Skip to content

6 Tips Berkomunikasi Dengan Teman Tuna Wicara

Tuna wicara merupakan suatu kelainan fisik dimana orang tersebut memiliki gangguan dalam berbicara dan bahkan tidak bisa bicara. Kelainan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya gangguan pada pita suara, tenggorokan atau organ tubuh lainnya, dan bisa juga disebabkan karena faktor keturunan. Tuna wicara biasanya diikuti dengan kelainan lainnya, yaitu tuna rungu atau tuli.

Dalam berkomunikasi, orang yang mengalami tuna wicara dan tuna rungu harus menggunakan cara komunikasi khusus. Hal ini dikarenakan komunikasi lisan akan sulit dilakukan secara efektif oleh orang tersebut. Agar bisa berkomunikasi dengan tuna wicara, kamu perlu mengetahui 6 tips berkomunikasi dengan tuna wicara berikut ini!

 

1.    Mendapatkan Fokus Perhatiannya

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan mendapatkan fokus perhatian dari tuna wicara. Ini merupakan langkah awal bagi kamu agar dapat berkomunikasi dengan mereka. Cara ini juga menjadi sebuah isyarat bahwa kamu ingin berkomunikasi dengan orang tersebut. Kamu bisa melakukannya dengan menepuk pundaknya secara halus atau melambaikan tangan padanya.

 

2.    Berbicara Tidak Terlalu Cepat

Ketika kamu berbicara dengan orang tuna wicara dan tuna rungu, pastikan tidak terlalu cepat. Hal ini dikarenakan mereka akan kesulitan untuk mencerna kata-kata yang kamu ucapkan. Meskipun demikian, bukan berarti kamu harus berbicara terlalu pelan dengan mereka. Bicaralah secara normal apabila kamu ingin berkomunikasi dengannya. Karena mereka ternyata lebih senang dengan lawan bicara yang berbicara secara normal. Jangan sampai kamu berbicara dengan cara berbisik-bisik atau terlalu mengeraskan suara. Mengapa demikian? Karena para penyandang tuna wicara dan tuna rungu akan kesulitan untuk membaca gerak lawan bicaranya.

 

3.    Tidak Berbicara Di Tempat Gelap

Pencahayaan juga sangat berpengaruh bagi kamu agar bisa berkomunikasi dengan penyandang tuna wicara. Pastikan kamu tidak berkomunikasi dengan mereka di tempat gelap, karena akan menghambat proses komunikasi.

 

4.    Tidak Sedang Mengunyah/Merokok Saat Berkomunikasi

Saat berkomunikasi dengan tuna wicara, pastikan kamu tidak sedang makan, mengunyah, atau merokok. Ini akan membuat mereka kesulitan untuk mengetahui hal-hal yang kamu sampaikan. Jika kamu berbicara sambil mengunyah/merokok, maka proses komunikasi pun tidak akan berjalan efektif.

 

5.    Lakukan Kontak Mata Ketika Berkomunikasi

Apa sih fungsi dari adanya kontak mata saat berkomunikasi? Salah satunya adalah agar lawan bicara kamu lebih fokus pada hal yang sedang dibicarakan. Begitu juga ketika kamu berkomunikasi dengan tuna wicara. Pastikan kamu melakukan kontak mata agar mereka bisa fokus pada pembicaraan.

 

6.    Lakukan Komunikasi Dengan Sopan

Meskipun mereka memiliki keterbatasan fisik, tetapi kamu tetap harus melakukan komunikasi dengan cara yang sopan. Kamu harus menjaga perasaan mereka, jangan sampai membuat mereka tersinggung atau minder. Karena mereka juga ingin dihargai dan diperlakukan dengan cara yang baik. Selain itu, ketika kamu akan menerima telepon atau mendengar ketukan pintu, jangan langsung meninggalkannya. Ada baiknya jika kamu meminta izin terlebih dahulu dan memberi penjelasan. Hal ini berkaitan dengan etika dalam berkomunikasi dan berlaku ketika kamu berkomunikasi dengan para penyandang disabilitas.

 

Siapapun orangnya dan bagaimanapun keadaannya, harus diperlakukan sama dan tidak boleh ada diskriminasi. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan semangat para difabel, Rexona menghadirkan program #GerakTakTerbatas yang didedikasikan untuk seluruh difabel di Indonesia, termasuk penyandang tuna wicara. Kamu bisa mendukung program tersebut dengan mengunduh aplikasi Gerak by Rexona di smartphone-mu. Ayo dukung program ini agar kamu bisa lebih semangat beraktivitas dimanapun dan kapanpun!