Skip to content
Detox Tubuh dengan Berpuasa: Bagaimana Caranya?

Detox Tubuh dengan Berpuasa: Bagaimana Caranya?

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk detoksifikasi tubuh atau mengeluarkan racun dalam tubuh. Beberapa di antaranya yaitu dengan rajin berolahraga dan banyak minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Bahkan kamu pun bisa mengonsumsi infused water bila bosan mengonsumsi air putih melulu. Sayangnya, di saat menjalankan ibadah puasa, terkadang kamu masih kekurangan asupan cairan dan malas berolahraga lama-lama. Tetapi sebenarnya saat berpuasa pun kamu tetap bisa detox tubuh, kok! Bagaimana caranya? Simak penjelasan di bawah ini sampai selesai, ya!

 

Detoksifikasi Tubuh Secara Umum

Apa akhir-akhir ini kamu sering merasa sakit kepala, cepat lelah, mudah sariawan, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya? Jika iya, itu tandanya ada penumpukan toksin atau racun dalam tubuh kamu. Racun-racun tersebutlah yang akhirnya menyebabkan kamu mengalami beberapa gangguan kesehatan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Toksin atau racun yang ada dalam tubuh perlu dikeluarkan untuk mencegah penumpukan. Jika menumpuk, maka racun tersebut akan menyebabkan toksemia atau kondisi keracunan dalam darah. Seorang konsultan gizi dan pencetus food combining, Andang WIdhawari Gunawan, menegaskan bahwa toksemia tidak bisa dianggap remeh karena masalah ini menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan masalah kesehatan kronis yang umumnya dialami lansia.

Racun yang diserap tubuh bisa berasal dari dua faktor, yaitu faktor endogenous (dalam) dan faktor eksogen (luar). Faktor endogenus bisa melalui radikal bebas, gangguan fungsi hormon, sisa metabolisme, stres, dan bakteri yang sudah ada dalam tubuh. Sedangkan faktor eksogen meliputi obat-obatan, produk susu, mikroba, dan lemak trans. Nah, makanan yang kamu konsumsi  pun bisa saja mengandung racun terselubung yang akan mengendap dalam tubuh. Maka dari itu proses detox tubuh atau pengeluaran racun itu sangat penting.

Sebenarnya tubuh kita memiliki kemampuan untuk detoksifikasi secara alami. Misalnya saja melalui air kencing, berkeringat, dan buang air besar. Namun, tidak jarang juga mekanisme detox tubuh alami ini bisa terganggu. Bisa saja dalam sehari kamu tidak buang air besar. Itu artinya tubuh kamu telah menumpuk racun. Ingat, berkeringat dan kencing saja tidak cukup untuk mengeluarkan racun dalam tubuh.

Perlu ada faktor pendorong lain yang bisa membantumu dalam proses mendetox tubuh. Untungnya melaksanakan ibadah puasa bisa menjadi kesempatan untuk mendetox tubuh secara optimal. Asalkan dilakukan dengan benar, maka sembari menjalankan ibadah puasa, tubuh kamu mampu mengeluarkan sisa racun yang masuk dan mengendap dalam tubuh.

 

Detoksifikasi Tubuh dengan Berpuasa

Di atas telah dijelaskan bahwa tubuh memiliki proses detoksifikasi alamiah dengan cara berkeringat, kencing, dan buang air besar (BAB). Namun, proses mendetox tubuh secara alami ini terkadang mengalami gangguan. Nah, di tengah pelaksanaan ibadah puasa ini, kamu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk membantu proses pembuangan racun dalam tubuh.

Pada dasarnya, dengan berpuasa kamu memberikan rehat pada organ pencernaan dengan tidak makan dan minum sampai waktu berbuka. Itu artinya perut kamu akan kosong selama hampir 13 jam dan memberikan organ pencernaan seperti pankreas, liver, usus halus, usus besar, dan lambung untuk beristirahat. Setelah beristirahat, organ-organ tersebut akan bekerja lebih baik saat kamu mengisi perut dengan berbagai hidangan buka puasa nanti.

Selain itu, berpuasa dapat meminimalisir penyerapan radikal bebas dari berbagai makanan yang kamu konsumsi. Artinya, karena waktu makan yang dibatasi, tubuh kamu pun akan lebih sedikit menyerap radikal bebas yang terkandung dalam makanan dan membahayakan kesehatan kamu. Saat berpuasa, racun yang menumpuk dalam tubuh akan terpecah dan dikeluarkan oleh tubuh.

Berpuasa pun ternyata dapat meningkatkan produksi hormon endorfin atau hormon kebahagian. Bila hormon ini meningkat, kesehatan mental, daya kognitif, dan kewaspadaan kamu akan semakin meningkat pula. Selain itu, saat berpuasa, penyerapan nutrisi dari makanan akan semakin maksimal.

Pakar kesehatan asal Amerika Serikat, dr. Mehmet Cengiz Oz atau dikenal juga dengan sebutan dr. Oz, memaparkan bahwa detox tubuh dengan berpuasa lebih baik bila dibandingkan dengan melakukan diet tertentu. Dengan berpuasa, kamu memiliki pola makan yang lebih teratur sehingga proses detoksifikasi pun lebih optimal. Tetapi, cara mendetox tubuh dengan berpuasa perlu dilakukan dengan benar agar kamu mendapatkan berbagai manfaat kesehatan.

 

Cara Detoksifikasi Tubuh dengan Berpuasa

Proses detoksifikasi tubuh itu tidak ribet. Buktinya dengan berpuasa saja, tubuh kamu bisa melakukan mekanisme pengeluaran racun. Hal ini pun telah disepakati oleh banyak pakar kesehatan, jadi kamu tidak perlu lagi meragukan manfaat puasa yang salah satunya dapat membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh. Akan tetapi, kamu perlu memastikan bahwa cara-cara yang kamu lakukan untuk detox tubuh saat berpuasa sudahlah tepat. Yuk, lakukan cara-cara di bawah ini agar kamu bisa memanfaatkan puasa sebagai momen beribadah sekaligus untuk menjaga tubuh dari tumpukan racun!

1.      Perbanyak Konsumsi Sayur

Pakar nutrisi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., mengatakan bahwa tidak ada pantangan makanan tertentu bila ingin melakukan detox tubuh saat berpuasa. Dengan berpuasa dan mengosongkan perut selama lebih dari 12 jam sudah menjadi proses detoksifikasi secara alami. Namun, bila kamu ingin mengoptimalkan proses pembuangan racun dengan berpuasa, ada baiknya kamu perbanyak mengonsumsi sayuran.

Selain memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan, berpuasa juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk lebih memberikan asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh. Detox tubuh yang hanya berfokus pada pengeluaran racun saja bisa berbahaya dan memberikan tekanan pada organ pencernaan, khususnya saluran usus dan liver. Masalah ini dapat dihindari dengan memastikan bahwa tubuh kamu mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dari makanan untuk mendukung kerja organ-organ tersebut.

Beberapa rekomendasi sayuran yang cocok untuk membantu mendetox tubuh saat berpuasa adalah:

●      Bayam

Jenis sayuran hijau ini memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Bayam dapat membantu proses detoksifikasi bila dikonsumsi lebih sering. Selain itu, bayam juga bermanfaat untuk mengatasi masalah anemia, meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh, serta menguatkan gigi dan tulang.

●      Brokoli

Satu lagi jenis sayuran hijau yang berperan untuk membantu detox tubuh saat berpuasa. Kandungan antioksidan dalam brokoli terbilang tinggi sehingga dapat mengoptimalkan proses pembuangan racun dalam tubuh. Antioksidan dalam brokoli juga dapat membantu memperbaharui sel dan menjaga kesehatan organ-organ penting dalam tubuh.

●      Mentimun

Kandungan airnya yang mencapai 96% tidak hanya membuat mentimun ampuh untuk mendorong proses detoksifikasi, tapi juga dapat mencegah masalah dehidrasi saat berpuasa. Mentimun juga mengandung vitamin C, vitamin K, dan beta karoten serta zat anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-kanker.

Umumnya, sayuran mengandung vitamin, serat, dan mineral yang dapat menutrisi tubuh sekaligus mengoptimalkan proses detox tubuh. Jadi, jangan malas makan sayur ya! Terlebih kandungannya sangat bermanfaat agar tubuh tetap fit selama berpuasa.

2.      Konsumsi Buah-buahan

Sama halnya seperti sayuran, buah-buahan pun mengandung vitamin dan mineral yang dapat menutrisi tubuh sekaligus mendorong proses detoksifikasi saat berpuasa. Kandungan serat dalam buah juga mampu meningkatkan kesehatan pencernaan. dr. Oz merekomendasikan buah nanas dan pisang sebagai asupan untuk membantu detox tubuh saat puasa.

Nanas memiliki rasa yang manis sekaligus asam. Cita rasa tersebut ternyata dapat membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh. Nanas juga mengandung berbagai zat yang baik untuk melancarkan pencernaan. Sedangkan, bila kamu rutin mengonsumsi buah pisang, proses detoksifikasi akan lebih maksimal. Selain itu, pisang juga mengandung vitamin B6 yang sangat dibutuhkan untuk tubuh.

Bukan hanya nanas dan pisang, buah-buahan lain seperti grapefruit juga dianjurkan. Buah ini dipercaya dapat membersihkan sistem peredaran darah dan hati serta sistem pencernaan. Kandungan vitamin C dan zat antioksidan yang tinggi juga dapat mengoptimalkan proses detox tubuh dari racun radikal bebas yang mengendap.

3.      Minum Teh Hijau

Tidak semua teh perlu dihindari saat berpuasa. Contohnya saja teh hijau yang baik dikonsumsi kapan saja termasuk saat sahur dan setelah berbuka. Jenis teh ini kaya akan antioksidan sehingga mampu membantu proses detoksifikasi akibat radikal bebas. Minum teh hijau juga dapat membantu proses pembakaran lemak dan meningkatkan metabolisme sehingga berat badan kamu akan tetap terjaga selama berpuasa.

4.      Detoksifikasi Melalui Jahe dan Bawang Putih

Dua bahan dapur ini ternyata dapat mendukung proses detox tubuh, lho! Jahe sendiri kaya akan nutrisi dan mampu merangsang kerja empedu agar lebih maksimal. Sedangkan bawang putih memiliki zat allicin yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya melalui proses pengeluaran racun di sistem pencernaan. Bila menambahkan dua bahan ini pada makanan yang kamu konsumsi, maka tubuh kamu pun akan lebih fit, sehat, dan terhindar dari penumpukan racun.

5.      Luangkan Waktu untuk Berolahraga

Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak berolahraga ya! Setidaknya luangkan waktumu selama beberapa menit untuk berolahraga ringan sebelum berbuka. Proses detoksifikasi bisa dilakukan dengan cara berkeringat dan cara yang terbaik adalah dengan berolahraga. Selain menjaga agar tubuh tetap fit, kamu pun dapat meminimalisir tumpukan racun dalam tubuh.

Proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Bila racun terus menumpuk dalam tubuh, maka berbagai masalah kesehatan akan lebih mudah menjangkit. Apalagi di tengah krisis kesehatan seperti ini, sangat penting sekali untuk selalu menjaga tubuh agar terhindar dari serangan penyakit.

Salah satu proses detox tubuh yang terbukti efektif adalah dengan berpuasa. Karena itulah kamu perlu memanfaatkan momen ibadah di Bulan Ramadhan ini sebagai upaya untuk menjaga kesehatan tubuh juga. Puasa bisa menjadi proses detoksifikasi alami yang telah diakui oleh banyak ahli kesehatan. Hal ini dikarenakan saat puasa, kamu memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan agar bekerja lebih optimal. Belum lagi dengan waktu makan dan minum yang dibatasi, kamu bisa meminimalisir penumpukan racun dalam tubuh.

 

Jadi, meskipun Bulan Ramadhan tahun ini berbeda karena kamu harus diam di rumah agar tidak terjangkit virus corona, bukan berarti kamu tidak memperhatikan kesehatan kamu. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi agar tubuh selalu fit dan sehat saat berpuasa. Jangan lupa juga untuk aktif bergerak karena berpuasa dan diam di rumah saja bukan jadi alasan untuk membatasi pergerakan kamu. Tetap aktif bergerak dan lakukan aktivitas harian kamu selama berpuasa meskipun kamu diam di rumah!