan materi pendukung lain yang mungkin dibutuhkan nanti.

Materi pendukung seperti portofolio sebaiknya juga dipersiapkan. Pilih portofolio terbaik dan sesuai dengan profil perusahaan tempatmu melamar pekerjaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan lupa untuk membawa backup dan mencetak CV dan resume minimal dua rangkap.

 

●      Antisipasi Pertanyaan Umum

Pewawancara biasanya memiliki pertanyaan umum yang lazim ditanyakan dalam proses interview. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini memang tidak selalu ditanyakan. Meski demikian, kamu tetap harus tahu dan siap dengan jawaban terbaik.

Salah satu contoh pertanyaan yang lazim ditanyakan dalam interview adalah “apa kelemahan dan kekuatan Anda?”. Untuk menjawabnya, pastikan untuk selalu mengacu pada job description. Tunjukan bahwa kelemahan yang kamu miliki justru bisa menjadi kekuatan yang mungkin dibutuhkan oleh perusahaan.

 

●      Persiapkan Pakaian yang Sesuai

Kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam seakan sudah menjadi dress code untuk melamar sebuah pekerjaan. Pakaian seperti ini memang dinilai rapi dan paling aman untuk dikenakan saat interview. Tapi kamu juga harus tahu karakter perusahaan tempatmu melamar pekerjaan. Sesuaikan pakaian yang akan dikenakan dengan budaya perusahaan.

 

●      Pastikan Cukup Istirahat

Kamu mungkin sudah belajar tentang cara menjawab interview bahkan melakukan simulasi dengan teman atau anggota keluarga. Meski semua itu penting, jangan lupa bahwa hari H adalah momen penting yang harus disambut dengan kondisi prima.

Pastikan kamu cukup istirahat di malam harinya. Selain agar tidak kelelahan di hari penting, istirahat yang cukup juga berpengaruh pada kesiapan mentalmu nanti. Karena itu, jangan begadang. Di samping itu, cukup istirahat juga membantumu bangun lebih pagi dan memberi waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

 

Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Interview

Setiap perusahaan umumnya memiliki cara interview yang hampir mirip. Meski ada beberapa pertanyaan spesifik, ada beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam interview. Mengetahui pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memberimu kesempatan untuk mempersiapkan jawaban terbaik. Untuk lebih jelasnya, berikut pertanyaan yang sering muncul saat interview.

 

●      Ceritakan Tentang Diri Anda

Banyak pewawancara yang menanyakan pertanyaan ini sebagai pertanyaan awal. Sepintas, pertanyaan tersebut memang sederhana. Namun dibalik itu semua, pewawancara sebenarnya ingin melihat lebih jauh tentang siapa dirimu dan bagaimana caramu berkomunikasi.

Jika ditanya seperti ini, mulailah dengan menceritakan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan pencapaianmu. Khusus pada pengalaman dan pencapaian, pilihlah yang memiliki korelasi kuat dengan posisi yang sedang kamu lamar.

 

●      Kelebihan Anda

Perusahaan selalu menginginkan kandidat terbaik. Meski demikian, mereka juga peduli dengan attitude dari calon karyawannya. “Apa kelebihan Anda?” adalah pertanyaan yang diajukan untuk melihat itu semua.

Jika pewawancara mengajukan pertanyaan tersebut, jawablah dengan jawaban yang spesifik. Hindari jawaban generik yang biasa digunakan para pencari kerja. Jangan lupa untuk tetap rendah hati. Karena bagaimanapun juga, tidak ada perusahaan yang suka dengan calon karyawan yang sombong.

 

●      Kekurangan Anda

Jika pertanyaan sebelumnya diajukan oleh pewawancara, hanya tinggal menunggu waktu hingga pertanyaan ini diajukan juga. Namun karena sifat pertanyaan yang cukup menjebak, kamu juga harus cerdik dalam menjawabnya.

Terbuka akan kelemahan diri sendiri itu bagus. Tapi karena kamu sedang melamar pekerjaan idaman, hindari menunjukkan kelemahan tanpa tujuan. Kamu cukup menyampaikan kelemahan yang masih bisa ditolerir dan sedang kamu usahakan untuk diperbaiki. Tunjukkan bahwa kekurangan tersebut bisa menjadi kekuatan sekaligus motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

●      Apakah Anda Memiliki Rencana untuk Menikah

Pertanyaan ini juga cukup sering ditanyakan dalam proses interview. Biasanya, pertanyaan ini diajukan untuk mencairkan suasana. Pengaruhnya pada keputusan perusahaan umumnya juga tidak terlalu besar. Meski demikian, kamu tetap harus menjawabnya dengan sopan dan menunjukkan bahwa pada saat itu kamu lebih memprioritaskan karir.

 

●      Berapa Gaji yang Anda Inginkan

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, bisa dibilang inilah pertanyaan yang paling tricky untuk dijawab. Sama halnya dengan jual beli, kamu harus tahu di mana posisi harga yang kemungkinan bisa disepakati oleh kedua belah pihak.

Cari tahu standar gaji dari posisi yang hendak kamu lamar. Pertimbangkan pendidikan, pengalaman dan skill yang kamu miliki. Meski demikian, kamu juga harus tahu kapasitas perusahaan dalam membayar karyawannya. Parameter inilah yang harus kamu gunakan untuk menentukan besaran gaji yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan namun masih masuk akal bagi perusahaan.

 

Tips Mengatasi Rasa Gugup Jelang Interview

Kamu mungkin sudah mempersiapkan semuanya. Kamu sudah tahu cara interview dan bagaimana cara mengatasinya. Meski demikian, rasa gugup jelang interview terkadang masih tetap dirasakan. Agar tidak mengganggu, berikut cara mengatasi rasa gugup jelang interview.

 

●      Bangun Pikiran Positif

Rasa gugup biasanya muncul dari pikiran-pikiran negatif. Pikiran-pikiran seperti ini biasanya hanya sekedar asumsi yang belum tentu benar-benar akan terjadi. Daripada dihantui pikiran seperti ini, kamu bisa membangun pikiran positif. Yakinkan pada diri sendiri kalau kamu bisa melalui interview dengan baik.

 

●      Buat Persiapan yang Matang

Persiapan tidak hanya memperbesar peluang untuk diterima di perusahaan impian. Dengan persiapan yang matang, kamu juga bisa merasa lebih tenang. Itulah kenapa persiapan harus dilakukan dengan benar. Dengan demikian, rasa gugup tidak akan datang menerjang.

 

●      Datang Lebih Awal

Jika interview dilakukan pada pukul 09.00 pagi, pastikan untuk datang minimal 30 menit lebih awal. Datang lebih awal tidak hanya bisa menjadi langkah antisipasi agar tidak terlambat. Kamu juga memiliki waktu lebih untuk bersantai sejenak dan menenangkan diri. Di samping itu, waktu yang ada juga bisa kamu manfaatkan untuk merapikan diri.

 

●      Berdoa

Manusia tidak bisa mengantisipasi segalanya. Meski sudah mempersiapkan diri, terkadang ada hal-hal di luar perkiraan yang terjadi begitu saja. Berdoa dapat membantu melepaskan kekhawatiran akan hal-hal yang tidak bisa diantisipasi. Selain itu, berdoa juga bisa membantu menenangkan pikiran.

 

●      Anggap Pewawancara Sebagai Kenalan

Rasa gugup biasanya lahir karena menganggap pewawancara sebagai interogator. Inilah yang membuat proses interview terasa seperti interogasi yang menegangkan. Agar lebih rileks, cobalah untuk menganggap pewawancara sebagai kenalan. Selain itu, pewawancara biasanya juga akan membantu membuat suasana agar lebih cair demi mendapatkan jawaban yang jujur.

 

●      Perhatikan Kebersihan Tubuh

Rasa gugup bisa menyebabkan kamu berkeringat, terutama di bagian ketiak. Kalau kamu tidak menjaga kebersihan tubuhmu, keringat karena gugup akan menyebabkan bau badan yang bisa mengganggu rasa percaya diri kamu saat menghadapi interview. Nah, untuk mengatasi hal itu, kamu bisa mengandalkan Rexona Shower Clean Roll On yang akan memberikan kesegaran buat kamu sepanjang hari yang rasanya seperti habis mandi. Rexona Shower Clean Roll On akan melindungi kamu dari keringat dan bau badan hingga 48 jam dan bekerja selama kamu aktif.

 

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Setelah Interview

Meski interview sudah berlalu, menunggu bukanlah satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan. Jangan berdiam diri dan terlalu bergantung pada nasib. Ada hal-hal lain yang harus kamu lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan setelah interview.

 

●      Follow Up Hasil Interview

Setelah interview selesai, jangan langsung keluar ruangan begitu saja. Follow up hasilnya dengan bertanya kapan keputusan akan keluar. Jika masih ada yang belum jelas, jangan ragu untuk bertanya. Tanyakan juga email atau nomor yang bisa dihubungi.

Kamu juga bisa menanyakan hasil interview jika tidak ada pemberitahuan setelah beberapa waktu. Ajukan pertanyaan dengan santun. Meski demikian, kamu juga harus bersiap jika tidak ada jawaban sama sekali. Karena harus diakui, perusahaan biasanya tidak akan menghubungi pelamar yang tidak lolos seleksi.

 

●      Evaluasi Pertanyaan dan Jawaban

Meski cukup puas dengan interview yang sudah kamu lalui, bukan berarti ini adalah interview terakhirmu. Karena itu, evaluasi pertanyaan dan jawaban selama proses interview. Belajarlah dari situ.

Evaluasi seperti ini sangat bagus untuk mempersiapkan jawaban di interview yang akan datang. Jika kamu mengajukan lamaran di beberapa perusahaan sekaligus, hasil evaluasi tersebut bisa kamu gunakan untuk memberikan jawaban yang lebih memuaskan di interview berikutnya.

 

●      Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk

Berharap yang terbaik, bersiap untuk yang terburuk. Hal ini harus menjadi pegangan saat melamar pekerjaan. Meski pewawancara terlihat bersahabat dan kemungkinan lolos seleksi terbilang besar, beri ruang untuk kemungkinan terburuk. Dengan cara ini, kamu bisa lebih siap jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 

●      Tetap Melamar Pekerjaan Lain

Selama belum ada pemberitahuan kalau kamu diterima kerja, jangan berhenti melamar pekerjaan lain. Cari informasi dan ajukan lamaran sebanyak mungkin. Semakin banyak semakin baik. Manfaatkan waktu yang kamu punya untuk membuka kesempatan-kesempatan lain.

 

Hasil interview pada dasarnya memang di luar kapasitas pelamar pekerjaan. Meski demikian, kamu bisa meningkatkan peluang dengan mempersiapkan diri dan menerapkan tips interview yang telah kamu pelajari. Berusaha sebaik mungkin selama masih ada kesempatan. Untuk membantu tampil lebih percaya diri dan bebas bau badan, Rexona siap membantu menjaga tubuh agar segar lebih lama.