Skip to content

7 Fasilitas Yang Seharusnya Ada Pada Toilet Ramah Disabilitas

Saat ini beberapa bangunan seperti pusat perbelanjaan maupun gedung perkantoran sudah menyediakan toilet disabilitas untuk memudahkan para penyandang disabilitas. Namun, jumlah toilet difabilitas ini masih terbilang kurang mengingat masih banyak bangunan atau fasilitas umum yang belum menyediakan toilet khusus disabilitas ini.

Apa saja yang diperlukan untuk membuat toilet yang ramah disabilitas? Simak beberapa persyaratan atau fasilitas yang seharusnya ada di toilet disabilitas ini.

 

1.    Ruangan yang Lebih Luas

Besar ruangan toilet untuk disabilitas seharusnya lebih besar dibanding toilet untuk orang-orang non-disabilitas. Toilet yang luas akan memudahkan penyandang disabilitas bergerak di dalam toilet – terutama bagi yang menggunakan kursi roda atau alat bantu jalan berupa tongkat.

Besaran toilet disabilitas ini kira-kira tiga kali lipat dibanding toilet biasa. Tentu saja toilet yang luas akan membantu pengguna kursi roda dapat melakukan pergerakan dengan sedikit lebih leluasa.

 

2.    Pintu Toilet Harus Dibuat Bergeser dengan Ukuran 1,5 Meter

Tak hanya keluasan ruangan saja yang menjadi pertimbangan untuk membuat WC difabel, tetapi juga jenis pintu yang dipakai. Agar penyandang disabilitas lebih mudah membuka dan menutup pintu, gunakan pintu geser. Ketika pintu digeser jalan masuk terbuka lebarnya harus 1,5 meter. Pintu toilet yang lebar akan membantu pengguna kursi roda bisa masuk ke toilet secara mudah.

 

3.    Lantai Toilet Kasar dan Tidak Licin

Toilet untuk difabel harus dibuat dengan lantai yang kasar dan selalu kering. Tujuannya jelas untuk menjaga penyandang disabilitas tidak mudah tergelincir di lantai yang basah dan licin. Beri himbauan di toilet untuk menjaga lantai agar tetap kering.

 

4.    Tersedia Tombol Darurat

Yang satu ini juga tak kalah penting untuk membangun toilet disabilitas yang aman. Ya, di setiap toilet difabilitas harus diberikan tombol darurat yang diletakkan di tempat yang mudah terjangkau. Tombol darurat berfungsi sebagai permintaan bantuan bagi penyandang disabilitas yang mengalami insiden saat sedang menggunakan toilet tersebut.

 

5.    Rambu dengan Sistem Cetak Timbul

Disabilitas tak hanya melulu mengenai orang yang mengalami kelumpuhan, orang buta juga termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, sangat perlu untuk menempatkan rambu dengan sistem cetak timbul agar orang-orang buta dapat memahami penggunaan rambu-rambu tersebut dengan baik.

 

6.    Pasang Pegangan / Handrail

Satu hal yang wajib tersedia dalam toilet disabilitas, uakni pegangan tangan atau yang disebut sebagai hand trail. Pegangan ini memiliki fungsi agar penyandang disabilitas bisa berpegangan ketika hendak berjalan, berdiri, atau menggunakan toilet.

 

7.    Ketinggian Tempat Duduk Kloset Sesuai dengan Tinggi Kursi Roda

Penyandang disabilitas pasti akan kesulitan ketika hendak menggunakan toilet yang biasa – terutama bagi penyandang disabilitas yang memakai kursi roda. Oleh karena itu, sebelum membuat WC difabel sebaiknya sesuaikan dulu ketinggian tempat duduk kloset dengan tinggi kursi roda yang rata-rata 45-50cm.

 

8.    Perhatikan Letak Tisu, Shower, dan Wastafel

Toilet bagi disabilitas harus memberikan fasilitas yang memang mudah dijangkau oleh penggunanya yang difabel. Tata letak tisu, shower, dan wastafel harus sejajar dengan penggunanya, terutama ketika penggunanya duduk di kursi roda.

 

Dalam membuat toilet disabilitas, kamu memang harus mempertimbangkan segala hal termasuk fasilitas untuk memudahkan penggunanya yang nanti merupakan disabilitas. Pastikan toilet tersebut aman dan nyaman digunakan oleh penyandang disabilitas.

Kamu bisa turut mendukung penyandang disabilitas dengan ikut campaign #GerakTakTerbatas. Unduh aplikasi Gerak by Rexona di smartphone dan daftarkan dirimu untuk bergabung dalam program di aplikasi tersebut. Nantinya, aplikasi ini akan mengkalkulasi jumlah langkahmu sehari-hari. Semakin banyak kamu melangkah, semakin banyak peluang untuk memperoleh kursi roda yang nanti akan diberikan pada penyandang disabilitas.