Skip to content
Hal Penting yang Harus Diketahui untuk Latihan Angkat Beban

Hal Penting yang Harus Diketahui untuk Latihan Angkat Beban

Latihan angkat beban kerap dianggap memberatkan dan melelahkan. Padahal latihan beban sebenarnya sangat bagus untuk tubuh. Bukan hanya untuk mereka yang ingin membangun otot, angkat beban juga bagus untuk membakar kalori dan menjaga kesehatan jantung. Namun tentu saja, semua manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika kamu melakukannya dengan benar.

 

Susun Program Latihan

Apapun jenis olahraganya, kamu harus paham apa tujuanmu melakukannya. Dalam kasus angkat beban, biasanya orang melakukannya karena ingin membentuk otot tubuh. Di sinilah letak permasalahannya. Jika susunan latihan yang dipilih kurang tepat, hasil yang diperoleh juga kurang maksimal. Latihan beban harus mencakup seluruh otot tubuh.

Baik itu otot dada, punggung, lengan, perut ataupun kaki, semua harus mendapatkan porsi yang tepat. Tapi perlu dicatat. Meski semua otot harus kena, bukan berarti kamu harus menargetkan semuanya pada satu kali latihan. Susunlah program latihan secara bertahap. Misalnya untuk latihan otot bagian atas di hari Senin dan latihan otot bagian bawah pada hari Rabu. Dengan menyusun program latihan, latihan beban juga akan terasa lebih ringan.

 

Jangan Lupa Pemanasan

Karena ingin cepat-cepat latihan angkat beban, cukup banyak orang yang langsung mengangkat beban tanpa pemanasan. Perlu diingat, apapun olahraganya, pemanasan itu sangat penting untuk mempersiapkan otot. Pemanasan juga berguna untuk mencegah cedera saat berolahraga nanti. Untuk melakukan pemanasan, mulailah dengan olahraga kecil seperti lari-lari kecil kemudian lanjutkan dengan peregangan. Beri perhatian lebih pada otot-otot yang ingin dilatih nanti. Jika kamu ingin melatih otot lengan, peregangan di area lengan harus mendapat perhatian lebih. Lakukan pemanasan dengan benar hingga tubuh terasa cukup panas.

 

Jangan Terlalu Fokus pada Repetisi, Fokus pada Postur dan Gerakan

Semakin banyak repetisi, semakin bagus hasilnya pada tubuh. Asumsi seperti ini lazim dijumpai pada pemula yang baru memulai latihan angkat beban. Meski tidak sepenuhnya salah, terlalu fokus pada repetisi tidak akan memberi hasil yang maksimal jika gerakan dan postur tubuhnya sendiri salah. Perhatikan postur tubuh saat mengangkat beban. Untuk itulah gym menyediakan cermin. Perhatikan juga gerakan yang dilakukan. Agar lebih mudah, kamu bisa minta bantuan teman untuk memperhatikan gerakanmu.

 

Atur Frekuensi dan Intensitas Latihan

Idealnya manusia perlu berolahraga selama 150 menit dalam satu minggu atau 30 menit setiap harinya. Apapun jenis olahraganya, prinsip dasarnya sama. Begitu juga dengan angkat beban. Kalau kamu masih baru, kamu bisa mulai dengan latihan 2 kali seminggu dengan intensitas 30 menit setiap sesinya. Sejalan dengan perkembangan yang kamu alami, tambah frekuensi dan intensitas latihannya. Lakukan ini terus sampai mencapai angka ideal, yakni 3 kali dalam seminggu. Tentu saja, angka tersebut di luar aktivitas olahraga yang lain jika memang ada.

 

Jangan Lupa Istirahat

Karena terlalu bersemangat, terkadang ada beberapa orang yang justru lupa kalau istirahat itu sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri. Saat melakukan sesi latihan angkat beban, otot-otot biasanya akan terasa sakit. Nyeri pada otot setelah berolahraga adalah tanda bahwa ototmu sedang berkembang. Dalam kondisi seperti ini, jangan paksakan tubuh untuk melakukan olahraga berat. Beri waktu pada otot agar beristirahat. Selama masa pemulihan, penuhi kebutuhan gizinya. Pastikan minum cukup air dan makan makanan yang tinggi protein.

 

Latihan angkat beban sebenarnya dapat dilakukan di mana saja. Kamu juga bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan berat tubuhmu. Kuncinya di sini adalah tetap aktif bergerak untuk menjaga kesehatan.