Skip to content
Memahami Waxing Rambut, Apakah Lebih Baik dari Mencukur

Memahami Waxing Rambut, Apakah Lebih Baik dari Mencukur?

Sebagai wanita tentunya kamu ingin kulit ketiak yang lembut dan halus. Untuk membuatnya demikian, ada dua metode perawatan yang paling umum dilakukan yakni shaving dan waxing. Banyak yang menyarankan menghilangkan rambut ketiak dengan pisau cukur dan krimnya, namun tidak sedikit juga yang yakin bahwa waxing lebih baik dari shaving. Untuk mengetahui kebenarannya, yuk, pahami lebih dulu apa itu waxing rambut hingga perbandingannya dengan mencukur!

 

Sekilas Tentang Waxing

Waxing adalah metode penghilangan rambut yang tidak diinginkan di bagian tubuh tertentu. Berasal dari kata “wax” yang berarti lilin, waxing atau pelilinan dilakukan dengan cara mencabut bulu hingga ke akar menggunakan cairan lilin yang dipadatkan kemudian dicabut secara bersamaan. Bagian tubuh yang biasanya dilakukan metode waxing adalah ketiak, kaki, tangan, punggung, perut, wajah, hingga rambut pubis.

Praktik waxing rupanya sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu, lebih tepatnya tahun 1150 SM di Mesir. Para peneliti menemukan bahwa para selir Firaun Ramses III kebanyakan memiliki kaki dan ketiak yang lembut dan tidak berambut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan praktik ini sudah dilakukan jauh sebelumnya sejak tahun 3000 SM.

Hingga kini popularitas waxing sudah semakin menanjak, terlihat dari banyaknya ragam jenis yang akan kamu kenali lebih lanjut di bawah ini.

 

Jenis-jenis Bahan waxing

●      Soft Wax

Jenis pertama dan salah satu yang paling umum digunakan adalah Soft Wax, terbuat dari parafin atau lelehan lilin dan beeswax yang terlihat mirip seperti madu. Metode yang juga dikenal sebagai strip wax ini diawali dengan memanaskan cairan wax lalu dioleskan ke area tubuh yang berambut dan membiarkannya mengering. Kemudian, cairan yang mengering tersebut dilapisi strip sebagai alat untuk mencabutnya berlawanan dari arah tumbuhnya rambut secara bersamaan.

Soft wax biasanya digunakan untuk daerah yang luas seperti lengan, punggung, hingga tungkai kaki. Yang menjadi kelemahannya adalah cara ini tidak bisa mencabut ingrown hair atau rambut yang tumbuh ke dalam. Pengaplikasian yang kurang tepat juga berpotensi menyebabkan kulit ikut tertarik.

 

●      Hard Wax

Jenis kedua dan yang umum digunakan juga adalah hard wax. Yang membedakannya dari soft wax adalah metode ini tidak menggunakan strip sehingga dikenal juga sebagai stripless wax. Artinya cairan wax yang telah mengering bisa langsung dicabut secara bersamaan dengan tercabutnya rambut dari kulit. Tidak seperti soft wax, penggunaan hard wax tidak akan menyebabkan kulit ikut tercabut. Metode ini dapat digunakan di area yang tidak terlalu luas serta berambut lebih pendek dan tebal seperti area ketiak, atas bibir, dan alis.

 

●      Sugar Wax

Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif, sugar wax dapat dijadikan pilihan yang ideal. Menggunakan bahan-bahan yang alami, jenis wax ini biasanya terdiri dari gula, madu, jus lemon, dan air yang dihangatkan sehingga membentuk tekstur yang lengket. Karena menggunakan bahan yang alami, sugar wax aman digunakan di seluruh jenis kulit termasuk yang sensitif dan berminyak.

 

●      Fruit Wax

Alternatif lain selain sugar wax untuk kulit sensitif adalah fruit wax. Tidak semua buah, wax yang dimaksud lebih menggunakan ekstrak buah beri sebagai bahan utamanya. Kandungan antioksidan yang tinggi membuatnya cocok untuk kamu yang memiliki kulit sensitif. Meskipun harganya relatif lebih mahal, setidaknya resiko permukaan kulit ikut tertarik dapat dihindari.

 

●      Chocolate Wax

Untuk kamu yang ingin lebih dari sekedar waxing, ada jenis wax yang dicampur dengan coklat. Chocolate wax mengandung minyak yang sifatnya melembabkan kulit. Tidak hanya itu, jenis ini juga dipercaya mampu memperlambat proses penuaan dan memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar matahari. Hasilnya, kulit menjadi halus tanpa rambut, kenyal, dan bercahaya.

 

Jenis-jenis Suhu Waxing

●      Hot Wax

Berdasarkan suhunya, waxing terbagi dalam dua jenis saja yakni hot wax dan cold wax. Jenis yang pertama disebut sebagai hot wax karena bahan utamanya (lilin) dipanaskan terlebih dahulu untuk dicairkan, kemudian dioleskan ke permukaan kulit.

Cairan yang mengering tersebut selanjutnya dapat menyesuaikan dengan jenis wax berdasarkan bahannya, yakni langsung dicabut menggunakan tangan jika mengacu pada hard wax atau menempelkan strip sebelum mencabutnya jika mengacu pada soft wax. Pada akhirnya, wax yang sudah menempel hanya pada rambut bisa langsung dicabut seketika.

 

●      Cold Wax

Setelah hot wax, jenis yang kedua tentu saja adalah cold wax. Sesuai dengan namanya, cold wax tidak perlu dipanaskan terlebih dahulu seperti hot wax sebelum diaplikasikan ke kulit. Ini karena wax tersebut sudah tersedia pada strip tarik yang kamu beli. Ya, cold wax memang dirancang agar bisa kamu gunakan di rumah.

Untuk menggunakan cold wax, cukup dengan menggosok strip tersebut di antara dua telapak tangan untuk menghangatkannya agar dapat mengoptimalkan daya tarik lilin terhadap rambut. Cold wax selanjutnya dapat ditempelkan dan ditekankan ke permukaan kulit searah dengan arah pertumbuhan rambut. Kemudian, cold wax dapat ditarik berlawanan dari arah pertumbuhan rambut secara seketika.

 

Manfaat Waxing

Manfaat utama dan paling penting yang akan kamu dapatkan tentu saja adalah kulit yang mulus dan rata tanpa rambut dengan cepat. Tidak hanya menghilangkan rambut, pada proses waxing juga terdapat proses exfoliation atau pengelupasan pada bagian kulit tertentu. Kulit kering dan sel kulit mati yang membuat kulit terlihat menghitam akan ikut terangkat pada prosesnya. Waxing adalah metode yang tepat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan di area tubuh tertentu dalam sekali tarik. Karena ditarik sampai ke akar, rambut yang sudah di wax baru akan tumbuh sekitar dua hingga delapan minggu kedepan.

Artinya, kamu tidak perlu repot sering-sering melakukan waxing dua kali atau sekali dalam waktu seminggu. Kamu bisa kembali melakukan waxing paling tidak setiap empat atau lima minggu. Meskipun mungkin saja rambut yang di wax akan tumbuh lagi, rambut yang tumbuh itu merupakan hasil dari proses folikel yang berhenti sementara waktu untuk menumbuhkan rambut baru yang masih tipis dan lembut. Pertumbuhannya pun tidak akan padat seperti sebelum waxing.

Jika kamu rutin melakukan waxing pada area tubuh tertentu, kamu akan terbiasa dan rasa sakit ketika mencabut wax pun akan berkurang. Pertama, proses waxing yang terkesan perih sebenarnya cenderung terasa nyaman jika dilakukan dengan tepat. Bahkan bisa jadi tidak meninggalkan ruam pada kulit jika kamu tetap rileks dan tidak terlalu tegang ketika menjalani proses yang singkat itu.

Alasan berikutnya adalah karena daya rekat folikel rambut semakin lemah seiring waktu sehingga upaya untuk mencabutnya menjadi lebih mudah dan tidak lebih sakit. Pada akhirnya, bisa jadi rambut tidak akan tumbuh lagi secara permanen pada area tersebut sehingga kamu tidak perlu waxing bulu lagi. Ini akan membuat kamu tampil lebih percaya diri dengan kulit yang mulus tanpa bulu. Manfaat yang tidak kalah penting adalah semakin kecil kemungkinan kulitmu mengalami iritasi atau alergi. Ini karena proses waxing yang tepat memakai bahan kimia yang sedikit, sehingga jarang sekali menyebabkan iritasi atau alergi.

 

Perbandingan Waxing dengan Shaving

Setelah perjalanan membacamu yang cukup panjang ini, apa sudah bisa disimpulkan waxing lebih baik dari shaving? Bisa dibilang, waxing lebih baik dalam satu hal dibandingkan shaving, namun tidak lebih baik dalam hal lain. Berikut penjelasannya. Keunggulan waxing yang pertama adalah kamu terbebas dari resiko terluka akibat pisau cukur. Karena pada dasarnya menggunakan bahan cairan lilin sebagai media untuk mengangkat rambut, maka tidak diperlukan lagi pisau cukur untuk memotong rambut, sehingga secara otomatis terhindar dari resiko tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, waxing akan mencabut rambut yang tidak diinginkan sampai ke akar dan menghasilkan rambut yang lebih tipis, lembut dan lebih sedikit walaupun tumbuh lagi. Berbeda dengan shaving, rambut dicukur pada bagian yang tebal sampai permukaan kulit saja sehingga ketika tumbuh lagi, kulit menjadi terasa gatal dan kurang nyaman. Pertumbuhan rambut pasca waxing pun jauh lebih lambat yakni 2-8 minggu.

Shaving yang hanya sampai permukaan kulit membuat rambut yang masih ada di akar membutuhkan waktu hanya beberapa hari saja untuk kembali tumbuh. Kelemahan yang paling kentara dibandingkan shaving adalah harganya yang lebih mahal. Bukan tanpa alasan, waxing lebih disarankan untuk dilakukan oleh ahli kecantikan yang sudah dilengkapi dengan peralatan dan pengalaman sebagai profesional. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan kamu terkena efek samping yang akan dijelaskan berikut ini.

 

Efek Samping Waxing dan Cara Mengatasinya

●      Iritasi Kulit

Efek samping yang dapat ditimbulkan salah satunya adalah kemerahan dan iritasi kulit. Efek yang lebih berat dapat terjadi jika kulitmu lebih sensitif. Biasanya efek samping ini dapat diatasi dengan kompres menggunakan air dingin atau dengan mengoleskan pelembab atau lidah buaya. Iritasi juga dapat terjadi karena lelehan lilin yang terlalu panas. Kulit yang dioleskan lilin yang terlalu panas dapat menimbulkan luka bakar yang memungkinkan terjadinya hiperpigmentasi pada kulit.

 

●      Alergi

Meskipun kecil kemungkinan untuk menimbulkan alergi, bukan berarti kemungkinan itu tidak ada. Alergi bisa saja timbul terutama jika kamu memiliki kulit hipersensitif terhadap produk waxing.

 

●      Infeksi Kulit

Area kulit yang di wax berpotensi juga terkena infeksi bakteri. Ini akan terjadi jika proses dan alat yang digunakan tidak higienis. Karenanya, penting untuk menjaga kebersihan selama melakukan proses waxing.

 

●      Rambut Tumbuh di Dalam Kulit (Ingrown Hair)

Efek samping berikutnya yang dapat terjadi adalah tumbuhnya rambut di arah dalam kulit. Kondisi ini juga dikenal sebagai ingrown hair, dimana rambut baru tidak dapat menembus lapisan kulit karena terlalu lemah sehingga tumbuh di arah dalam. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan folikel rambut yang ditandai dengan timbulnya bintik merah di daerah kulit yang gatal. Ingrown hair dapat diatasi dengan menggunakan scrub untuk mengupas kulit dengan lembut di area tersebut.

 

●      Elastisitas Kulit Menurun

Setelah melakukan waxing, elastisitas kulit akan berkurang untuk sementara waktu. Pada saat itu, kulit membutuhkan waktu untuk meregenerasi dan memerlukan gizi yang cukup untuk pemulihan tersebut. Ini adalah salah satu alasan waxing tidak boleh dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang pendek karena dapat menyebabkan elastisitas kulit menurun.

 

●      Noda Kehitaman

Wax yang diaplikasikan ke kulit akan mendorong produksi pigmen yang menyebabkan kulit jadi tidak cerah dan kehitaman. Hal ini biasanya terjadi di kulit ketiak. Untuk mengatasinya ada beberapa bahan alami yang bisa kamu gunakan seperti lemon, kulit jeruk, cuka apel atau lidah buaya yang mudah dalam penggunaannya.

 

Cara lainnya adalah dengan menggunakan deodoran yang bisa membantu mencerahkan kulit ketiak kamu, seperti Rexona Advance Whitening Roll On yang memiliki kandungan minyak biji bunga matahari yang akan mencerahkan kulit ketiak dalam 7 (tujuh) hari. Dijamin kamu akan lebih percaya diri tidak hanya karena kulit ketiak yang cerah, tetapi juga terhindar dari bau akibat keringat.

Meskipun ada efek samping yang bisa saja terjadi, tapi jangan sampai mengurungkan niatmu untuk punya kulit mulus. Langkah cermat yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempercayakan jasa profesional untuk melakukan waxing, memilih jasa yang terjaga kebersihannya, menjaga tubuhmu tetap bersih juga, memilih jenis waxing yang cocok dengan kulitmu, yang dapat kamu temukan dengan berkonsultasi dengan ahli kecantikan terlebih dahulu.