Skip to content
Berdamai dengan diri sendiri, cara berdamai dengan diri sendiri

Berdamai Dengan Diri Sendiri Adalah Hal yang Penting!

Beragam masalah yang datang silih berganti, hal-hal yang tidak sesuai  harapan, serta rasa kecewa, penyesalan, dan pengalaman menyakitkan yang terus menghantui, sering kali membuat kamu merasa stres dan tidak bahagia.

Pada kondisi tersebut, banyak pula dari kamu yang kemudian menyalahkan diri sendiri atas semua hal buruk yang sedang terjadi, yang pada akhirnya, semakin memperburuk kondisi kamu sendiri.

Untuk itu, agar bisa keluar dari kondisi tersebut, kamu perlu berdamai dengan dirimu sendiri. Sayangnya, tidak semua orang tahu cara berdamai dengan diri sendiri. Jika kamu salah satunya, ulasan berikut mungkin dapat membantu.

 

Apa Maksud dari Berdamai dengan Diri Sendiri?

Sebelum kamu belajar cara berdamai dengan diri sendiri, kamu harus terlebih dahulu memahami maksud dari berdamai dengan diri sendiri. Secara definisi, berdamai dengan diri sendiri dapat diartikan sebagai proses penerimaan terhadap hal-hal yang sedang terjadi saat ini.

Atau, bisa pula diartikan sebagai penerimaan atas diri kamu sepenuhnya, termasuk semua kelemahan, kelebihan, serta kesalahan-kesalahan yang pernah kamu perbuat. Jika kamu telah ikhlas menerima semua kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri kamu, serta merasa nyaman akan hal itu. Artinya, kamu telah berhasil berdamai dengan dirimu sendiri.

 

Pentingnya Berdamai dengan Diri Sendiri

Kebanyakan dari kita terlalu fokus melihat pada kekurangan yang kita miliki, dan terlalu mengingat banyak pengalaman masa lalu yang menyakitkan. Entah itu tentang kegagalan, rasa kecewa, putus asa, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya yang pernah dialami.

Berbagai hal tersebut tanpa disadari membuat kita menjadi pribadi yang tidak mencintai diri sendiri. Semakin sedikit kamu mencintai diri sendiri, menghargai diri sendiri, mendengarkan diri sendiri, memahami diri sendiri, maka semakin bingung, kesal, marah, dan frustasi pula kamu dalam menjalani hidup.

Dengan “luka” masa lalu yang masih membekas, apa pun yang kamu jalani pasti akan terasa lebih berat dan sulit, karena dirimu belum sepenuhnya “sembuh” dan menerima masa lalumu sendiri. Inilah sebabnya, penting untuk berdamai dengan diri sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri sama halnya dengan mencintai dirimu sepenuhnya. Hal tersebut dapat membuat kamu lebih percaya diri, merasa utuh karena sepenuhnya sadar dengan diri sendiri, dan secara umum, kamu pun merasa lebih positif.

Pada akhirnya, ketika kamu dapat berdamai dengan dirimu sendiri, kamu akan merasa lebih bahagia, dan akan belajar untuk terus merawat diri sendiri dengan lebih baik kedepannya.

Lebih jauh, mengutip dalam laman Psychology Today, mencintai diri sendiri adalah bagian dari menjaga kesehatan mental, serta memelihara hubungan kamu dengan orang lain. Jadi, mulai sekarang, jangan ragu untuk belajar berdamai dan mencintai diri sendiri. Ingat, hal ini tidak hanya baik untuk dirimu sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarmu.

 

Cara-cara Tepat untuk Berdamai dengan Diri Sendiri

Berdamai dengan diri sendiri itu memang penting, bahkan menjadi salah satu keinginan manusia yang paling dasar. Sayangnya, untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah. Sering kali seseorang membutuhkan banyak latihan untuk benar-benar bisa mencintai dan berdamai dengan dirinya sendiri. Nah, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa berdamai dengan dirimu sendiri!

 

●      Rapikan ”Isi” Kepalamu

Ini merupakan langkah awal yang perlu kamu lakukan agar bisa berdamai dengan diri sendiri. Bila dianalogikan, pikiran kamu diibaratkan adalah sebuah ruangan yang kosong. Ketika ruangan itu dipenuhi dengan pikiran “bagaimana kalau….” dan “harusnya….”, belum lagi masalah pekerjaan, keluarga, bahkan finansial, maka bisa dipastikan kamu tidak akan punya ruang yang cukup untuk melakukan hal lain.

Nah, sama halnya seperti pikiran. Jika isi kepalamu dipenuhi oleh pikiran yang carut-marut, maka kamu pun akan kesulitan untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan secara sadar! Oleh karena itu, kamu butuh ruang untuk berkontemplasi. Jadi, tidak ada salahnya untuk berhentilah sebentar dari rutinitasmu, untuk bernapas dan “merapikan” isi kepalamu sendiri.

Kamu mungkin akan butuh banyak waktu dan kesabaran yang tinggi untuk merapikan pikiran yang kusut tersebut, karena kamu tidak bisa hanya bilang pada diri sendiri, “Hei, kepala, berhentilah untuk overthinking!”dan Boom! segala pikiran yang ada di kepalamu mendadak hilang tanpa jejak.

 

●      Berpikir Positif

Dengan berpikir positif pada diri sendiri, kamu bisa menepis segala pikiran-pikiran negatif yang muncul di kepala kamu. Meski terlihat mudah untuk dipraktekkan, namun tidak semua orang bisa menerapkan pikiran positif setiap hari. Apalagi, bagi mereka yang sudah pernah menerima tindakan yang tak mengenakan di masa lalu, misalnya saja bullying.

Karenanya, pastikan kamu memiliki dorongan yang kuat untuk mau berpikir positif setiap hari. Selain itu, yakinkan juga pada dirimu sendiri bahwa kamu memiliki potensi yang sangat luar biasa yang dapat mewujudkan cita-cita kamu di masa depan.

 

●      Move on dari Masa Lalu

Cara berdamai dengan diri sendiri berikutnya adalah move on dari masa lalu. Bagi sebagian orang, melupakan dan meninggalkan masa lalu merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Pasalnya, masa lalu sering kali meninggalkan memori yang kadang membuat kita sulit untuk melupakannya. Terlebih, bila masa lalu memberikan trauma yang begitu mendalam bagi kamu.

Meski tampak sulit untuk bisa move dari  masa lalu, bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya sama sekali. Cobalah untuk mulai menerima atau bahkan melupakan hal-hal buruk yang pernah terjadi di masa lalu. Tak hanya itu, jadikan juga masa lalu itu sebagai proses belajar bahwa dirimu yang dulu tidak seperti dirimu sekarang. Jadi, bila hal buruk yang terjadi di masa lalu terulang kembali, kamu pun bisa menyikapinya dengan lebih dewasa.

Hal ini pun diamini oleh Dr. Jiemi Ardian Sp. Kj, seorang psikiater di RS Siloam Bogor. Dalam wawancaranya yang dimuat di laman VOI, Dr. Jimi mengatakan bahwa tidak ada yang pasti di masa depan, dan tidak ada yang baru di masa lalu. Dr. Jiemi pun mengingatkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah bagian dari proses kehidupan. Setiap manusia yang ada di dunia ini memiliki tugas kasat mata untuk bertumbuh dan berproses, bukan untuk menjadi sempurna.

 

●      Mau Menerima Kenyataan

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah kamu harus mampu menerima semua kenyataan bahwa kamu hidup di saat ini, bukan di masa lalu. Sehingga, masalah-masalah yang terjadi di masa lampau tidak perlu kamu pikirkan lagi agar tak semakin membebani dirimu sendiri yang akhirnya menyebabkan stres. Oleh karena itu, hidup dan bertumbuhlah di masa sekarang tanpa harus memikirkan masalah-masalah yang pernah terjadi sebelumnya.

Selain menerima kenyataan, kamu juga harus bisa mengikhlaskan hal-hal berat yang pernah terjadi di hidupmu, misalnya saja merelakan orang-orang tercinta pergi untuk selama-lamanya. Walau sulit, tapi kamu wajib untuk berusaha ikhlas. Pasalnya, tanpa keikhlasan, kamu pun tak akan pernah bisa berdamai dengan dirimu sendiri.

 

●      Memaafkan dan Pahami Diri Sendiri

Terus menyalahkan diri sendiri merupakan hal yang membuatmu sulit untuk berdamai dengan diri sendiri. Itu sebabnya, mulai sekarang cobalah untuk bisa memaafkan diri sendiri. Kesalahan-kesalahan yang pernah kamu lakukan di masa lalu jangan pernah diungkit-ungkit kembali.

Ingatlah, yang sudah berlalu hanya akan menjadi  masa lalu saja, jadi kamu tak perlu terus menerus memikirkan dan menyalahkan dirimu sendiri. Jauh lebih baik, bila kamu mulai berusaha menjadi pribadi yang berbeda dari masa lalu. Jadikan, masa lalumu itu sebagai pembelajaran untuk bisa memaafkan diri sendiri dan menghadapi kenyataan yang telah ada.

Bukan saja memaafkan, kamu juga harus bisa memahami diri sendiri. Pahamilah bahwa dirimu itu hebat dan bisa melakukan hal-hal yang luar biasa. Perkataan atau kritik yang mengerdilkan dirimu bukanlah sebuah hambatan yang akan membuat kamu terpuruk. Sebaliknya, jadikan kritikan itu sebagai penyemangat kamu untuk bisa melakukan hal-hal hebat lainnya. Jadi, selalu pahami diri sendiri dengan sebaik mungkin, ya!

 

●      Tetapkan Batasan untuk Diri Sendiri

Tak dipungkiri, kita semua tidak suka diatur-atur, dan menginginkan untuk bebas melakukan apa pun yang kita impikan. Inilah sebabnya, ketika diminta untuk menetapkan batasan diri sendiri, kebanyakan orang pasti akan langsung mengelak.

Membuat batasan untuk diri sendiri bukan berarti menghalangimu untuk melakukan berbagai hal yang kamu sukai. Sebaliknya, batasan ini justru membantu kita agar tetap terkendali dan bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Lebih lanjut, menetapkan batasan adalah bagian penting dari kesehatan mental sekaligus tolak ukur kepercayaan diri seseorang.

Dengan menetapkan batasan, kamu jadi tahu apa saja perilaku orang lain yang dapat kamu terima. Inilah sebabnya, semakin cepat kamu mulai menetapkan batasan pada diri sendiri, maka akan semakin pula dampaknya bagi dirimu. Beberapa batasan yang harus kamu tetapkan termasuk diantaranya waktu bermain media sosial, waktu bekerja, waktu curhat, waktu menonton TV, dan lain sebagainya.

 

●      Jangan Terlalu Ambisius

Ambisi yang kita miliki sering kali menimbulkan ekspektasi yang terlalu tinggi, bahkan kepada diri sendiri. Memiliki ambisi untuk maju dan berkembang tentu dapat membantu meningkatkan motivasimu. Sayangnya, ambisi yang terlalu tinggi tanpa memperhatikan kemampuan diri justru dapat menambah beban, yang pada akhirnya menyakiti dirimu sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali kapasitas dan kemampuan diri kamu. Kemudian sesuaikanlah keinginanmu dengan kedua hal yang sudah disebutkan tadi. Pada prinsipnya, boleh saja punya ambisi untuk mencapai atau memiliki sesuatu, tapi pastikan bahwa kamu tidak menyakiti dirimu sendiri dalam proses untuk meraihnya.

 

●      Selalu Bersyukur

Cara terakhir agar bisa berdamai dengan diri sendiri adalah dengan bersyukur. Tanpa disadari, kamu terkadang terlalu banyak mengeluh dan menyalahkan keadaan yang ada pada ada dirimu sendiri. Atau, mengeluh atas hal-hal buruk yang terjadi pada saat ini ataupun masa lalu, sehingga kamu tak bisa memaafkan dirimu.

Karenanya, untuk bisa berdamai mulailah untuk bersyukur atas semua kekurangan dan kelebihan yang ada di dirimu sendiri, serta memahami bahwa setiap individu memiliki ujian yang berbeda-beda.

Bisa saja, ujian yang sedang kamu hadapi saat ini tak seberat ujian yang dihadapi oleh orang lain. Jadi, bersyukurlah atas apa yang sudah kamu miliki dan rasakan saat ini. Dengan begitu, kamu akan lebih bisa menerima dirimu apa adanya.

 

Berdamai dengan diri sendiri pada dasarnya adalah sebuah proses dan setiap proses tentu memiliki langkah-langkah yang harus ditempuh. Yang terpenting adalah kamu tetap semangat dan percaya diri dalam menjalani prosesnya.

Untuk itu, kamu perlu hilangkan berbagai hal yang bisa menghambat dirimu untuk tetap semangat dan percaya diri. Salah satunya adalah masalah bau badan yang bisa bikin kamu jadi tidak semangat dan tidak percaya diri.

Dalam hal ini, kamu bisa andalkan produk dari Rexona, yaitu Rexona Dry Serum Fresh Lily yang akan membantu menjaga kulit tetap segar dan kering dan akan memberikan perlindungan dari masalah bau badan hingga 48 jam.

Rexona Dry Serum Fresh Lily mengandung vitamin E, ekstrak licorice, dan Vitamin B3 yang kaya akan manfaat untuk mencerahkan kulit ketiak. 2x lebih cepat kering dibandingkan roll on biasa dan mengandung 0% alkohol yang aman untuk kulit ketiakmu.

Dengan keharuman lily, kamu bisa menjalani dan menghadapi berbagai hal dengan semangat tanpa khawatir apapun yang bisa mengganggu. Tetap segar dan percaya diri setiap hari bersama Rexona!