Skip to content
Berkeringat saat puasa, olahraga saat puasa, tips puasa

Olahraga Saat Puasa itu Penting! Tapi Perhatikan Durasinya

Berkeringat saat puasa mungkin jadi hal yang paling dihindari umat muslim di bulan Ramadan. Bagaimana tidak, dengan tak berkeringat umat muslim jadi bisa menghemat lebih banyak energi selama menjalani ibadah tersebut. Karena alasan itu pula, banyak umat muslim yang mulai membatasi atau bahkan mengurangi berbagai aktivitasnya, termasuk berolahraga. Kendati olahraga saat puasa memang tidak mudah, bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya sama sekali.

Jika kamu dapat menentukan waktu dan jenis olahraga yang tepat, aktivitas fisik ini tidak akan memberatkan kamu dalam menjalani ibadah tahunan itu. Nah, agar kamu mengetahui jenis-jenis olahraga dan kapan waktu terbaik untuk melakukannya, yuk, simak pembahasannya berikut ini!

 

Manfaat dan Pentingnya Olahraga Saat Berpuasa

Sejatinya olahraga saat puasa jadi aktivitas fisik yang sangat penting dan tak boleh dilewatkan. Sebab, aktivitas fisik satu ini bisa menjaga tubuh kamu tetap bugar selama menjalani ibadah tersebut. Selain menjaga tubuh tetap bugar, olahraga saat puasa juga bisa memberikan berbagai manfaat lain untuk tubuh, lho. Ada pun manfaat yang bisa kamu dapatkan di antaranya:

●      Menjaga Berat Badan

Manfaat pertama yang bisa kamu dapatkan dari olahraga saat puasa adalah menjaga berat badan tubuh tetap ideal. Tidak adanya asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh selama kurang dari 13 jam membuat olahraga yang kamu lakukan saat puasa jadi lebih efisien. Pada akhirnya, kamu pun akan lebih mudah mendapatkan berat badan ideal berkat olahraga ringan dan berkeringat saat puasa.

●      Melancarkan Metabolisme Tubuh

Pada dasarnya, metabolisme manusia dapat bekerja dengan optimal bila tubuh sering bergerak. Itu sebabnya, jika kamu malas berolahraga atau berkeringat saat berpuasa sudah tentu metabolisme di tubuh akan ikut terganggu. Akibatnya, kamu pun tidak merasa dalam kondisi fit ketika menjalani ibadah puasa Ramadan. Maka dari itu, mulai ubah kebiasaan malas berkeringat saat puasa agar metabolisme tubuh kamu dapat tetap optimal.

●      Meningkatkan Kerja Hormon Insulin

Manfaat olahraga saat puasa berikutnya adalah mampu meningkatkan kerja hormon insulin. Hormon ini sendiri berperan dalam mengubah glukosa menjadi energi. Perlu dipahami, hormon insulin akan bekerja dengan cara yang sedikit berbeda ketika kamu sedang berpuasa.

Sebab, saat kamu berolahraga dengan kondisi setelah makan, energi yang kamu kerahkan tidak digunakan untuk menambah massa otot, melainkan untuk membakar lemak saja. Sebaliknya, bila kamu berolahraga ketika sedang berpuasa, energi yang kamu kerahkan akan dipakai untuk menambah massa otot, meningkatkan kepadatan tulang, serta membakar lemak.

●      Memaksimalkan Fungsi Kognitif dan Konsentrasi

Saat puasa, kamu tentu sering merasakan kantuk berlebih, apalagi ketika sedang beraktivitas di siang hari. Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya perubahan jam biologis tubuh sehingga menimbulkan efek serupa jet lag. Perubahan pola makan dan aktivitas selama puasa Ramadan juga jadi faktor utama kamu mengalami hal tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut itu, kamu disarankan untuk melakukan olahraga ringan atau sekadar berkeringat saat puasa guna meningkatkan fungsi kognitif serta konsentrasi. Dengan meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi, kemungkinan kamu merasakan kantuk berlebih di bulan Ramadan pun tidak akan terjadi lagi.

Di samping keempat manfaat yang sudah dijelaskan tadi, ada pula manfaat lain yang bisa kamu rasakan ketika melakukan olahraga selama berpuasa, seperti mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh, memperlancar sirkulasi darah, hingga meningkatkan produksi hormon endorfin (hormon bahagia). Setelah mengetahui berbagai manfaatnya itu, bukan jadi alasan lagi untuk kamu malas berolahraga ringan atau sekadar berkeringat saat puasa Ramadan nanti.

 

Lantas, Berapa Durasi Ideal Olahraga Saat Puasa?

Meski olahraga selama puasa begitu dianjurkan, kamu tetap tidak boleh sembarangan ketika akan melakukannya. Ini karena tubuh yang berpuasa lebih berisiko untuk mengalami masalah kesehatan, salah satunya dehidrasi. Supaya hal itu terjadi, penting bagi kamu mengetahui berapa durasi ideal melakukan olahraga selama puasa. Menurut para pakar kesehatan, durasi olahraga yang ideal selama berpuasa adalah 150 menit dan dilakukan rutin 3-5 kali sehari. Dengan rincian, 30 menit jika dilakukan 5 kali dalam seminggu.

 

Hal Penting Lainnya yang Harus Diperhatikan

Tidak hanya durasinya saja, ada juga hal lain yang harus kamu perhatikan saat akan olahraga di bulan puasa, seperti:

●      Pilih Olahraga yang Tepat

Karena menyangkut energi yang akan dikeluarkan, maka kamu mesti memilih olahraga yang tepat sebelum mulai melakukannya. Tak perlu olahraga dengan intensitas tinggi sampai membuatmu kehabisan tenaga, lemas tak berdaya, bahkan dehidrasi.

Kuncinya adalah membuat tubuhmu bergerak setiap hari. Maka dari itu, pilihlah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Jalan santai, naik-turun tangga, bersepeda, dan yoga adalah beberapa contoh jenis olahraga yang bisa dilakukan saat puasa.

●      Tentukan Waktu Olahraga

Waktu terbaik untuk olahraga selama bulan Ramadan adalah di saat setelah berbuka. Ini karena setelah menyantap makanan berbuka, tubuh kita mendapatkan asupan energinya kembali. Dengan begitu, kamu bisa lebih bersemangat dan bertenaga untuk melakukan aktivitas fisik dan olahraga jenis apa pun yang kamu inginkan.

Jika memungkinkan, kamu juga bisa olahraga ringan 30-60 menit mendekati waktu berbuka. Jadi setelah mengerahkan sisa tenaga untuk berolahraga, kamu bisa segera makan dan minum saat buka puasa untuk mendapatkan asupan energi kembali.

Olahraga menjelang waktu berbuka juga bisa jadi salah satu cara untuk ngabuburit yang berfaedah. Pilihan waktu lainnya yang bisa dicoba adalah setelah sahur, yang mana kamu telah mendapatkan asupan energi dari makanan yang dikonsumsi saat sahur. Alhasil, kamu bisa lebih berenergi saat berolahraga. Di sisi lain, olahraga setelah sahur juga akan didukung dengan udara yang lebih segar karena masih minim polusi.

●      Pastikan Tubuh Fit

Selain jenis dan waktu olahraga, kamu juga harus memperhatikan kondisi tubuh kamu. Bila memang kondisi tubuh tidak bisa untuk diajak olahraga dan berkeringat saat puasa, jangan memaksa untuk tetap melakukannya.

Alih-alih sehat, memaksakan berolahraga saat tubuh sedang tidak fit hanya akan membuat kamu jadi lemas dan pada akhirnya membatalkan ibadah puasa yang sedang kamu jalani. Berhubung hanya kamu yang paling tahu mengenai kondisi tubuhmu sendiri, maka berusahalah untuk peka ketika tubuh tidak sedang dalam performa terbaiknya.

●      Memperhatikan Pola Makan

Hal lain yang tidak kalah penting dan tidak boleh kamu lewatkan sebelum melakukan olahraga saat puasa adalah memperhatikan asupan makanan selama berpuasa. Selalu pastikan saat sahur dan berbuka kamu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, lemak baik, dan protein.

Hindari makan makanan yang mengandung banyak lemak dan berminyak. Bila kamu tetap mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak, maka olahraga yang kamu jalani selama puasa pun akan sia-sia. Selain itu, perhatikan pula porsi makannya.

Jangan jadikan buka puasa sebagai momen balas dendam dengan menyantap semua makanan yang ada di meja. Makanlah dalam porsi yang secukupnya dan sewajarnya, tidak berlebihan maupun kekurangan. Lebih baik makan sedikit tapi sering ketimbang makan banyak dalam satu waktu.

●      Memenuhi Asupan Cairan

Selama berpuasa, tubuh kita rentan mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Supaya hal tersebut tidak terjadi, kamu dapat dapat memenuhi asupan cairan selama berpuasa dengan menerapkan rumus 2-4-2, yang mana 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah berbuka sampai menjelang sahur, dan 2 gelas lagi saat makan sahur. Rumus tersebut sesuai dengan anjuran para ahli untuk minum 8 gelas air per hari, atau 2 liter air per hari.

Meski air yang berwarna dan berasa lebih enak, pilihan terbaik untuk tubuh yang lebih sehat tetap jatuh pada air mineral atau air putih biasa. Tak hanya itu, air putih juga lebih efektif untuk menjaga berat badan. Jadi, buat kamu yang ingin memanfaatkan momen puasa untuk menurunkan berat badan, air putih adalah pilihan terbaik untuk asupan cairan selama Ramadan.

●      Usahakan Tidur yang Cukup

Selama bulan puasa, biasanya kamu akan bangun lebih pagi dari biasanya untuk makan sahur. Bila kamu tidak pintar mengatur waktu selama di bulan Ramadan, kamu mungkin akan kurang tidur. Padahal tidur cukup dan berkualitas adalah kunci untuk mendapatkan tubuh yang sehat.

Idealnya orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Jika waktu tidur kamu kurang dari 7-9 jam, maka kinerja tubuhmu tentu akan terganggu. Kalau sudah begitu, selama seharian berpuasa kamu akan mudah lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari begadang selama bulan Ramadan. Berusahalah untuk tidur lebih awal supaya kebutuhan tidur selama bulan puasa tetap terpenuhi, kamu tetap bersemangat sepanjang hari, dan kamu pun tidak akan kesiangan untuk bangun sahur.

Itulah sejumlah tips yang perlu kamu perhatikan bila ingin olahraga saat puasa. Ingat, jangan jadikan puasa sebagai alasan malas berolahraga. Bila dilakukan dengan cara yang tepat, kamu akan merasakan banyak manfaat kesehatan daripada mudaratnya.

Kamu bisa olahraga saat puasa tanpa khawatir banyak berkeringat dan bau badan tak sedap dengan Rexona. Rangkaian produk antiperspirant deodorant Rexona seperti Rexona Naturals Roll On, Rexona Powder Dry Roll On, dan Rexona Shower Clean Spray bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk membuat kesegaran tubuhmu bertahan lama saat melakukan aktivitas fisik maupun olahraga di bulan puasa.

Ketiga produk Rexona tersebut siap memberikan kesegaran dan menyejukkan kamu sepanjang hari, sensasinya persis seperti sehabis mandi sehingga membuatmu lebih bersemangat untuk beraktivitas. Saat digunakan, butiran-butiran mikro MotionSense yang pintar akan menempel di kulitmu.

Seiring kamu bergerak, gesekan ketiak bakal memecah butiran tersebut dan langsung melepaskan perlindungan ekstra yang menyegarkan seperti habis mandi. Dengan begitu, kamu bisa bergerak aktif kapanpun yang kamu mau. Tidak sampai di situ, deodoran ini memberikan perlindungan dan kesegaran tahan lama terhadap keringat dan bau badan sepanjang hari, hingga 48 jam.

Dengan wangi bunga dan sensasi buah-buahan yang menyegarkan dalam produk Rexona, kamu juga akan merasakan sebuah motivasi untuk mendobrak batas. Untuk berjalan lebih jauh dan berlari lebih kencang tanpa takut khawatir keringat berlebih dan bau badan tak sedap yang mengganggu saat olahraga di bulan puasa. Maksimalkan kekuatan rangkaian produk Rexona dan gunakan setelah mandi. Dalam sekejap, kamu akan segar dan siap menghadapi apa pun!