Skip to content
Intensitas olahraga

3 Cara Mengukur Intensitas Olahraga: Cukup atau Berlebihan?

Berolahraga tentu menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, khususnya di masa pandemi ini yang mengharuskan kita berolahraga di rumah. Namun, seringkali kita kurang mengetahui cara mengukur intensitas olahraga agar memiliki manfaat yang optimal untuk tubuh.

Melakukan olahraga secara rutin memang memiliki dampak positif bagi tubuh. Meskipun begitu, berolahraga dengan intensitas yang berlebihan juga bisa berakibat fatal. Maka dari itu, perlu melakukan olahraga dengan kadar yang pas supaya manfaat yang didapat menjadi maksimal.

Intensitas olahraga bagi setiap individu jelas berbeda-beda sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Lantas bagaimana mengukur intensitas olahraga yang pas supaya manfaatnya maksimal bagi tubuh?

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui intensitas olahraga bagi tiap individu. Saat mengukur intensitas, mungkin kamu perlu melakukannya berkali-kali supaya mengetahui metode apa yang cocok.

 

1.      Talk Test

Ini merupakan cara mengukur intensitas olahraga yang paling sederhana. Dan kamu bisa melakukan talk test kapan pun kala berolahraga. Kamu masih dianggap sedang melakukan olahraga berintensitas sedang apabila masih bisa berbicara, tapi tidak mampu bernyanyi.

Kemudian ketika hanya bisa berbicara sedikit kala berolahraga, kamu bisa dianggap sedang melakukan olahraga yang cukup memuaskan. Akan tetapi, apabila tidak bisa mengucapkan kata-kata sama sekali, kamu berarti sedang melakukan olahraga yang melewati kemampuan fisik tubuh sendiri. Sebaliknya, jika masih bisa bernyanyi, berarti kamu sedang tidak berolahraga sebagaimana mestinya.

 

2.      Exertion Rating Scale

Cara ini bisa mengetahui intensitas olahraga berdasarkan tanda-tanda yang muncul dari dalam tubuh. Contohnya apabila intensitas olahraga masih berskala sedang, tubuh bakal memunculkan sinyal seperti napas yang cepat, tapi kamu masih mampu bernapas dengan teratur.

Berintensitas sedang juga berarti kamu mulai mengeluarkan keringat selama kurang lebih 10 menit. Selain itu, kamu masih bisa diajak berbicara walaupun tidak bisa bernyanyi. Kamu bisa dikatakan sedang melakukan olahraga dengan intensitas baik jika deru napas menjadi lebih cepat dan sulit berbicara. Kamu hanya bisa berbicara sepatah atau dua patah kata.

Keringat yang muncul pun sudah banyak, meskipun baru berolahraga selama dua menit. Sementara itu, kamu bisa dianggap sedang berolahraga secara berlebihan apabila sudah kesulitan bernapas, merasa kesakitan, serta tidak bisa berolahraga dalam waktu lama. Jika tanda-tanda tersebut muncul, berarti kamu sudah melakukan olahraga yang melewati kapasitas tubuh.

 

3.      Target Heart Rate

Cara lain untuk mengetahui intensitas olahraga yang dilakukan adalah dengan cara target heart rate. Hitung persentase denyut jantung maksimal pada tubuh. Pertama-tama, cari tahu letak denyut jantung maksimal dengan mengurangi usia dari 220. Apabila kamu berumur 40 tahun, kurangi 40 dari 220.

Berarti jumlah denyut jantung maksimal kamu dalam semenit adalah 180. The American Heart Association dan Centers for Disease Control and Prevention memiliki rekomendasi target detak jantung sebagai berikut ini:

●      Intensitas sedang: 50% sampai 70% dari denyut jantung maksimal.

●      Intensitas berat: 70% sampai 80% dari denyut jantung maksimal.

Supaya senantiasa aman, penting untuk terus menjaga jumlah denyut jantung agar tidak melampaui angka maksimal. Setelah berolahraga baik yang berintensitas sedang atau kuat, biasakan untuk melakukan pendinginan dan pemanasan.

 

Cara di atas akan membantu kamu untuk mengukur kadar olahraga yang kamu lakukan secara rutin. Alangkah baik, dengan cara di atas, kamu bisa menjaga kadar olahraga yang tepat sesuai yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat dan bugar.

Nah, agar kamu selalu bersemangat dalam berolahraga, lakukan olahraga favoritmu dan tentunya jauhkan dari masalah bau badan yang bisa membuat kamu tidak bersemangat. Dalam hal ini, gunakan Rexona Antibacterial Defense Roll On[2] , yang ampuh untuk memberikan 10 kali perlindungan anti bakteri penyebab bau badan.

Rexona Antibacterial Roll On mengandung teknologi butiran MotionSense yang akan pecah oleh gerakanmu dan memberikan kesegaran yang maksimal. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan perlindungan dari bau badan yang tahan lama, hingga 48 jam, sehingga kamu bisa berolahraga dengan semangat dan percaya diri.