Skip to content
Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Bunuh Virus?

Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Bunuh Virus?

 

Pernah mendengar kalau sinar matahari pagi bisa membunuh virus corona yang bisa saja telah hinggap di tubuh kamu? Kabar ini bikin banyak orang mulai menerapkan kebiasaan berjemur setiap pagi selama 15 menit. Tetapi, apa secara medis atau ilmiah telah dibuktikan kebenarannya? Faktanya, menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., dokter ahli gizi dan filsafat, tidak benar sinar ultraviolet dari matahari dapat membunuh virus yang dikenal juga dengan sebutan SARS-CoV-2.

Dia juga menjelaskan bahwa hingga kini pun penelitian masih dilakukan untuk mengungkap apakah kemampuan sinar ultraviolet dapat membunuh kuman. Namun, terlepas dari fakta tersebut, ternyata ada banyak manfaat berjemur di bawah sinar matahari pagi yang bisa kamu dapatkan, khususnya untuk kesehatan. Apa saja manfaatnya?

 

Menguatkan Tulang

Bila terbiasa berjemur di bawah sinar matahari pagi, maka kesehatan tulangmu akan lebih meningkat. Sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat merangsang penyerapan fosfor dan kalsium sehingga tulang pun akan semakin kuat. Selain itu, terdapat juga kandungan vitamin D3 yang berperan penting untuk kepadatan tulang. Jenis vitamin ini larut dalam lemak dan terbentuk selama proses pembentukan vitamin D saat sinar matahari mengenai kulit. Proses ini dapat membantu mengatur penyerapan kalsium sekaligus menurunkan risiko patah tulang.

 

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Meski tidak terbukti dapat membunuh virus corona, manfaat berjemur di bawah sinar matahari pagi ternyata dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik akan melindungi tubuh kamu dari paparan virus yang berbahaya. Vitamin D yang terkandung dalam sinar matahari di pagi hari tentu saja berperan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kamu juga akan terhindar dari penyakit berbahaya seperti jantung, beberapa jenis kanker, flu, dan multiple sclerosis.

 

Meningkatkan Kualitas Tidur

Mengalami masalah sulit tidur? Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan rutin berjemur setiap pagi. Sinar matahari pagi akan mengenai mata dan mengirimkan sinyal ke kelenjar pineal di otak dan produksi melatonin, hormon yang memunculkan rasa kantuk. Kemudian produksi melatonin itu akan ditutup hingga matahari terbenam lagi. Proses ini akan membuat tubuh memiliki gambaran siang dan malam yang jelas sehingga tubuh dapat mempertahankan ritme sirkadian yang normal.

 

Bantu Hilangkan Depresi Ringan

Kekurangan sinar matahari akan menyebabkan kamu terserang Seasonal Affective Disorder (SAD). SAD merupakan jenis depresi umum ringan yang biasanya menimpa pekerja kantoran yang jarang keluar ruangan dan sering bekerja berjam-jam di ruangan tertutup. Kamu bisa menghindari jenis depresi ringan ini dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari dapat meningkatkan produksi hormon serotonin sehingga suasana hati kamu menjadi lebih baik dan memberikan perasaan tenang.

 

Menyembuhkan Penyakit Kulit

Manfaat berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, jerawat, penyakit kuning, dan infeksi kulit lainnya. Menurut studi yang dirilis dalam PubMed Journal, 84% partisipan yang melakukan terapi berjemur saat pagi hari selama empat minggu terbukti dapat menghilangkan gejala psoriasis. Namun, penelitian ini harus lebih dikaji lagi untuk mencegah efek samping negatif dari radiasi ultraviolet yang berisiko bagi penderita penyakit kulit.

 

Meskipun tidak terbukti dapat membunuh virus corona atau COVID-19, berjemur di bawah sinar matahari pagi tetap bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Terlebih di tengah krisis kesehatan seperti sekarang ini, sangat penting bagi kamu untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan cara aktif bergerak meski harus diam di rumah aja demi memutus rantai penyebaran wabah COVID-19.