Skip to content
Apa Itu Implan Koklea? Manfaat dan Cara Kerjanya

Apa Itu Implan Koklea? Manfaat dan Cara Kerjanya

Manusia memiliki organ pendengaran di telinga yang berfungsi untuk mengenal gelombang suara dan mengolahnya menjadi suatu informasi yang nantinya akan diproses oleh otak. Namun, adanya gangguan pendengaran bisa menyebabkan seseorang sulit untuk mendeteksi suara bahkan komunikasi. Di Indonesia sendiri, sekitar 4,6% penduduknya mengalami masalah gangguan pendengaran dikarenakan rusaknya rumah siput atau disebut juga koklea. Untungnya, dengan perkembangan dan teknologi seperti sekarang ini, masalah gangguan pendengaran dapat diatasi melalui berbagai alat bantu dengar.

Alat bantu tersebut akan membantu menangkap gelombang suara sehingga seseorang dengan gangguan pendengaran dapat mendengar dengan baik seperti kebanyakan orang. Salah satu alat bantu pendengaran yang dapat digunakan adalah implan koklea.

Seperti apa sih implan koklea itu? Bagaimana alat bantu dengar ini bisa membantu seseorang yang memiliki gangguan pendengaran? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih banyak tentang alat bantu pendengaran ini!

Pengertian Implan Koklea dan Spesifikasinya

Implan koklea merupakan sebuah perangkat kecil yang ditempatkan pada bagian dalam telinga dan berfungsi sebagai transmisi suara. Dengan menempatkan jenis implan ini di bagian dalam telinga, maka pendengaran pengguna dapat meningkat secara signifikan. Cara kerja alat ini yaitu dengan mengirim impuls langsung ke saraf pendengaran. Lalu sinyal suara tersebut akan terbawa hingga ke otak.

Implan koklea sendiri terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu bagian luar yang ditempatkan di belakang telinga, sedangkan bagian kedua yaitu bagian yang ditempatkan di bagian dalam telinga. Untuk menempatkan bagian yang kedua diperlukan proses operasi. Selain dua bagian tersebut, alat bantu dengar ini memiliki empat komponen. Di antaranya:

●     Mikrofon: berfungsi sebagai penangkap suara

●     Prosesor Suara: Sebagai pengubah gelombang suara menjadi sinyal digital

●     Pemancar dan penerima/simulator: Untuk menerima sinyal digital dari prosesor suara kemudian dilanjutkan ke badan implan.

●     Badan implan dan elektroda: Bagian yang ditanam di bagian dalam telinga. Memiliki fungsi sebagai penerima dan pengubah sinyal digital menjadi impuls listrik dan diteruskan ke saraf pendengaran.

Dengan adanya bagian-bagian di atas, pengguna implan koklea dapat menangkap berbagai suara di sekitarnya seperti orang kebanyakan. Bila suara dapat ditangkap dengan baik, seseorang yang sulit mendengar atau bahkan tuli total tidak akan mengalami kesulitan untuk mendengar suara bahkan berkomunikasi.

Cara Kerja

Bagian luar dan dalam implan koklea bekerja untuk menangkap suara kemudian mengirimnya ke otak agar dapat diproses. Lantas bagaimana cara kerjanya agar sinyal suara dapat diproses oleh otak sehingga mampu menunjang indera pendengaran penggunanya? Berikut merupakan cara kerja dari alat bantu dengar ini:

●     Bagian mikrofon akan menangkap atau mendeteksi suara

●     Suara yang ditangkap atau dideteksi kemudian akan dikirim ke prosesor suara.

●     Prosesor suara akan menganalisa gelombang suara untuk diubah menjadi sinyal digital.

●     Pemancar pada prosesor suara kemudian mengirimkan sinyal digital ke badan implan yang telah dipasang di dalam telinga untuk diolah atau diterjemahkan.

●     Badan implan yang terdapat di bagian dalam telinga akan memproses sinyal digital dan mengubahnya menjadi impuls listrik.

●     Impuls listrik akan diteruskan oleh elektroda menuju saraf pendengaran.

●     Saat saraf pendengaran telah menerima pesan berupa impuls listrik, pesan tersebut akan dikirimkan ke otak yang akan mengolahnya menjadi informasi suara atau auditorik.

Dengan dipasangnya implan koklea, pengguna mampu mendengar dan memahami ucapan setiap orang. Bahkan mereka pun mampu mendengarkan musik. Namun, tak jarang juga ada yang melaporkan bahwa pada awal penggunaan alat bantu dengar ini, suara yang terdengar sedikit ‘mekanis’. Artinya, suara yang diproduksi terdengar seperti bunyi yang tidak jelas atau hanya bunyi ‘bip’ saja.

Biasanya, setelah proses pemasangan implan koklea, dokter beserta tim ahli akan membantu pasien dalam penyesuaian pengaturan sinyal suara yang akan diproses oleh saraf pendengaran melalui badan koklea. Bukan hanya itu saja, tim dokter pun akan mendampingi pasien dalam terapi bicara setelah pemasangan alat bantu dengar ini.

Pendampingan tersebut diperlukan karena setiap pengguna memiliki tingkat sensitivitas dan perkembangan yang tidak sama. Oleh sebab itu, pasien yang baru saja dipasangkan implan koklea perlu dengan sabar mengikuti arahan dari tim ahli. Mereka pun perlu mengikuti setiap saran yang diberikan serta program latihan yang ditetapkan oleh dokter agar dapat menyesuaikan diri dengan alat bantu dengar tersebut. Hal ini pun berlaku untuk orang terdekat pasien karena mereka akan dilibatkan juga dalam proses penyesuaian dan terapi.

Pengguna yang Dianjurkan

Implan koklea boleh dipasangkan pada anak berusia minimal 14 bulan sampai orang dewasa yang mengalami gangguan pendengaran. Dengan begitu, terlepas dari kekurangan yang dimiliki, mereka tetap bisa menangkap gelombang suara di lingkungan sekitar. Akan tetapi, perlu diingat bahwa ada beberapa faktor penting yang menentukan keefektifan alat bantu dengar ini. Jadi, sebelum dipasangkan jenis implan ini, ada baiknya mencari tahu tentang:

●     Berapa usia pasien yang akan dipasangkan implan koklea.

●     Sejak kapan gangguan pendengaran itu dialami, apakah sebelum atau sesudah pasien memiliki kemampuan berbahasa.

●     Apa motivasi pasien dan orang terdekatnya hingga ingin memasang alat bantu dengar ini.

Perlu diingat bahwa semakin muda usia pasien yang dipasangkan implan koklea, semakin besar pula keberhasilan alat bantu dengar ini untuk membantu mengembalikan fungsi pendengaran sekaligus fungsi bicara. Bahkan ada penelitian yang mengungkap bahwa pemasangan implan jenis ini sebelum pasien berusia 18 bulan, maka mereka akan mengalami peningkatan yang signifikan pada kemampuan mendengar, berbicara, dan belajar mereka. Meskipun begitu, implan ini akan bekerja sama baiknya bila dipasangkan pada anak-anak dengan usia lebih tua yang mengalami tuli total bahkan setelah mereka belajar atau mampu berbicara.

Kelebihan Menggunakan Implan Koklea

Memasang implan koklea pada telinga dapat memberikan berbagai manfaat bagi pengguna. Berikut ini kelebihan yang bisa didapatkan jika orang yang mengalami gangguan pendengaran atau tuli total menggunakan alat bantu dengar ini:

●     Kemampuan mendengar suara hampir normal.

●     Mengerti ucapan orang lain tanpa perlu membaca gerak bibirnya.

●     Mampu mendengar suara yang dikeluarkan televisi serta mampu berkomunikasi via telepon.

●     Mampu mendengarkan musik lebih baik daripada sebelum implan dipasangkan.

●     Kemampuan untuk mendeteksi jenis suara yang berbeda-beda, dari mulai lembut, sedang hingga keras.

●     Dapat mengendalikan suara sendiri sehingga orang lain mampu memahami apa yang dibicarakan.

Selain keuntungan di atas, proses pemasangan implan koklea pun cukup aman dilakukan. Hanya saja hasil setiap pengguna belum tentu sama dengan pengguna lainnya. Ada pula beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan sebelum pemasangan alat bantu dengar ini. Misalnya terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan serta fungsi pendengaran oleh dokter spesialis THT dan tim ahli. Dengan adanya pemeriksaan awal ini, mereka dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada pasien.

Risiko Komplikasi yang Kemungkinan Dialami Pasien

Meskipun pemasangan implan koklea terbilang aman, tidak dipungkiri bahwa risiko komplikasi akan tetap ada. Di bawah ini ada berbagai komplikasi yang terjadi saat pemasangan implan koklea:

●     Infeksi

●     Cedera saraf yang dapat mengganggu indera pengecap

●     Pusing atau gangguan yang dirasakan di sekitar kepala.

●     Telinga berdengung atau tinnitus

●     Perangkat alat bantu dengar atau implan koklea terinfeksi sehingga tidak mampu bekerja dengan baik.

●     Pendarahan

●     Adanya efek samping akibat obat anestesi yang diberikan untuk prosedur operasi.

●     Kerusakan saraf yang dapat mempengaruhi wajah hingga menyebabkan kelumpuhan.

●     Kebocoran cairan otak

●     Infeksi selaput otak atau meningitis.

●     Menjadi tuli total.

Pemasangan implan koklea tidak akan memiliki risiko jika pasien tidak memiliki masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi saat operasi. Risiko pun bisa dihindari pada pasien yang sudah dewasa dengan masalah tuli total pada kedua telinga dan tidak bisa dibantu oleh alat bantu dengar lain selain implan jenis ini. Implan ini juga cocok untuk pasien yang mengalami tuli total setelah bisa berbicara atau memiliki kemampuan berbahasa.

Sebelum melakukan prosedur pemasangan implan koklea, ada baiknya penderita memastikan motivasinya. Selain itu, keinginan yang kuat untuk bisa mendengar lagi dan mengerti keterbatasan. Memahami resiko pemasangan alat bantu dengar ini pun perlu dipikirkan baik-baik ya!

Khusus untuk anak-anak, pemasangan implan koklea sebaiknya dilakukan saat usia mereka di bawah 5 tahun. Mereka pun perlu dipastikan tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu yang dapat meningkatkan risiko komplikasi saat pemasangan alat bantu dengar ini. Penting juga bagi orang terdekat untuk terlibat dan mendukung saat anak-anak menjalani pelatihan berbicara (speech therapy)  agar proses tersebut berjalan dengan lancar.

Biaya Pemasangan

Masalah gangguan pendengaran hingga tuli total yang diakibatkan oleh kerusakan koklea dapat diatasi dengan memasang alat bantu pendengaran seperti implan koklea. Biaya pemasangannya pun cukup beragam, tergantung pada proses mendapatkan jenis implan itu. Menurut Dr. dr. Ratna Dwi Restuti, Sp.THT-KL (K), Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), biaya operasi implan koklea juga memiliki kelas tipe pembiayaan, dari mulai pengguna BPJS hingga pasien tunai. Namun estimasi harga bisa mencapai 40-60 juta rupiah per satu telinga.

Bambang Nur Indrawan selaku Country Manager Cochlear untuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina juga mengungkap bahwa harga implan koklea bermacam-macam karena penggunaan komponen atau device yang beragam pula. Untuk teknologi alat bantu dengar ini dengan dual mikrofon harganya bisa mencapai 150-400 juta untuk satu set implan dalam dan luar.

Mengalami keterbatasan fisik bukan suatu kendala untuk menjalani hidup normal seperti kebanyakan orang. Dengan pemasangan implan koklea, misalnya, penderita gangguan pendengaran atau tuli total bisa kembali menangkap sinyal suara di lingkungan sekitarnya sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan berbagai kegiatan seperti berkomunikasi, mendengarkan musik, dan belajar berbahasa.

Terkait dengan keterbatasan fisik atau disabilitas, Rexona hadir dengan kampanye #GerakTakTerbatas untuk mendukung teman-teman penyandang disabilitas, termasuk penderita masalah pendengaran. Gerakan ini berupaya untuk mengkampanyekan bahwa aktif bergerak dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal batasan. Selain itu, hadir pula aplikasi Gerak by Rexona untuk mendukung teman-teman disabilitas khususnya di Indonesia. Jadi, dengan mengunduh aplikasi tersebut, kamu telah berkontribusi untuk mendukung mereka.