Skip to content
Perbedaan antara berlari dan berjalan

Jalan dan Berlari: Apa Bedanya? Mana yang Lebih Menyehatkan?

Lari dan jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang bisa kamu pilih sebagai upaya untuk menjaga tubuh agar aktif bergerak. Namun, di antara dua bentuk olahraga kardio ini, manakah yang dianggap paling menyehatkan? Apakah berlari lebih efektif untuk menjaga kesehatan dibandingkan dengan jalan kaki?

 

Perbedaan antara Berlari dan Berjalan dari Mekanismenya

Mekanisme berlari cukup berbeda dengan jalan kaki. Perbedaan tersebutlah yang mempengaruhi kecepatan maksimum, aktivitas tubuh, dan efisiensi daya. Berikut penjelasan terkait perbedaan antara berlari dan berjalan dari segi mekanisme:

●      Kecepatan

Rata-rata kecepatan ketika berjalan kaki mencapai 5 km/jam, sedangkan olahraga brisk walking dan jalan cepat mampu mencapai 8 km/jam. Kecepatan yang membuat kamu lebih nyaman berlari dibanding jalan kaki disebut juga break point. Biasanya kecepatan breakpoint berada di 6,5 km/jam sampai 8 km/jam. Kebanyakan orang beranggapan bahwa berlari dapat mencapai kecepatan maksimum secara keseluruhan lebih tinggi bila dibandingkan dengan jalan kaki.

●      Kontak Kaki

Perbedaan antara berlari dan berjalan dapat dilihat dari kontak kaki dengan tanah. Ketika berjalan, kontak kaki dengan tanah lebih tinggi daripada berlari. Sedangkan ketika berlari, kedua kaki seolah-olah dalam keadaan melayang dan hanya melakukan kontak dengan tanah sepersekian detik saja.

●      Sudut Lutut

Saat berlari, lutut kamu akan lebih sering tertekuk daripada saat berjalan kaki. Tujuannya yaitu demi meningkatkan kekuatan yang dibebankan ke tanah saat berlari. Hal tersebut juga dapat meningkatkan kekuatan otot paha depan atau extensor. Itu sebabnya berlari cenderung lebih melelahkan bagi lutut daripada saat berjalan kaki.

●      Tenaga

Gerakan yang berbeda tentunya mempengaruhi tenaga yang digunakan dalam setiap langkah. Misalnya, seseorang dengan berat 100 kg biasanya memiliki kecepatan lari dan jalan kaki sekitar 7 km/jam. Jika kamu berada di bawah kecepatan ini, langkah dalam berjalan akan lebih menghemat tenaga dibandingkan berlari. Tetapi, jika berada di atas kecepatan tersebut, berlari akan lebih efisien.

 

Lari dan Berjalan Kaki, Mana yang Lebih Baik?

Baik lari dan berjalan kaki merupakan olahraga kardio yang memiliki banyak manfaat. Meskipun begitu, kamu pun perlu mempertimbangkan kondisi tubuh sebelum memilih gerakan mana yang cocok. Jalan kaki menimbulkan sedikit tekanan pada sendi. Selain itu, jalan kaki juga termasuk olahraga yang mudah dilakukan daripada olahraga lainnya.

Kalau kamu memiliki riwayat cedera sendi tungkai bawah, sebaiknya lakukan jalan cepat agar bisa memberikan efek pemulihan dan lebih efektif daripada berlari. Jika tujuan kamu ingin menurunkan berat badan, jalan cepat bisa memberikan hasil yang serupa seperti jogging.

Dibandingkan jalan kaki, berlari memerlukan gerakan cepat dan lebih intens sehingga dianggap mampu membakar kalori lebih banyak. Jika kamu memiliki struktur tulang yang baik, berat badan ideal, dan sering latihan, olahraga ini bisa jadi pilihan.

Namun, bagi kamu yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya biasakan untuk berjalan kaki atau latihan interval dahulu. Karena berlari akan membebani sendi tiga kali lipat tubuh dengan beban langkah tiga kali lipat lebih banyak dari berjalan, kamu perlu membiasakan diri untuk menerima tekanan tersebut.

Namun, baik lari dan jalan kaki, sebaiknya jangan lupa untuk mengenakan sepatu yang nyaman di kaki. Dengan mengenakan alas kaki yang nyaman, kamu pun akan lebih menikmati setiap gerakan yang dilakukan.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menggunakan deodorant Rexona Antibacterial Defense Roll On yang tersedia baik untuk pria juga untuk wanita. Deodoran ini akan memberikan 10 kali perlindungan anti bakteri penyebab bau badan dibandingkan produk serupa lainnya.

Rexona Antibacterial Defense Roll On memiliki teknologi butiran-butiran mikro MotionSense yang akan pecah karena gerakan dan melepaskan wangi yang menyegarkan. Kamu akan mendapatkan perlindungan terhadap keringat dan bau badan hingga 48 jam, sehingga kamu tetap segar dan percaya diri dalam setiap momen.

 

Referensi:

healthline.com/health/walking-vs-running#benefits-and-risks

vox.com/2015/8/4/9091093/walking-versus-running

consumerreports.org/exercise-fitness/benefits-of-running-vs-walking/

webmd.com/fitness-exercise/news/20170504/walking-vs-running----which-is-better

active.com/fitness/articles/walking-vs-running-what-s-best-for-you?page=2

nakita.grid.id/read/021265168/lebih-sehat-olahraga-berjalan-atau-berlari-berikut-kata-pakar?page=all