Skip to content
Macam-macam Masker dan Penggunaannya untuk Menghadapi New Normal

Macam-macam Masker dan Penggunaannya untuk Menghadapi New Normal

Penerapan pembatasan jarak mulai dilonggarkan. Masyarakat pun mulai diperbolehkan beraktivitas di luar rumah dengan beberapa persyaratan. Di samping tetap menjaga jarak aman dan rajin mencuci tangan, penggunaan masker selama beraktivitas di luar rumah juga diwajibkan. Selama masa pandemi, masker memang menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Tapi kamu juga harus tahu kalau saat ini ada beberapa jenis masker yang tersedia di pasaran. Setiap masker memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Agar lebih paham tentang penggunaan masker yang benar, berikut macam-macam masker dan cara penggunaannya dalam menjalani new normal.

 

Masker Kain

Saat masker medis sempat langka di pasaran, masker kain menjadi satu-satunya opsi yang tersedia untuk mencegah penularan virus COVID-19. Meski tidak seefektif masker medis, masker kain sudah cukup baik dalam menahan droplet yang menjadi media penyebaran virus. Masker kain sendiri bukan hanya sebatas masker yang terbuat dari kain. Agar bisa mencegah penularan virus, ada spesifikasi yang harus dipenuhi.

Misalnya saja terkait jumlah lapisannya yang minimal memiliki 3 lapisan. Ketiga lapisan tersebut terdiri dari lapisan depan yang tahan air, lapisan tengah yang terbuat dari microfiber melt-blown dan lapisan belakang yang merupakan kain biasa. Penggunaan masker kain ini pun ada syaratnya. Masker kain digunakan untuk mereka yang sehat. Meski dapat digunakan berkali-kali, masker kain tetap harus rutin dicuci.

 

Masker Bedah

Sesuai dengan namanya, masker bedah sebenarnya digunakan oleh tenaga medis saat melakukan pembedahan. Namun di samping itu, masker bedah juga dianjurkan untuk digunakan oleh mereka yang sedang menderita flu. Masker bedah sendiri tersedia dalam dua jenis, yakni masker bedah 2 ply dan masker bedah 3 ply. Untuk masker bedah 2 ply, masker ini hanya memiliki 2 lapisan, yakni lapisan luar dan lapisan dalam. Tidak ada filter pada masker jenis ini. Karena itu, penggunaannya hanya dianjurkan untuk mereka yang sehat.

Untuk mereka yang memiliki gejala flu, lebih dianjurkan untuk menggunakan masker bedah 3 ply yang memiliki 3 lapisan yang terdiri dari lapisan luar, lapisan tengah yang berfungsi sebagai filter dan lapisan dalam. Masker bedah juga hanya boleh digunakan satu kali. Setelah dipakai, masker tidak boleh digunakan kembali dan harus segera dibuang.

 

Masker N95

Pada saat masker menjadi komoditas langka, harga masker N95 sempat melonjak tinggi. Hal tersebut tidak lepas dari keunggulan yang dimiliki. Dibandingkan dengan masker jenis lain, masker N95 memang memiliki kemampuan untuk melindungi pemakainya dari paparan cairan berukuran droplet hingga aerosol. Meski efektif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, hal tersebut hanya berlaku jika masyarakat tahu bagaimana penggunaan masker yang benar.

Efektivitas masker N95 hanya dapat diperoleh jika seal fit-nya terpasang dengan benar, sehingga bisa menahan droplet secara optimal. Meski demikian, urgensi penggunaannya sebenarnya tidak begitu tinggi, khususnya untuk masyarakat umum. Penggunaan masker N95 sendiri lebih diprioritaskan untuk tenaga medis yang sering kontak dengan pasien COVID-19. Karena itulah, masyarakat juga harus bijak dalam memilih masker.

 

New normal adalah era dimana kebiasaan-kebiasaan baru harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Jaga jarak, rajin cuci tangan dan menggunakan masker setiap kali pergi ke luar rumah, semua itu harus dilakukan demi menekan laju penularan virus.