Skip to content

Mengenal Apa Itu Paraplegia, Penyebab dan Gejalanya

Paraplegia adalah sebuah kondisi di mana penderitanya tidak mampu menggerakkan tubuh bagian bawah yang meliputi kedua tungkai dan organ panggul. Penderita paraplegia termasuk sebagai penyandang disabilitas karena mau tidak mau mereka harus menggunakan kursi roda untuk bergerak.

Kondisi paraplegia ini bisa bersifat sementara atau permanen. Walaupun sering dikira sama, paraplegia dan paraparesis berbeda. Paraparesis memampukan penderitanya tetap dapat menggerakkan tungkai walaupun kekuatannya berkurang.

Berikut adalah sejumlah fakta mengenai penyebab dan gejala paraplegia yang wajib untuk kamu ketahui.

 

Jenis Paraplegia

Paraplegia membuat seseorang mengalami keterbatasan bergerak sehingga aktivitas sehari-hari pun jadi terganggu. Penyakit ini ternyata terdiri dari dua jenis, di antaranya adalah:

1.     Paraplegia Spastik

Kondisi ini terjadi ketika otot-otot pada bagian yang mengalami kelumpuhan terasa kaku dan tegang.

2.     Paraplegia Flaksid

Jika kondisi spastik membuat otot kaku dan tegang, paraplegia flaksid ini membuat otot-otot tubuh lemas dan terkulai sehingga penderitanya mengalami kelumpuhan.

 

Penyebab Paraplegia

Seseorang yang menderita paraplegia umumnya mengalami gangguan pada rangkaian sistem saraf yang bertugas mengendalikan otot-otot di bagian yang mengalami kelumpuhan. Ada juga sejumlah penyebab yang membuat seseorang mengalami paraplegia, yaitu:

1.     Cedera Saraf Tulang Belakang

Saraf tulang belakang memiliki tugas untuk menyalurkan sinyal dari otak ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami cedera di saraf tulang belakang, gangguan  fungsi tubuh bisa terganggu. Jika cederanya terjadi di saraf tulang belakang yang berada di bawah leher, seseorang berpotensi mengalami paraplegia.

2.     Multiple Sclerosis

Kondisi ini menyebabkan selaput pelindung saraf otak dan saraf tulang belakang rusak. Multiple sclerosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Penderita multiple sclerosis bisa mengalami paraplegia, tergantung selaput pelindung saraf di bagian tubuh manakah yang terserang.

3.     Sindrom Guillain-Barré

Kerusakan saraf perifer yang bertugas mengendalikan pergerakan dan sensasi rasa dinamakan Sindrom Guillain-Barré. Kondisi ini sering diklaim sebagai penyebab paraplegia karena gejala awalnya menyerang kedua tungkai, lalu bukan tidak mungkin lama kelamaan akan menyebar ke bagian tubuh atas.

4.     Spina Bifida

Paraplegia yang disebabkan oleh spina bifida ini umumnya dimulai saat lahir. Bayi yang mengalami spina bifida ini terlahir cacat karena perkembangan tulang belakang dan sistem sarafnya terganggu.

5.     Hereditary Spastic Paraplegia

Kasus Hereditary spastic paraplegia memang jarang terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh kumpulan gangguan akibat kelainan genetik yang memicu kelemahan pada tubuh bagian bawah penderitanya dan lama kelamaan bagian tubuh tersebut menjadi kaku dan sulit digerakkan.

 

Gejala

Paraplegia bisa dialami oleh bayi yang baru lahir karena kondisi cacat. Namun, kasus paraplegia yang baru terjadi di usia remaja, dewasa, maupun lansia lebih banyak dibanding paraplegia dari lahir. Berikut adalah beberapa gejala yang dialami oleh penderita paraplegia:

1.     Kelemahan Tubuh Bagian Bawah

Penderita paraplegia akan merasakan tubuh bagian bawahnya terasa lemah dan tidak mampu menopang tubuhnya sendiri. Lama kelamaan kondisi tubuh yang lemah akan berubah menjadi kaku.

2.     Hilangnya Kemampuan Mengontrol Buang Air

Penderita paraplegia tahap awal bisa mengalami kehilangan kemampuan untuk mengontrol buang air kecil maupun besar. Kondisi ini terjadi karena saraf yang mengontrol buang air ini turut terganggu akibat paraplegia.

3.     Aktivitas Seksual Terganggu

Organ intim pria dan wanita masuk dalam tubuh bagian bawah. Ketika saraf tubuh bagian bawah terganggu (paraplegia) maka performa aktivitas seksual akan turut terganggu.

4.     Mati Rasa

Paraplegia yang memasuki tahap lanjutan akan membuat penderitanya mati rasa di tubuh bagian bawah, terutama kedua tungkai. Bahkan, bagian tersebut tidak akan merasakan sakit ketika tertusuk benda tajam.

 

Paraplegia adalah kondisi disabilitas yang membatasi gerak penderitanya. Kamu bisa turut mendukung penyandang disabilitas yang disebabkan oleh paraplegia ini dengan bergabung di #GerakTakTerbatas yang diselenggarakan Rexona. Caranya mudah, unduh aplikasi Gerak by Rexona dari smartphone-mu. Aplikasi ini akan menghitung setiap langkah kakimu sehari-hari. Jumlah langkahmu akan diakumulasi dan ditukar menjadi kursi roda untuk diberikan pada penyandang disabilitas yang membutuhkan.