Skip to content

Gerak Tak Terbatas, 7 Fakta Tentang Pahlawan Kemanusiaan Helen Keller

Helen Keller merupakan pahlawan kemanusiaan yang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang buta dan tuli. Wanita kelahiran 27 Juni 1880 ini merupakan seorang yang buta dan tuli. Keterbatasan tersebut sempat membuat Helen tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan, semasa kecilnya tidak ada alat bantu dengar yang tersedia untuk membantunya menangkap suara.

Di balik segala kekurangan dan keterbatasannya, Helen Keller dianggap sebagai seorang aktivitas dan pahlawan kemanusiaan, terutama bagi penyandang tuli dan buta. Seperti apa sosok Helen Keller di mata dunia? Kenali Helen Keller secara lebih dalam melalui fakta-fakta berikut ini.

 

1.    Buta dan Tuli di Usia 19 Bulan

Helen Keller terlahir sebagai bayi normal. Kecerdasannya terlihat ketika di usia 6 bulan Helen sudah mampu belajar berbicara. Sayangnya, ketika usianya memasuki 19 bulan ia terserang penyakit yang membuatnya buta dan tuli. Diduga penyakit yang menyerang Helen adalah rubella atau demam scarlet.

Pada saat itu Helen mengalami demam yang sangat tinggi. Sang ibu tidak menyadari bahwa Helen telah mengalami kebutaan dan kehilangan pendengaran sampai ia melihat putrinya tidak bereaksi ketika bel makan berbunyi dan ia tidak menyambut lambaian tangan di depan matanya.

 

2.    Putri dari Seorang Kapten Pasukan Konfederasi

Ayah Helen bernama Arthur Keller dan sempat berprofesi sebagai pengacara sebelum akhirnya mendaftar sebagai tentara konfederasi. Selama perang sipil, ayahnya menjabat sebagai sersan. Ketika perang sipil berakhir, Ayah Helen membeli dan mengelola surat kabar lokal mingguan – The North Alabamian.

Sebelum perang sipil, keluarga Helen Keller merupakan keluarga kaya yang cukup terpandang. Namun, setelah perang berakhir mereka harus kehilangan kekayaannya dan hidup sederhana.

 

3.    Bertemu dengan Guru yang Mengubah Hidupnya

Anne Mansfield Sullivan adalah seorang wanita yang menjadi guru Helen. Pertemuan pertama antara Anne dan Helen terjadi pada tanggal 3 Maret 1887. Pada mulanya, Helen menjadi anak yang keras kepala dan tak segan membantah perintah Anne. Namun, kesabaran Anne membuat Helen mau mempelajari kata-kata yang tidak ia kenal sebelumnya.

Anne bukan sekadar sosok guru biasa, tapi juga sahabat bagi Helen. Dari Anne lah Helen mulai belajar mengenal kata-kata dan belajar berbicara. Pada saat itu, Helen bahkan tidak menggunakan alat bantu dengar.

 

4.    Menempuh Pendidikan Formal

Menjadi seorang yang buta dan tuli tidak lantas mematahkan semangat Helen untuk bisa menempuh pendidikan formal. Yang menarik, Helen tidak bersekolah di sekolahan khusus, ia bisa menyelesaikan studi di sekolahan yang sebagian besar siswanya adalah anak-anak non-disabilitas.

Sejak kecil, Helen memiliki cita-cita agar bisa berkuliah. Impian tersebut tercapai dan Helen menempuh studi di Radcliffe College. Helen berhasil menyelesaikan studinya dan mendapat gelar Bachelor of Arts. Bahkan, Helen merupakan orang buta dan tuli pertama yang memperoleh gelar tersebut.

 

5.    Menulis Sejumlah Buku

Helen Keller merupakan sosok yang sangat inspiratif. Di tengah keterbatasannya mendengar dan melihat, Helen memiliki semangat menjadi seorang penulis. Hal tersebut dibuktikan dari sejumlah buku dan artikel yang ia tulis sendiri. Helen mulai menulis tentang kebutaan, perjalanan hidupnya, sampai dengan hal-hal yang tabu dibahas pada masa itu – contohnya seperti penyakit kelamin.

 

6.    Memperjuangkan Kesejahteraan Orang Buta dan Tuli

Memiliki kondisi buta dan tuli membuat hati Helen tergerak untuk memperjuangkan kesejahteraan orang-orang yang mengalami kondisi yang sama dengan dirinya. Helen mulai melakukan perjalanan ke 39 negara untuk mengadvokasi pendidikan orang buta, tuli, dan disabilitas. Berkat perjuangan Helen inilah kini banyak pusat rehabilitasi atau pendidikan bagi orang buta maupun tuli.

 

7.    Memperoleh Sejumlah Penghargaan

Usaha Helen sebagai aktivitas dan pahlawan kemanusiaan membuatnya mendapat sejumlah penghargaan. Helen mendapatkan Presidential Medal of Freedom pada tahun 1964 untuk karyanya atas nama penyandang disabilitas. Gambar dirinya juga diabadikan pada uang koin mata uang Alabama.

 

Dari Helen Keller kita belajar bahwa kekurangan bukan penghalang untuk membantu sesama yang membutuhkan. Di era modern ini, kita juga bisa membantu penyandang buta dan tuli dengan berbagai cara, misalnya menyumbangkan alat bantu dengar yang tergolong mahal kepada penyandang tuli.

Cara yang lebih sederhana untuk membantu penyandang disabilitas juga bisa dimulai dari #GerakTakTerbatas –program terbaru dari Rexona. Dengan mengunduh aplikasi Gerak by Rexona dari smartphone-mu, kamu bisa turut membantu penyandang disabilitas mendapatkan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.