Skip to content
Memahami Self Esteem dan Apa Pentingnya untuk Dirimu Sendiri?

Memahami Self Esteem dan Apa Pentingnya untuk Dirimu Sendiri?

Apa kamu pernah mendengar istilah self esteem atau penghargaan diri? Hal ini berfokus pada bagaimana cara kamu menilai diri dan akhirnya bisa menerima dan mencintai diri sendiri. Karena berfokus pada penilaian diri, self esteem menjadi bagian dari karakteristik seseorang yang sangat penting untuk pengembangan diri, terlebih bila individu tersebut memiliki self esteem yang sehat.

Sayangnya tidak semua orang menyadari betapa pentingnya menilai diri sendiri dengan hal-hal yang positif. Tidak sedikit orang yang memiliki penghargaan yang rendah pada dirinya sendiri atau dikenal juga dengan low self esteem. Meskipun pada awalnya dianggap memiliki low self esteem, seseorang bisa mengubahnya menjadi penghargaan diri yang lebih sehat.  Nah, untuk tahu lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini sampai akhir ya!

 

Apa itu Self Esteem?

Dalam psikologi, istilah self esteem atau penghargaan diri menggambarkan penilaian terhadap dirinya sendiri. Penghargaan diri ini biasanya meliputi bagaimana seseorang mengapresiasi, menghargai, menyukai, dan mempercayai diri sendiri yang dapat terlihat dari sikap atau perilaku, penampilan, dan emosi mereka. Self esteem juga dianggap sebagai ciri kepribadian yang cenderung stabil dan bertahan lama.

Self esteem memiliki peranan yang penting dalam kehidupan setiap individu. Jika seseorang menilai dirinya rendah (low self-esteem), mereka akan merasa tidak mampu untuk melakukan sesuatu yang berperan penting untuk pengembangan diri. Bahkan low self esteem bisa mengarah pada rasa tidak aman dan tidak memiliki motivasi. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki penghargaan diri yang sehat untuk menghindari hal seperti ini.

Tidak ada yang lebih penting dari bagaimana cara kamu berpikir dan menghargai diri sendiri. Kebiasaan ini akan membuatmu lebih termotivasi dan mencintai diri sendiri yang menjadi bagian penting dari self esteem. Hal ini pun didukung oleh banyak teori yang mengungkap dinamika penghargaan diri. Contohnya Abraham Maslow, seorang psikolog asal Amerika Serikat yang melahirkan teori kepribadian. Dalam teorinya, Maslow mengungkap bahwa penghargaan diri atau self-esteem merupakan salah satu hal yang mendasari motivasi seseorang untuk tumbuh sebagai pribadi dan mencapai aktualisasi diri.

 

Apa Self Esteem sama dengan Percaya Diri?

Dari penjelasan di atas, kamu mungkin menganggap self esteem sama dengan percaya diri (self confidence). Padahal kedua hal ini memiliki esensi yang berbeda, lho! Secara umum, penghargaan diri lebih berfokus pada bagaimana kamu menilai diri sendiri secara keseluruhan. Sedangkan percaya diri lebih pada cara kamu melihat kemampuan yang dimiliki dan bagaimana kamu menyikapinya. Selain itu, penghargaan diri bisa terbentuk karena pengalaman yang sudah dialami, berbeda dengan kepercayaan diri yang biasanya terbentuk tergantung dari kondisi yang sedang dihadapi.

Misalnya, kamu memiliki self esteem yang positif, namun terkadang mengalami krisis kepercayaan diri ketika diminta menghadapi situasi yang menjadi kelemahanmu. Contoh lainnya, kamu menghargai diri sendiri dan memiliki self esteem yang positif, namun bukan berarti kamu percaya diri bila ditunjuk sebagai seorang pemimpin. Terlepas dari perbedaannya,  baik penghargaan diri dan kepercayaan diri memang terkesan mirip karena  penghargaan diri yang tinggi juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.

 

Mengapa Self Esteem Penting dalam Kehidupan Sehari-hari?

Self esteem atau penghargaan diri memiliki peranan yang signifikan dalam motivasi hidup dan kesuksesan seseorang. Bila kamu memiliki penghargaan diri yang rendah, ini bisa menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan yang kamu inginkan. Kamu akan terus memiliki keraguan bahwa kamu tidak akan mampu untuk sukses dalam apapun yang kamu lakukan.

Sebaliknya, memiliki self esteem yang sehat dapat membantu dalam meraih kesuksesan yang kamu inginkan. Dengan menjalani hidup yang positif, tegas, dan sikap menghargai diri sendiri, kamu akan merasa yakin bahwa target yang kamu buat akan tercapai. Selain itu, self-esteem yang membuatmu mencintai diri sendiri akan menimbulkan keyakinan bahwa kamu mampu mencapai tujuan yang diharapkan.

 

Bagaimana Ciri Self Esteem yang Sehat?

Apa kamu merasa memiliki self esteem atau penghargaan diri yang sehat? Ada beberapa cara sederhana untuk mengetahui apakah kamu memiliki tingkat penghargaan diri yang sehat. Di antaranya dengan memperhatikan beberapa indikator berikut ini:

●      Tidak berlarut-larut memikirkan masa lalu dan pengalaman buruk/negatif;

●      Mampu mengutarakan kebutuhan diri;

●      Merasa percaya diri;

●      Memiliki pandangan hidup positif;

●      Tidak segan berkata “tidak” jika merasa enggan atau tidak mampu;

●      Menerima kekuatan dan kelemahan secara menyeluruh.

 

Selain self esteem yang sehat, tidak sedikit juga individu yang memiliki penghargaan diri yang rendah. Kamu mungkin perlu memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri jika kamu memiliki masalah-masalah berikut yang disebabkan oleh rendahnya tingkat penghargaan diri:

●      Seringkali berpikir orang lain lebih baik dari dirimu;

●      Sulit untuk mengutarakan keinginan atau kebutuhan;

●      Lebih berfokus pada kelemahan daripada kelebihan;

●      Sering mengalami perasaan malu, cemas, dan depresi;

●      Memiliki pandangan hidup yang negatif;

●      Sering takut gagal;

●      Kesulitan menerima feedback yang positif;

●      Sulit mengatakan “tidak”;

●      Mengutamakan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan sendiri;

●      Sulit menumbuhkan rasa percaya diri.

 

Jadi, diantara ciri-ciri di atas, mana yang paling mencerminkan dirimu? Apakah kamu memiliki self esteem yang sehat dan positif atau tingkat penghargaan diri yang rendah?

 

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Self Esteem?

Selain membentuk karakter, faktor genetik juga menjadi basis dari self esteem atau penghargaan diri. Biasanya seseorang yang sering menerima kritik dan penilaian negatif yang berlebihan dari keluarga dan orang terdekat lainnya cenderung memiliki penghargaan diri yang rendah. Hal-hal lain juga dapat mempengaruhi penghargaan diri, seperti:

●      Pola pikir, persepsi, dan alam bawah sadar;

●      Usia;

●      Keterbatasan  fisik;

●      Penyakit yang diderita;

●      Pekerjaan;

●      Opini yang diterima dari media massa.

 

Bagaimana Cara Meningkatkan Self Esteem?

Kamu sering merasa minder dan sulit untuk mencintai diri sendiri? Itu tandanya kamu perlu meningkatkan self esteem atau lebih menghargai diri sendiri. Ada berbagai cara yang bisa kamu coba untuk meningkatkan penghargaan diri.

●      Kurangi Sifat Perfeksionis

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Itu membuktikan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Bila kamu cenderung memiliki sifat perfeksionis, mulailah untuk menerima ketidaksempurnaan dirimu. Jangan hanya mengakui prestasi tapi juga kesalahan yang pernah kamu buat. Dengan begitu kamu pun mampu untuk mempertahankan pikiran positif sembari belajar untuk mengembangkan diri dari kesalahanmu.

●      Berbicara Hal Positif Terhadap Diri Sendiri

Berbicara pada diri sendiri atau self-talk bisa mempengaruhi self esteem. Baik yang positif atau negatif, self-talk berkorelasi dengan cara kamu menghargai diri sendiri. Untuk meningkatkan self-esteem, kamu bisa mulai membiasakan diri dengan berbicara hal-hal positif tentang dirimu sendiri. Belajarlah untuk tidak berlarut-larut dalam pikiran negatifmu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan jika dihampiri pemikiran negatif yaitu dengan berkata ‘Stop!’ atau kata perintah lain yang bisa menghentikan pemikiran burukmu. Setelah itu mulailah fokus pada hal-hal yang membangun dan memotivasi diri agar kamu merasa lebih baik.

●      Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain

Membandingkan diri dengan orang lain dan apa yang mereka punya akan membuatmu kurang menghargai diri sendiri. Akan selalu ada orang yang lebih baik dan bisa melakukan hal yang mungkin tidak bisa kamu lakukan. Self esteem bukan untuk membuatmu lebih unggul dari orang lain, tapi bagaimana kamu menerima dan fokus pada dirimu. Dari pada dengan orang lain, bandingkan dirimu dengan dirimu yang sebelumnya. Bila dirasa ada hal yang perlu kamu perbaiki, maka perbaikilah. Dengan membandingkan diri sendiri dengan hasil yang telah dicapai, kamu akan lebih termotivasi serta menerima dan mencintai diri sendiri.

●      Lakukan Hal-hal yang Membuatmu Senang

Bila melakukan hal-hal yang kamu sukai, otomatis kamu akan lebih termotivasi dan banyak berpikir positif. Jadi, pikirkan apa saja hal-hal yang kamu senangi. Kamu memiliki hobi memasak, membaca atau hobi lainnya? Sisihkan waktu untuk melakukannya setiap hari. Kalau kamu senang melakukannya dan berdampak positif pada self esteem, kenapa tidak?

●      Atasi Kegagalan dan Kesalahan dengan Cara Positif

Sesekali kamu keluar dari zona nyaman dan tidak ada yang menjamin bahwa kamu akan selalu sukses. Ingat, kegagalan atau melakukan kesalahan dalam suatu proses itu merupakan hal yang normal. Akan tetapi kamu perlu mengatasinya dengan cara positif agar lebih menghargai diri sendiri. Jadi, ketika kamu melakukan kesalahan atau merasa gagal, jangan terlalu larut dalam hal tersebut. Berusahalah untuk lebih optimis dan mencari peluang lain yang dapat memperbaiki situasimu menjadi lebih baik. Jangan lupa untuk mengambil pelajaran dari setiap kegagalan. Mendengar dukungan dari berbagai pihak saat kamu merasa gagal dapat meningkatkan self esteem juga, lho!

●      Hindari Lingkungan Toxic

Lingkungan yang toxic hanya akan menimbulkan perasaan negatif yang berpengaruh buruk pada tingkat self esteem. Lingkungan yang toxic bisa terjadi di mana saja, seperti di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga. Ciri-cirinya adalah kamu selalu memiliki rasa marah, takut, dan enggan untuk berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan tersebut. Intinya lingkungan yang toxic akan membuatmu sulit untuk mencintai diri sendiri. Disarankan demi kesehatan fisik dan mental, kamu menghindari dan menarik diri dari lingkungan itu. Sebaliknya, dekatkan diri dengan orang-orang yang selalu mendukung dan membuat perasaanmu menjadi lebih baik sehingga kamu bisa lebih menghargai diri sendiri.

●      Kembangkan Self-Care

Menerapkan self-care bukan berarti kamu berfoya-foya. Banyak juga hal-hal positif yang bisa kamu lakukan untuk merawat diri tanpa harus mengeluarkan budget. Efeknya pun sama, yaitu untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional. Bila kamu merawat diri, suasana hati dapat meningkat, mengurangi tingkat kecemasan, dan membangun hubungan baik dengan orang-orang disekitarmu. Self-care juga merupakan salah satu cara untuk lebih menghargai dan mencintai diri sendiri.

 

Kamu tidak perlu mengeluarkan budget yang besar untuk melakukan self-care. Lakukan saja kegiatan sederhana seperti istirahat yang cukup, menjalani gaya hidup sehat, dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terkasih. Bahkan kegiatan sehari-hari seperti menjaga kebersihan diri agar terhindar dari serangan kuman penyebab penyakit dan bau badan juga termasuk dalam self-care, lho! Penampilan yang terjaga meski telah beraktivitas seharian bisa meningkatkan self esteem kamu dan menimbulkan rasa percaya diri. Maka dari itu, penting sekali untuk merawat diri agar kamu lebih menghargai diri sendiri.

 

Kalau kamu punya masalah keringat dan bau badan, kamu bisa menggunakan Rexona Shower Clean Deodorant Spray [1] yang akan membantu kamu mengatasi masalah bau badan dengan sensasi segar dan bersih yang bertahan lama. Dijamin, kamu akan lebih percaya diri dan bisa sangat membantu kamu dalam meningkatkan self esteem-mu.

Self esteem atau penghargaan diri merupakan salah satu hal penting yang dapat menentukan apakah kamu akan sukses dalam menjalani hidup. Bila ingin berkembang menjadi individu yang lebih baik, penghargaan diri bisa kamu tingkatkan ke arah yang lebih sehat dan positif. Penjelasan di atas dapat membantumu untuk mengenal self esteem lebih dekat dan bagaimana cara meningkatkannya. Yuk, sama-sama kembangkan self esteem yang sehat dan positif!